Kamis 18 Agustus 2022, 18:36 WIB

Temukan Pungli di Lapas, Kanwil Kemenkumham Sulsel segera Beri Sanksi

Lina Herlina | Nusantara
Temukan Pungli di Lapas, Kanwil Kemenkumham Sulsel segera Beri Sanksi

Medcom
Ilustrasi lapas

 

KEPALA Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Selatan, Liberti Sitinjak, mengatakan pihaknya menemukan praktik pungutan liar (pungli) di Lapas Kelas 2A Parepare dan Lapas 2B Takalar. Pungli itu ditengarai untuk biaya bebas bersyarat bagi warga binaan di lapas.

"Kini tim masih melakukan penelusuran mendalam. Pasalnya, dugaan aksi pungli itu pasti bukan hanya satu orang yang terlibat. Pasti ada orang lain dan itu yang sementara diselidiki," jelas Liberti di Makassar, Kamis (18/8).

Dia memastikan akan memberikan sanksi terhadap semua pihak yang terlibat. Mulai dari kepala lembaga pemasyarakatan (kalapas) hingga
pihak lain atau pegawai lain yang terlibat. Pungli itu ditengarai untuk biaya bebas bersyarat bagi warga binaan di lapas.


Baca juga: Kalapas Takalar Nonaktif Bantah Lakukan Pungli Itu Uang Titipan Napi


"Namun untuk sanksinya hanya sanksi adminstrasi. Mulai dari penundaan kenaikan jabatan atau pangkat dan sanksi lainnya. Sanksi administrasinya masih dibahas. Yang pasti kami akan telusuri hingga tuntas dan mereka akan diberikan sanksi sesuai dengan aturan yang ada," lanjut Liberti.

Sebelumnya, Kalapas Kelas 2A Parepare Zainuddin dan Kalapan Kelas 2B Takalar Rasbil sudah dibebastugaskan sejak 1 Agustus. Menurut Kepala Divisi Lembaga Pemasyarakatan (Kadivpas) Kanwil Kemenkumham Sulsel, Suprato, pencopotan keduanya hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Meski kedua kalapas itu sempat membantah melakukan pungli dan tidak tahu menahu praktik pungli di wilayah tugas mereka, tim investigasi dari Kanwil Kemenkumham Sulsesl menemukan terjadi pungli di sana.

Sementara itu, Direktur Lembaga Anti Korupsi Sulsel (Laksus) Muh Ansar menyesalkan jika sanksi yang diberikan kepada pelaku pungli hanya
sanksi administrasi.

"Harus juga ada pidananya. Sanksi administrasi efek jeranya tidak akan maksimal," katanya. (OL-16)

Baca Juga

ANTARA/Umarul Faruq

PVMBG: Aktivitas Vulkanik Gunung Semeru Cenderung Mereda

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 05 Desember 2022, 23:57 WIB
PVMBG mengambil langkah mitigasi dengan menaikkan status Gunung Semeru dari sebelumnya Level III atau Siaga menjadi Level II atau...
dok.ist

GMC Sumsel Gelar Gerakan Milenial Cinta Lingkungan

👤Dwi Apriani 🕔Senin 05 Desember 2022, 23:10 WIB
Ganjar Milenial Center (GMC) memperkuat program gotong royong untuk konsolidasi dukungan bagi Ganjar Pranowo Presiden...
DOK.MI

Polisi Tahan WN AS Pelaku Kekerasan Seksual di Vila Canggu

👤Arnoldus Dhae 🕔Senin 05 Desember 2022, 23:00 WIB
Bule asal California, Amerika Serikat, JPA Jr, 38, diduga melakukan kekerasan seksual terhadap warga negara Filipina BJCB,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya