Jumat 15 Juli 2022, 18:40 WIB

DIY Tetapkan Status Siaga Darurat PMK

mediaindonesia.com | Nusantara
DIY Tetapkan Status Siaga Darurat PMK

ANTARA/Fransisco Carolio
Petugas dan dokter hewan menyuntikkan vaksin PMK pada hewan ternak di Deliserdang, Sumatra Utara, Jumat (8/7).

 

PEMERINTAH Daerah Istimewa Yogyakarta menetapkan status siaga darurat penyakit mulut dan kuku (PMK), seiring meningkatnya kasus penularan PMK pada hewan ternak di provinsi itu.
 
"Pernyataan darurat (PMK) sudah kami buat, kemudian penanganan sudah kami lakukan," kata Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Kadarmanta Baskara Aji di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Jumat (15/7).
 
Sebagai tindak lanjut penetapan status siaga darurat, menurut dia, Pemprov DIY telah membentuk satuan tugas (Satgas) PMK yang terbagi dalam sejumlah bidang operasi, mulai dari bidang pencegahan,  penanganan, dan kedaruratan.
 
Selain itu, kata Aji, pihaknya juga bakal mempercepat vaksinasi PMK untuk hewan ternak, khususnya sapi.
 
Setelah mendistribusikan 4.800 dosis vaksin PMK di Sleman, Bantul, Gunung Kidul, dan Kulon Progo, Pemprov DIY kembali menerima pasokan 8.000 dosis vaksin PMK.
 
"Ke-4.800 vaksin sudah habis, kami baru saja mendapatkan 8.000 dosis vaksin PMK nanti juga segera didistribusikan," ujar dia.
 
Aji menuturkan bahwa kasus PMK di DIY sudah ditemukan di 60 kecamatan.
 
"Sebanyak 60 kecamatan di DIY ada kasus, tapi memang setiap satu desa saja ada kasus, maka dinyatakan kecamatan itu sebagai kecamatan yang merah," kata dia.
 
Agar penanganan bisa lebih mendetail, menurut dia, klasifikasi zona risiko PMK nantinya bakal diturunkan dari tingkat kecamatan ke tingkat
kelurahan.   


Baca juga: Penyebaran Wabah PMK pada Hewan di Kuningan Mulai Terkendali


"Karena kita tahu setiap kecamatan kan banyak kelurahan. Supaya ekonomi tidak terhenti dan lalu lintas ternak antarkelurahan bisa
dilakukan, maka zonanya kami buat tingkat kelurahan," ucap Aji.
 
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY Sugeng Purwanto menambahkan penetapan status siaga darurat di DIY lantaran sebaran kasusnya termasuk berat berdasarkan luas wilayah.
 
"Yogyakarta ini termasuk 19 wilayah yang cukup berat. Kalau di Jateng, meskipun yang terkena puluhan ribu ekor, misal 50% saja,
angkanya masih bagus karena kabupatennya banyak. Kalau Yogyakarta wilayahnya lebih sempit, jadi angkanya besar," kata Sugeng.
 
Berdasarkan jumlah ternak yang terpapar, Sugeng mencatat tidak kurang 7.100 ternak di DIY positif terpapar PMK.
 
Meski demikian, menurut dia, jumlah itu belum mencapai 1% dari total populasi ternak berisiko PMK di DIY yang mencapai tidak kurang
315.000 ekor sapi dan 400 ribu ekor kambing/domba.
 
Kendati kasusnya masih kurang dari 1%, menurut dia, penanganan tetap dimaksimalkan agar penularan tidak semakin meluas.

"Kasus itu pada posisi dalam penanganan sehingga pertambahannya tidak terlalu besar," kata Sugeng.
 
Distribusi 8.000 vaksin PMK di DIY, lanjut dia, nantinya bakal diprioritaskan untuk sapi potong atau pedaging, khususnya yang memiliki
usia relatif muda.
 
"Sapi perah saya kira yang kemarin sudah vaksin semua, jadi mungkin ini lebih ke pedaging," kata dia.
 
Pemerintah pusat, kata Sugeng, telah menjanjikan bakal kembali mengalokasikan vaksin PMK untuk DIY pada Agustus 2022. (Ant/OL-16)

Baca Juga

dok.Ant

Peredaran 750 liter Miras Captikus ke Gorontalo Digagalkan Polres Bolmong

👤Voucke Lontaan 🕔Selasa 16 Agustus 2022, 14:00 WIB
PETUGAS Polres Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara, gagalkan penyelundupan 750 liter minuman keras tradisional (Captikus) tanpa...
Antara/Bayu Pratama

IKN Nusantara Jadi Harapan Pemerataan Pembangunan

👤Deny Susanto 🕔Selasa 16 Agustus 2022, 13:34 WIB
Pemindahan ibu kota RI ke Kalimantan Timur membawa dampak pemerataan pembangunan bagi daerah penyangga, antara lain Kalimantan...
MI/Denny S

Rayakan HUT Kemerdekaan ke 77 RI, Nasdem Bali Tanam 3 Ribu Mangrove

👤Arnoldus Dhae 🕔Selasa 16 Agustus 2022, 13:25 WIB
KADER dan pengurus Partai Nasdem Bali merayakan HUT Kemerdekaan ke 77 RI dengan menanam 3.000 mangrove secara bersamaan pada lima...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya