Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KEGUNDAHAN petani kelapa sawit di kawasan Provinsi Aceh masih terus terjadi. Keinginan hati untuk lebih baik setelah pergantian Menteri Perdagangan dari Muhammad Lutfi ke Zulkifli Hasan (Zulhas) pada 15 Juni 2022 ternyata hanya isapan jempol.
Pasalnya, harga sawit tandan buah segar (TBS) sekarang semakin anjlok. Di akhir masa jabatan Lutfi, harga sawit TBS sekitar Rp1.400 hingga Rp1.700 per kg (kilogram). Sekarang pada awal kepemimpinan Zulhas, harganya malah turun menjadi berkisar Rp800 hingga Rp700 per kg. Ironinya sekarang harga turun lagi ke level terendah sejak awal Januari.
Berdasarkan penelusuran Media lndonesia pada Minggu (17/7) di Kabupaten Aceh Utara, harga sawit tandan buah segar tingkat pedagang pengumpul berkisar Rp600 hingga Rp700 per kg. Harga tersebut lebih rendah dari sebelum Idul Adha 1443 H (dua pekan lalu) yaitu Rp800 per kg.
Mengamati kondisi geliat pasar setempat, harga buah jenis palem bahan baku minyak goreng itu bukan membaik tetapi malah semakin turun. Ini menjadi pukulan telak karena meredupkan perekonomian petani. "Kami merasakan kondisi ini semakin buruk. Permainan pasar dan aksi Menteri Perdagangan yang baru, seperti berjalan berbeda arah atau lain tujuan. Di sini terkesan merusak kedaulatan pemerintah," tutur Usman, tokoh petani sawit di Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara.
Baca juga: Tidak Divaksinasi, Korban Gigitan Anjing Rabies di Flores Meninggal
Keluhan hampir serupa juga disampaikan oleh Bakhtiar, petani sawit, di Desa Blang Ara, Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara. Menurutnya, harga sawit Rp700 per kg tidak sesuai dengan ongkos kerja. Dia mencontohkan ongkos petik pekerja dan upah angkut Rp300 per kg. Kalau harga TBS Rp700 per kg berarti tersisa uang Rp400. Ini belum termasuk biaya lain yang harus dikeluarkan setiap kali panen dua pekan sekali.
"Ironi memang. Apalagi harga Rp600 atau Rp500 bukan hanya tidak mendapat untung, tetapi malah harus mengeluarkan uang lain dari kantong. Itu belum termasuk kebutuhan pupuk dan biaya membersihkan lahan yang harus dipenuhi setiap jatuh tempo," tambah Bakhtiar dengan raut wajah kecewa. (OL-14)
Perubahan iklim global kini menjadi realitas ilmiah yang tidak terbantahkan dan berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra.
BERBAGAI komentar negatif terus dinarasikan dalam beberapa bulan terakhir ini terkait dengan komoditas nonmigas andalan utama ekonomi nasional, yakni kelapa sawit.
Industri kelapa sawit terus dipandang sebagai salah satu sektor strategis perekonomian nasional,
Dengan mengurangi harga barang yang dilaporkan, maka bea masuk yang dibayarkan juga akan berkurang dan hal tersebut sangat merugikan ekonomi dari sisi pendapatan negara.
Purbaya mengingatkan, ke depan pihaknya tidak akan memberikan kesempatan perusahaan-perusahaan kelapa sawit untuk bisa kembali melakukan praktik under invoicing.
KSPSI menekankan pentingnya standar hubungan industrial yang setara dan berkeadilan di sektor perkebunan kelapa sawit.
PARTAI NasDem menanggapi santai langkah PAN yang mendukung Presiden Prabowo Subianto dan Zulkifli Hasan sebagai bakal calon wakil presiden (cawapres) pada Pilpres 2029 mendatang.
PSI mengatakan keputusan soal calon wakil presiden (cawapres) pendamping Prabowo Subianto pada pilpres 2029 akan diserahkan pada presiden.
WAKIL Presiden Gibran Rakabuming Raka merespons soal wacana mengenai pilpres 2029 yang mana Presiden Prabowo Subianto dipasangkan dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.
MENTERI Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mendorong optimalisasi distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar menjangkau kelompok rentan.
Pemerintah mencatat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) semakin meluas cakupannya dengan jumlah penerima manfaat yang kini telah menembus angka 60 juta orang
Pemerintah menargetkan perluasan signifikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sasaran penerima manfaat mencapai sekitar 80 juta orang pada pertengahan 2026
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved