Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memprakirakan delapan dari 10 daerah di Kalimantan Timur diguyur hujan disertai petir pada awal September, Kamis (1/9) dan Jumat (2/9). Sedangkan dua daerah lainnya yaitu Kabupaten Kutai Timur dan Kota Bontang hanya mendung hingga hujan ringan.
"Hujan petir tersebut juga disertai angin kencang sehingga semua pihak harus selalu waspada terhadap dampaknya," kata Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan BMKG Balikpapan, Carolina Meylita Sibarani, di Balikpapan, Rabu (31/8).
Dampak dari petir yang dapat disertai dengan angin kencang antara lain banjir, sungai meluap, jalan licin, pohon tumbang, tanah longsor, dan kemungkinan lain sehingga kehati-hatian harus diutamakan oleh semua pihak.
Peringatan dini terhadap prakiraan cuaca ini pun telah disampaikan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di provinsi dan kabupaten/kota, agar dilakukan antisipasi untuk meminimalkan dampaknya terhadap masyarakat.
Baca juga: Polres Bireuen Tangkap Pembawa 1 Ton Lebih BBM Subsidi tanpa Izin
Delapan daerah yang diprakirakan mengalami hujan petir tersebut ialah Kota Balikpapan pada Jumat dini hari sekitar pukul 02.00 Wita terjadi di Kecamatan Balikpapan Timur, pukul 05.00 Wita di Kecamatan Balikpapan Timur, Balikpapan Selatan, dan Kecamatan Balikpapan Tengah.
Untuk Kota Samarinda pada Jumat pagi atau sekitar pukul 05.00 Wita, terjadi di empat kecamatan, yakni Kecamatan Loa Janan Ilir, Sungai Kunjang, Samarinda Seberang dan Kecamatan Palaran.
Kabupaten Paser pada Kamis siang terjadi di Kecamatan Muara Samu, pada Jumat dini hari dan pagi terjadi di Kecamatan Long Ikis, Long Kali dan Kecamatan Tanjung Harapan.
Di Kabupaten Kutai Barat, pada Jumat pagi sekitar pukul 05.00 Wita, hujan petir diprakirakan terjadi Kecamatan Bongan dan Penyinggahan, sementara kecamatan lainnya hujan ringan.
"Untuk Kabupaten Penajam Paser Utara, hujan petir diprakirakan terjadi pada Jumat pagi pukul 05.00 dan 08.00 Wita di Kecamatan Penajam, Babulu dan Kecamatan Waru," ujar Carolina. (Ant/OL-16)
Cuaca buruk berupa hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang kembali melanda sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan dalam beberapa hari terakhir.
Pola hujan pada awal tahun 2026 di Pulau Jawa menunjukkan karakter yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Harga ikan di Pasar Tradisional Naikoten 1 dan Pasar Ikan Oeba, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur mengalami kenaikan signifikan akibat cuaca buruk.
CUACA buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi mulai melanda perairan Sumba, Nusa Tenggara Timur. Kondisi ini berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenot'ek, mengatakan, saat ini Bibit Siklon Tropis 97S yang berada di wilayah utara Benua Australia
Hasil analisis atmosfer terkini menunjukkan adanya penguatan Monsun Asia yang membawa aliran angin baratan cukup dominan di wilayah Indonesia.
Mandi air hangat bukan sekadar untuk kenyamanan, melainkan langkah krusial untuk membantu menghilangkan kotoran dari lumpur serta menjaga suhu tubuh agar tidak kedinginan.
hujan menyebabkan adanya genangan-genangan di beberapa tempat. Kondisi ini menjadi faktor utama berkembangnya nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD)
BMKG merilis prakiraan cuaca Jakarta Kamis 5 Februari 2026. Waspadai potensi hujan petir dan angin kencang di seluruh wilayah DKI Jakarta. Cek detailnya!
Dampak dari kondisi cuaca ini, kata dia, juga berpotensi terjadi gelombang tinggi yang berkisar antara 1,5 meter hingga 2,5 meter di perairan wilayah Aceh bagian barat dan selatan.
Istilah awan kontainer tidak dikenal dalam ilmu meteorologi. Narasi yang beredar di masyarakat merupakan bentuk kesalahpahaman dalam memahami fenomena atmosfer.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved