Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BELAKANGAN ini ramai diperbincangkan publik di Provinsi Sumatera Utara terkait isu kasus yang berkembang mengenai tender lanjutan Mega Proyek yang dimenangkan oleh PT Waskita (BUMN), KSO dengan PT. Sumber Mitra Sejati (SMJ) dan PT. Pijar Utama.
Hal tersebut mendapat sorotan dari Ketua Pengurus Besar (PB) HMI Imam Nasution, Sabtu (20/8), saat memberikan keterangan. "Dari Mega Proyek itu terindikasi adanya tiga orang broker yang berperan melakukan "deal" KSO Waskita SMJ Utama dengan dugaan fee proyek didepan," kata Imam.
Ia menambahkan, proyek infrastruktur multi years jalan dan jembatan di Provinsi Sumatera Utara ini dalam penyusunan anggarannya dan tidak sesuai dengan aturan yang ada, sebagaimana surat Kemendagri kepada Gubernur Sumatera Utara perihal proyek tersebut. "Perihal ini harus ada mekanisme prosedurnya ulang atau harusnya dibatalkan proyek tersebut," ujarnya.
Selain itu, Imam meminta KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) untuk segera turun memeriksa proses mekanisme prosedur proyek multiyears yang dianggap tidak sesuai dengan aturan tersebut. "Apakah ini murni kesalahan administrasi atau memang ada unsur kesengajaan yang melibatkan pihak pihak Pejabat Pemprov Sumut dan Pimpinan DPRD Provinsi , jangan sampai ada pemufakatan jahat di proyek ini," ungkap Imam.
Terlebih lagi adanya dugaan 3 broker yang bermain di proyek multiyears yaitu orang terdekat dengan Edy Rahmayadi selaku Gubernur Sumatera Utara.
"Kalau memang dugaan itu benar, ketiga broker yang melakukan "deal" dengan fee diawal dan itu orang orang terdekatnya Gubsu, maka itu harus secepatnya ditindaklanjuti dan diperiksa segera," tandas Imam.
“Kemudian Imam juga menjelaskan Proyek infrastruktur 2,7 Triliun itu jelas disengaja menyalahi prosedur dan dipaksakan secara mendadak. Tidak dibahas di DPRD, tapi anehnya Pimpinan DPRD Baskami Ginting dan Rahmansyah Sibarani malah teken persetujuan,” tegasnya.
“Proyek 2,7 triliun itu tidak dibahas di KUA PPAS bersama DPRD, tapi pimpinan DPRD nya menandatangani persetujuan. Itu satu bukti pemufakatan jahat di legislatif. Begitu juga di Pemprov Sumut," tutup Imam. (OL-13)
Inovasi teknologi migas kembali diadaptasi PT Pertamina Gas (Pertagas) untuk menjawab persoalan dasar masyarakat desa, khususnya dalam menjaga infrastruktur pipa air.
Banyak perumahan gagal dihuni akibat minim infrastruktur dasar. Wamen PU menegaskan hunian harus terintegrasi, akademisi sebut kumuh akibat sistem.
Ekspansi proyek perumahan nasional dan percepatan Proyek Strategis Nasional (PSN) membuka peluang besar bagi industri penyedia material mechanical, electrical & plumbing (MEP).
Pemkab Bekasi menetapkan pelebaran Jalan Raya Pilar-Sukatani sebagai prioritas 2026. Anggaran ratusan miliar disiapkan untuk pembebasan lahan demi mengurai kemacetan kronis.
Menutup tahun 2025, Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) melihat perjalanan kawasan industri sebagai cermin dinamika ekonomi Indonesia yang terus bergerak.
Presiden menekankan bahwa percepatan penyelesaian infrastruktur penghubung bersifat vital demi memulihkan mobilitas warga dan distribusi logistik.
Meskipun sejauh ini singa telah beradaptasi, semut berkepala besar dapat menimbulkan masalah bagi spesies lain.
Ilman Sudarwan (29) yang menjadi korban investasi bodong yang dilakukan kerabatnya sendiri. Pelaku Tubagus Liga Oktaviandi melakukan aksinya sejak 2021.
Kerugian itu, berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi oleh DPRD Makassar, yang menyebutkan ada kerugian Rp700 juta, terbagi atas Rp260 juta pada triwulan I, dan Rp469 juta pada triwulan II.
Satu tersangkanya yaitu BR yang menjabat Direktur Utama PT GTS periode 2014 sampai dengan September 2017.
BARESKRIM Polri mengambil alih kasus dugaan investasi bodong yang diadukan Sri Hartini saat rapat dengar pendapat DPR RI dengan Polri Rabu (13/4) kemarin.
Diperkirakan ada 2.000 pengunjung dari dalam dan luar negeri yang mendatangi Bali.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved