Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Bangka Belitung (Babel) melakukan Operasi Pasar (OP) guna menekan lanjut Inflasi yang saat ini sebesar 7,7 %(mtm).
Kepala perwakilan Bank Indonesia Babel, Budi Widihartanto mengatakan, BI pusat serta daerah berkomitmen dan bersinergi bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah melalui gerakan nasional pengendali pangan.
Hal ini dilakukan menurut dia dalam rangka stabilisasi harga bapok bagi kebutuhan masyarakat.
"Kita bersama TPID, Disperindag dan para distributor berkomitmen menjaga stabilisasi harga Bahan Pokok (Bapok) dengan menggelar operasi pasar murah khusus di Kota Pangkalpinang," kata Budi. Saat pelaksanaan OP dan Sosialisasi Qris di Terminal Selindung Pangkalpinang, Kamis (11/10).
Pihaknya berharap melalui OP murah ini. Semakin meningkatkan daya beli masyarakat di tengah melonjaknya sejumlah bapok.
"Kita harap dengan OP murah ini dapat menekan inflasi di Provinsi kita, kita ketahui kebutuhan bapok kita banyak di suply dari luar daerah. Makanya OP ini sangat perlu agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,"ujarnya.
Sementara Asisten II Gubernur Babel. Yanuar mengaku hampir 80 persen kebutuhan pokok Babel di pasok dari luar daerah. Sehingga memberikan dampak terhadap kenaikan harga khusus cabai rawit dan cabai merah kriting.
"Saya rasa OP seperti ini harus sering dilaksanakan. Agar harga bisa stabil dan masyarakat terbantu "kata Yanuar.(OL-13)
Baca Juga: Sayur Mayur Asal Kabupaten Ende Dominasi Pasar di Sikka
SEJUMLAH komoditas bahan pokok di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mengalami kelangkaan dalam dua pekan terakhir menjelang Ramadan 2026.
Harga kebutuhan pokok yang dijual di gerakan pangan murah seperti minyak goreng, Rp19 ribu per liter, gula pasir Rp18 ribu per kilogram, tepung Rp10 ribu per kilogram.
Sidak ini merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi potensi penimbunan, permainan harga, maupun kelangkaan bahan pangan
Kenaikan harga di pasar tradisional terjadi pada telur, daging ayam, bawang merah, bawang putih, daging sapi, beras premium dan sayuran
Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Nasional per 6 Januari 2026, komoditas seperti beras, daging ayam, telur ayam, gula, dan daging sapi masih mencukupi untuk tiga bulan ke depan.
Pasar Kamp itu timbul dadakan atas inisiatif pedagang Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe yang berjualan di jalur itu untuk meringankan pedagang dari Bener Meriah serta Aceh Tengah.
Harga bahan pokok yang mengalami penurunan mencolok terjadi pada komoditas cabai rawit merah, dari Rp110.000 menjadi Rp76.000 per kilogram.
Harga cabai rawit merah melonjak drastis dari Rp100.000 menjadi Rp140.000 per kilogram. Selain karena permintaan, faktor cuaca juga berpengaruh besar.
Cuaca buruk yang terjadi beberapa bulan terakhir cukup memengaruhi produksi yang berdampak berkurangnya pasokan. Di sisi lain, permintaan masyarakat cenderung meningkat.
Berdasarkan pantauan di Pasar Gedhe Klaten pada Minggu (22/2), harga cabai rawit merah di tingkat pedagang eceran telah mencapai Rp110.000 per kilogram.
Cabai besar keriting dijual seharga Rp70.000 per kilogram dari harga sebelumnya yang hanya Rp45.000 per kilogram.
Harga cabai rawit merah di Pasar Induk Kramat Jati hari ini (21/2) turun jadi Rp55.000/kg usai diguyur pasokan Kementan. Cek detail harganya di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved