Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
JUMLAH bangunan SD di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang kondisinya membutuhkan rehab berat baru terdata sebanyak 148 sekolah. Jumlahnya kemungkinan bisa terus bertambah lantaran sampai sekarang masih terus dilakukan pendataan di lapangan.
Pemkab Cianjur melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) mengupayakan perbaikannya yang diagendakan berjalan tahun depan. Biayanya akan dialokasikan dari dana alokasi khusus (DAK) maupun dana alokasi umum (DAU).
Sekretaris Disdikpora Kabupaten Cianjur, Rudiansyah, tak menafikan masih cukup banyak bangunan SD yang perlu perbaikan. Terutama yang kondisinya dilaporkan mengalami runtuh atau ambruk.
"Jumlah SD di Kabupaten Cianjur memang sangat banyak. Jumlahnya ada sebanyak 1.254 sekolah. Sampai hari ini kami juga masih menerima laporan ada yang runtuh, ambruk, dan sebagainya. Data terakhir yang kami terima, setidaknya ada 148 sekolah yang perlu direhab berat," terang Rudiansyah, Rabu (17/8).
Jumlah sekolah yang terdata rusak, kata Rudiansyah, merupakan hasil pemetaan sarana dan prasarana. Jumlahnya bisa jadi akan terus bertambah karena saat ini Disdikpora membuka ruang pelaporan sekolah rusak dengan pelibatan semua Koordinator Pendidikan (Kordik) di setiap kecamatan.
"Dari hasil pemetaan ini, tentu berkaitan dengan posisi bantuan yang akan diberikan ke setiap sekolah yang rusak. Pada 2023 kita memang sedang fokus ke arah sana (perbaikan). Mudah-mudahan bisa di-cover dari bantuan DAK (dana alokasi khusus) dan DAU (dana alokasi umum) tahun 2023," bebernya.
Secara rinci, Rudiansyah menyebut, jika rata-rata di satu sekolah terdapat tiga ruangan kelas yang rusak, maka keseluruhan sebanyak 444 ruangan yang perlu perbaikan. Biayanya pun tentu akan sangat besar karena satu ruangan kelas diestimasi bisa menelan anggaran kisaran Rp100 juta.
"Kami tentu berharap, sedikit demi sedikit sarana dan prasarana di tingkat SD bisa terselesaikan. Sehingga, baik fasilitas, kondisi, maupun pembelajaran lebih bagus lagi," jelasnya.
Hal lain yang perlu ditekankan, sebut Rudiansyah, berkaitan dengan peran dan kemampuan operator data pokok pendidikan (Dapodik). Pasalnya, jika operator tidak akurat menginput data, maka dikhawatirkan sekolah yang kondisinya rusak tak akan mendapatkan bantuan.
"Yang terjadi selama ini kadang ada operator dapodik yang salah menginput data. Makanya kami terus sosialisasikan ke operator agar penginputan data harus valid, akurat, dan riil," tegasnya.
Rudiansyah tak memungkiri di lapangan masih terjadi sekolah yang berupaya memanipulasi data sarana dan prasarana. Hanya karena ingin mendapatkan status akreditasi, operator dapodik menyamarkan data sarana dan prasarana yang sesungguhnya.
"Misalnya bangunan sekolah itu faktanya rusak. Tapi karena ingin mendapatkan akreditasi, maka pada dapodiknya diinput kondisi sarana dan prasarana sekolahnya bagus. Jelas ini akan berdampak mereka tak akan mendapatkan bantuan soalnya kan sekarang harus by data," pungkasnya. (OL-13)
Baca Juga: Santri di Banten Doa Bersama untuk Indonesia Lebih Baik di 2024
WAKIL Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar, mengajak anak-anak Indonesia untuk berempati dan peduli kepada masyarakat yang terdampak bencana Sumatra.
BADAN Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) memberikan 120 Buku Teks Utama (BTU) Pendidikan Pancasila kepada sekolah jenjang pendidikan Dasar dan Menengah di Kota Singkawang
Pelajar sekolah dasar (SD) di tiga desa yang berada di Morowali Utara yaitu Desa Bunta, Bungintimbe, dan Tanauge mendapatkan bantuan sepatu dan tas sekolah
SDN 1 Porara di Desa Morosi kini memiliki 16 ruang kelas, 22 guru, serta 500 murid, dengan 107 siswa baru tercatat pada tahun ajaran 2025.
Kegiatan ini diikuti siswa sekolah dasar kelas 5–6 dari Bojonegoro dan Jakarta dengan semangat besar untuk belajar sains, teknologi, engineering, dan matematika (STEM).
PHBS ini sebenarnya utamanya untuk anak-anak usia sekolah, karena biasanya mereka sudah dikasih untuk makan bekal sendiri, jadi sudah dilepas sama orangtua.
Pelaku mengincar harta benda milik korban yang merupakan mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Serangan hama terjadi di lahan sawah yang berada di Kampung Pasirangin, Babakan, Pasirmalaka, Pasirkunci, dan Pasirsasaungan.
Pembangunan renovasi bangunan rutilahu milik almarhum dikerjakan setelah terlebih dulu dilakukan survei dan kajian.
Data anak yang kedapatan tidak sekolah itu diperoleh dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin). Pendataan dilakukan melalui hasil survei pada tahun lalu.
Upaya mensterilkan lahan eks TPA Pasirsembung akan dikerjasamakan dengan pihak ketiga.
Rute kereta api wisata Jaka Lalana diharapkan bisa memperkuat potensi penerimaan pendapatan daerah karena Cianjur akan menjadi destinasi para wisatawan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved