Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM waktu 12 jam dari pukul 18.00 WIB hari Senin (18/7) hingga pukul 06.00 WIB hari Selasa (19/7) telah terjadi 90 kali gempa di kawasan puncak Gunung Merapi.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi Alzwar Nurmanaji, Selasa (19/7) menjelaskan, terbanyak adalah jenis gempa guguran. "Gempa guguran terjadi sebanyak 78 kali dengan amplitudo pada kisaran 3 milimeter hingga 22 milimeter, durasi terpendek 23,1 detik dan terpanjang 153 detik," kata Alzwar.
Sedangkan gempa lainnya, seperti gempa hembusan sebanyak lima kali, tektonik jauh dua kali dan fase banyak atau hybrid lima kali.
Alzwar menambahkan sepanjang 12 jam tersebut teramati empat kali guguran lava ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimal 1.800 meter. "Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 20-30 m di atas puncak kawah," katanya.
Tinggi Gelombang Laut
Sementara dari Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta, hari Selasa menyebutkan tinggi gelombang di perairan selatan DIY akan berkisar 2,5 meter hingga 4,0 meter atau dalam kategori tinggi.
Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Reni Kraningtyas, Selasa menjelaskan kondisi cuaca di DIY pagi hari cerah berawan dan siang hingga sore berpotensi terjadi hujan ringan di wilayah Kabupaten Sleman dan Kabupaten Kulonprogo bagian utara.
"Malam hari hingga dinihari berikutnya berawan," katanya. (OL-13)
Baca Juga: Pesawat TNI AU Jatuh di Blora Saat Latihan Terbang Malam
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) gempa Sumba tersebut terjadi pada pukul 18.41 WIB.
DUA bangunan rumah warga di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dilaporkan rusak terdampak gempa 4,2 magnitudo, Minggu (15/3). Kedua bangunan itu berada di dua lokasi berbeda.
BMKG melaporkan gempa bumi tektonik di Laut Selatan Sukabumi, Jawa Barat hari ini 13 Maret 2026 dini hari pukul 02.18 WIB. berdasarkan BMKG gempa terkini itu tak berpotensi tsunami
Gempa bumi 5,4 magnitudo yang terjadi berpusat di Kota Sukabumi kedalaman 43 kilometer tidak berpotensi tsunami.
BMKG mencatat sedikitnya 20 gempa bumi berkekuatan magnitudo 2,1 hingga 4,1 terjadi di berbagai wilayah Indonesia pada Selasa (10/3) dini hari.
Menurut BMKG, gempa Sukabumi itu berada di 7.62 LS dan 106.41 BT, 71 kilometer dari barat daya Kabupaten Sukabumi, atau tepatnya ada di 26 kilometer laut.
Getaran gempa M4,2 memang cukup besar di beberapa wilayah. Namun, sampai saat ini dilaporkan belum ada dampak kerusakan akibat gempa.
Gempa bumi 5,4 magnitudo yang terjadi berpusat di Kota Sukabumi kedalaman 43 kilometer tidak berpotensi tsunami.
KABUPATEN Sukabumi, Jawa Barat, diguncang gempa tektonik bermagnitudo 5,4, Jumat (13/3) sekitar pukul 02.18 WIB.
BMKG mencatat sedikitnya 20 gempa bumi berkekuatan magnitudo 2,1 hingga 4,1 terjadi di berbagai wilayah Indonesia pada Selasa (10/3) dini hari.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,4 mengguncang wilayah 94 kilometer tenggara Kabupaten Simeulue pada Senin, 3 Maret 2026, pukul 11.56.45 WIB.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved