Kamis 28 Juli 2022, 12:03 WIB

ISEI Dorong Optimalisasi Potensi Perikanan di Jawa Barat

mediaindonesia.com | Nusantara
ISEI Dorong Optimalisasi Potensi Perikanan di Jawa Barat

Ist
Sarasehan sehari bertajuk 'Langkah Kolaboratif Memanfaaatkan Potensi Maritim dan Perikanan Wilayah Priangan Timur'

 

Di tengah ketidakpastian global yang membuat pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan menyusut, Indonesia memiliki harapan untuk tetap bertahan bahkan bangkit. 

Salah satunya, melalui optimalisasi sektor perikanan dan kelautan. Pembenahan berbagai kesenjangan dalam pengembangan sektor tersebut dinilai penting untuk segera dilakukan.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Koordinator Jawa Barat (ISEI Jabar), Martha Fani Cahyandito, dalam sarasehan sehari bertajuk 'Langkah Kolaboratif Memanfaaatkan Potensi Maritim dan Perikanan Wilayah Priangan Timur' beberapa waktu lalu yang diikuti stakeholder terkait.

Sarehan itu merupakan salah satu rangkaian kegiatan West Java Economic Society (WJES) yang diselenggarakan oleh ISEI Jabar dan Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Jabar. 

Menurut Cahyandito, pengembangan sektor perikanan dan kelautan Indonesia yang diestimasikan memiliki potensi sebesar 12 juta ton per tahun memerlukan penguatan strategi serta kebijakan yang terkait dengan problem yang muncul di setiap wilayah. 

Untuk Jawa Barat, fokus pembenahan harus diprioritaskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, infrastuktur, sistem logistik, industri pengolahan, serta dukungan pembiayaan pada pelaku sektor perikanan dan kelautan.

Baca juga: KKP Pasang Satelit 24 Jam Awasi Kapal Asing Ilegal 

“Sarasehan menyimpulkan, rantai pasok dari nelayan ke industri pengolahan masih belum efisien. Diperlukan sistem logistik terpadu dengan membangun cold storage di beberapa kota dan kabupaten guna memudahkan distribusi ke industri pengolahan,” ujar Martha Fani Cahyandito, Kamis (28/7) dalam keterangan tertulisnya.

Hal lain yang perlu mendapatkan perhatian khusus adalah pengembangan potensi perikanan budidaya yang melimpah dengan meningkatkan penggunaan teknologi serta menerapkan standarisasi agar mutu produk yang dihasilkan sesuai dengan standar internasional.

“Potensi tambak di Jawa Barat luar biasa, salah satunya tambak udang vaname. Perlu inovasi untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi, antara lain dengan adopsi teknologi ramah lingkungan,” lanjutnya. 

Secara khusus sarasehan juga menyoroti tingkat kesejahteraan nelayan yang masih rendah.

Proses bisnis dalam sektor perikanan dinilai belum mendukung keadilan ekonomi, sehingga dapat menyurutkan semangat generasi muda untuk terjun ke dalam sektor ini.

“Kami mendorong sinergi sektor perikanan dengan sektor keuangan dan perbankan supaya lahir skema-skema pembiayaan usaha perikanan yang murah dan gampang diakses," jelasnya.

"Diperlukan pula inovasi bagi munculnya produk asuransi perlindungan nelayan dan petambak yang membantu mereka mengantisipasi berbagai risiko kerugian,” pungkas Martha. (RO/OL-09)

Baca Juga

Dok. Pribadi

Persiapan Jelang HUT Provinsi Maluku ke-77 Sudah 90 Persen

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 23:55 WIB
Pelaksanaan rapat paripurna istimewa DPRD Provinsi Maluku dalam rangka HUT Provinsi Maluku ke-77 akan berlangsung pada pukul 14.00 WIT,...
DOK.MI

BPBD: 696 Rumah Warga Medan Terendam Banjir, 2.247 Jiwa Terdampak

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 23:30 WIB
BPBD juga sempat mengevakuasi 14 korban banjir di dua titik, yakni Jalan Luku, Gang Bersama, Kuala Bekala lima orang terdiri atas dua...
ANTARA

Ribuan Warga Bentangkan Bendera Merah Putih di Pantai Pangandaran

👤Kristiadi 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 23:00 WIB
Kegiatan ini diharapkan menumbuhkan nasionalisme dan menanamkan semangat patriotisme di dada rakyat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya