Rabu 27 Juli 2022, 20:17 WIB

Sumut Kebut Penyelesaian Proyek Infrastruktur Jalan

Yoseph Pencawan | Nusantara
Sumut Kebut Penyelesaian Proyek Infrastruktur Jalan

DOK MI
Ilustrasi

 

10 ruas jalan di berbagai wilayah Sumatera Utara (Sumut) mulai dilakukan perbaikan dan akan menjalani pengaspalan pada akhir Agustus 2022.

Kesepuluh ruas jalan provinsi tersebut antara lain Simpang Pertempuran Batas Medan (Marelan), Jalur Alternatif Medan-Berastagi (Kutalimbaru), Batas Pematangsiantar-P. Raya (Panei) serta Tanah Jawa-Batas Asahan. Kemudian Batas Pematangsiantar-Tanah Jawa, Jalan PLTA Sidikalang, Jalan Huta Jungak (Pakpak Bharat), Gunung Tua-Binanga (Paluta), Ujung Batu-Batas Riau (Palas) serta Muara Soma-Simpang Gambir (Madina).
 
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sumut Bambang Pardede mengatakan, proyek perbaikan jalan provinsi sepanjang 450 km sudah pada tahap fungsional. Saat ini sedang dilakukan normalisasi samping jalan, drainase, pemasangan batu, merapikan bahu jalan, menambal jalan berlubang serta pengerasan jalan.

"Ini merupakan tahap awal sebelum pengaspalan agar mendapat hasil maksimal," ujarnya, Rabu (27/7).

Menurut dia, kontraktor bahkan sudah melakukannya sejak akhir Juni. Pada tahap awal, pekerjaan perbaikan dilakukan terhadap 10 ruas jalan yang tersebar di beberapa daerah, yakni Medan, Delisedang, Karo, Pematangsiantar, Simalungun, Asahan, Dairi, Pakpak Bharat, Padanglawas (Palas), Padanglawas Utara (Paluta) dan Mandailing Natal (Madina)

Bambang mengatakan, tahap fungsional akan selesai sekitar tiga pekan lagi. Setelah itu akan dilanjutkan dengan pengaspalan mulai akhir Agustus 2022.

Disebutkan, Pemprov Sumut menargetkan pada tahun ini dapat menyelesaikan perbaikan 33% atau 53 ruas dari 450 km jalan yang rusak. Sebanyak 67% sisanya akan diselesaikan pada tahun depan.

Secara keseluruhan, terdapat 167 paket pengerjaan pada proyek ini, meliputi perbaikan jalan dan drainase serta pembangunan jembatan dan bronjong. Adapun objek infrastruktur yang menjadi sasaran ditentukan dengan pertimbangan skala prioritas.

Infrastruktur penunjang kawasan pariwisata, pertanian dan jumlah penduduk termasuk pertimbangan penting. Tingkat kerusakan jalan juga menjadi aspek yang diperhatikan.

"Dana kita terbatas sehingga harus ada skala prioritas. Kita hanya punya Rp2,7 triliun dan dianggarkan secara multiyears," pungkasnya. (OL-15)

Baca Juga

Metrotv/Fransikus Gerardus

Kapolres Flotim Bagikan Bendera Merah Putih Serta Sembako di Desa Terpencil 

👤Fransikus Gerardus 🕔Selasa 16 Agustus 2022, 08:00 WIB
Bakti sosial itu digelar setelah menempuh perjalanan yang berat ke sebuah desa terpencil yang ada di Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten...
Ant/Ernes Broning Kakisina

Pemkot Sorong Resmikan Stadion Mini Berstandar internasional

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 16 Agustus 2022, 07:34 WIB
WALI Kota Sorong Lambert Jitmau, Senin, meresmikan stadion sepakbola mini dengan desain lapangan berstandar...
ANTARA FOTO/Reno Esnir

Dewa Meriahkan Perayaan HUT ke-77 Jawa Barat

👤Bayu Anggoro 🕔Senin 15 Agustus 2022, 22:55 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang menginginkan perayaan ini dirasakan oleh seluruh...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya