Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG pemuda bernama Dede Hendra (23) disetop polisi lalu lintas (Polantas) malah mencaci maka polisi. Padahal warga Ciakar, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, itu disetop polisi karena mengendarai sepeda motor tanpa memakai helm. Setelah diperiksa juga tidak memiliki SIM dan motornya bernopol Z 5266 ME tidak dilengkapi STNK.
Hal itu terlihat dalam video berdurasi 2.25 detik yang viral di Kota Tasikmalaya. Di vidio itu terlihat pengendara membawa gitar bersama temannya dan melewati jalan Taman Kota tanpa helm dan langsung dihentikan petugas. Pengendara bukannya takut malah ngamuk dan memarahi Polisi dengan kata-kata kasar terucap hai, goblog, anjing, hargaan aing paling oge anteurkeun aing rek balik, ka Ciakar balik deui kadieu (Antarkan saya pulang ke Ciakar nanti balik lagi ke sini) bentaknya.
Anggota Satlantas Polres Tasikmalaya Kota, Aipda Ade Kristiana yang dibentak-bentak terlihat menahan diri. Ade mengatakan, saat itu pihaknya sedang melakukan rekayasa lalu lintas di jalan Lembaga Pemasyarakatan menuju arah KHZ Mustofa, melihat pengendara tidak pakai helm, kaca spion dan nomer polisi depan tak ada, spontan dihentikan. Namun, pengendara tersebut malah ngamuk dan membentak dengan kata kasar.
"Setelah diberhentikan, pengendaranya malah membentak dengan kata-kata kasar. Saat diperiksa surat-surat berkendaraan malah mencari pembenaran, menyalahkan petugas di lapangan. Saya berusaha bersabar dan tetap tegas karena dia melakukan kesalahan, kami tetap melakukan penindakan secara humanis," kata Ade, Jumat (22/7/2022).
Diakui Aipda Ade, dirinya bisa saja memukul atau menampar mulut kotor pemuda tersebut. Sebab sudah melakukan kesalahan malah melawan dan membentak-bentak petugas. Namun, dia tetap sabar dan berusaha bertindak sesuai aturan yang ditetapkan. Sabar dan dengan ketegasan akhirnya pengendara tersebut bersama sepeda motornya dibawa ke Mapolres Tasikmalaya.
"Kami harus sabar menghadapi masalah seperti ini, memang kata-katanya kasar dan tidak sopan. Penginnya nampar saja, tapi kami harus bisa sabar dan tetap memberikan pelayanan terhadap masyarakat," paparnya. (OL-13)
Baca Juga: Keluarga Korban Puas WNA Penyiram Air Keras Divonis Seumur Hidup
Adapun rinciannya antara lain, lalu lintas di Gerbang Tol Cengkareng menuju Bandara Soekarno-Hatta tercatat sebanyak 685.453 kendaraan atau naik 3,25% dibandingkan tahun lalu.
Dalam teori lalu lintas, gerbang tol merupakan "bottleneck" atau titik penyempitan kapasitas akibat kendaraan harus melambat bahkan berhenti.
Jalur Puncak terpantau lancar pada H-7 Lebaran 2026 dengan volume 1.100 kendaraan/jam. Simak 6 titik rawan macet saat jam ngabuburit sore ini.
Simak kronologi lengkap pengemudi Calya (HM) yang ugal-ugalan dan lawan arus di Gunung Sahari, Jakpus. Polisi ungkap alasan pelaku hingga temuan sajam di mobil.
Polisi mengimbau warga agar tetap mematuhi aturan lalu lintas dan tidak melakukan pelanggaran demi kepentingan sesaat, seperti membeli penganan berbuka.
SEBANYAK 1,5 juta kendaraan menuju ke Kota Bandung, Jawa Barat selama libur panjang Tahun Baru Imlek 2026 pada periode 13 - 15 Februari. Berdasarkan catatan Polrestabes Bandung
Ketua YLBHI Muhamad Isnur menyoroti adanya perbedaan data terduga pelaku penyiraman air keras aktivis KontraS, Andrie Yunus yang diungkap oleh kepolisian dan TNI.
Kisah haru Aipda Arno di Manggarai, NTT. Berlutut sambil menangis demi memohon warga binaannya agar tidak bentrok. Simak aksi humanis sang polisi di sini
Menurut Oegroseno, semestinya hal-hal seperti ini tidak terjadi, karena tak diatur oleh KUHAP.
Trunoyudo menyebutkan bahwa momentum bulan suci Ramadan turut melandasi semangat kedua belah pihak untuk saling memaafkan dan melakukan introspeksi diri.
ANGGOTA Komisi III DPR RI dari Fraksi PKB, Abdullah menyoroti penembakan remaja oleh oknum polisi di Makassar, Sulawesi Selatan. Perlu evaluasi SOP senjata api
Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (Dema PTKIN) Se-Indonesia mengapresiasi pola pengamanan kepolisian dalam aksi unjuk rasa mahasiswa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved