Selasa 12 Juli 2022, 19:58 WIB

Penemuan Jejak Harimau, BKSDA Sumut Arahkan Perhatian ke Humbang Hasundutan

Yoseph Pencawan | Nusantara
Penemuan Jejak Harimau, BKSDA Sumut Arahkan Perhatian ke Humbang Hasundutan

BBKSDA Sumut
Temuan jejak harimau di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatra Utara.

 

BALAI Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatra Utara mengarahkan perhatian ke Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) setelah ditemukannya jejak harimau di sejumlah desa di daerah tersebut.

Kasubbag Data, Evlap dan Kehumasan BBKSDA Sumut Andoko Hidayat mengatakan pihaknya telah memberi perhatian serius terhadap penemuan jejak harimau di Humbahas.

"Kita terus memonitor perkembangan di sana," ujarnya, Selasa (12/7).

Pada akhir Juni 2022, pihak Kecamatan Sijamapolang, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), mengungkapkan kemunculan jejak harimau di tiga desa di wilayahnya yakni Desa Nagurguran, Desa Sibuntuan dan Desa Sitapongan.

Jejak tersebut teridentifikasi oleh warga setempat dan hasil koordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Tapanuli Utara. Untuk keselamatan masyarakat, pihak kecamatan pun mengeluarkan tiga imbauan.

Pertama, mengimbau warga membatasi waktu aktivitas di ladang, yakni antara pukul 09.00 hingga 16.00 WIB. Jika ingin pergi ke ladang agar dilakukan secara berkelompok, minimal terdiri dari empat orang. Selanjutnya, hewan ternak yang dikandangkan di ladang atau tempat terpisah lain untuk sementara ditarik ke wilayah permukiman. Imbauan keempat adalah sesering mungkin melakukan pembakaran sampah atau polutan lain, baik di ladang maupun di permukiman.

Terakhir, aparat pemerintah desa diimbau untuk melakukan pengawasan terhadap aktivitas warga di ladang. Humbang Hasundutan (Humbahas) merupakan salah satu kabupaten di Sumut yang memiliki wilayah seluas 251.765,93 hektare. Dari luas itu, kawasan hutan di daerah pemekaran dari Tapanuli Utara tersebut mencapai hampir 130.000 hektare.

Baca juga: Harimau Sumatra Terlihat di Solok Warga Diminta Waspada

Menurut Andoko, pada 5 Juli 2022, petugas Seksi Konservasi Wilayah IV Tarutung sudah turun langsung ke lokasi mengumpulkan bahan dan keterangan. Mereka meminta keterangan baik dari pihak kecamatan maupun warga.

Berdasarkan informasi yang diperoleh memang ditemukan jejak-jejak harimau tetapi belum ada satupun warga yang melihat langsung keberadaan si raja hutan tersebut. Karena itu petugas menyampaikan imbauan dan sosialisasi kepada warga agar selalu waspada.

Warga juga diimbau untuk tidak melakukan tindakan atau perbuatan apapun yang dapat membahayakan keselamatannya dan terhadap harimau. Bila menemukan adanya indikasi kehadiran satwa liar tersebut warga diminta segera melaporkan kepada petugas.(OL-5)

Baca Juga

Ist

Komitmen Hasnur Group Menjalankan Bisnis Berkelanjutan 

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 20 Agustus 2022, 05:30 WIB
Presiden Direktur Hasnur Group Jayanti Sari, Hasnur Group merespons tuntutan global agar dapat menjaga kenaikan suhu bumi tidak...
DOK MI

Ratusan Titik Panas Bertebaran di Babel

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 23:52 WIB
RATUSAN titik panas atau hotspot yang diduga dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terpantau satelit di Bangka Belitung (Babel), Jumat...
DOK MI

DCF 2022 Digelar 2-4 September

👤Lilik Darmawan 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 23:46 WIB
SETELAH digelar secara virtual karena pandemi Covid-19, ajang Dieng Culture Festival (DCF) 2022 akan dilaksanakan secara tatap...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya