Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
VAKSINASI terhadap ternak untuk mencegah penyakit mulut dan kuku (PMK) tahap darurat di Jawa Tengah mendekati rampung, pemberian vaksin kembali untuk tahap selanjutnya usai Lebaran Idul Adha.
Pemantauan Media Indonesia Jumat (8/7) vaksinasi ternak tanggap darurat untuk mencegah PMK di berbagai daerah di Jateng terus dikebut, ditargetkan sebanyak 78.900 ternak selesai disuntik vaksin pada akhir pekan ini terutama untuk ternak sapi perah dan pembibitan.
Selesainya vaksinasi tahap tanggap darurat mencegah cepatnya kasus PMK yang terus meningkat ini, cukup melegakan para peternak di pantura karena kekhawatiran terpapar penyakit ternak tersebut dapat diantisipasi. "Saya cukup lega setelah vaksinasi, karena sudah banyak ternak disekitar sini yang terkena PMK," ujar Muklis, 60, peternak sapi perah di Kabupaten Semarang.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah Agus Wariyanto secara terpisah mengatakan pelaksanaan vaksinasi ternak di berbagai daerah telah mendekati selesai, bahkan sebagian besar daerah telah tercapai 90 persen dari jumlah vaksin yang diperoleh.
"Secara keseluruhan di Jawa Tengah sudah 62 peesen dari total target 78.900 ekor ternak yang divaksin, ada 19 daersh sudah 90 persen dan kita kebut hingga akhir pekan ini tercapai 100 persen," kata Agus Warianto.
Untuk mengejar target pencapaian vaksinasi ternak tersebut, lanjut Agus Wariyanto, dikerahkan 1.569 orang yakni dokter, paramedis dan inseminator di seluruh daerah, setelah vaksinasi tahap tanggap darurat ini selesai maka vaksinasi tahap kedua aksn dilanjutkan seusai Idul Adha mendatang.
Setelah tahap kedua, ungkap Agus Wariyanto, pada Agustus mendatang kembali dilakukan vaksinasi ternak secara massal mandiri menggunakan vaksin hasil produksi dalam negeri.
Sebelumnya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengungkapkan kebutuhan vaksin ternak di provinsi ini, sesuai populasi yang ada sebanyak enam juta dosis karena setiap ekor sapi disuntik vaksin sebanyak tiga kali. "Vaksin yang sudah diperoleh langsung disuntikan, pokok kita kebut gas pol," tambahnya. (OL-15)
Vaksinasi PMK bertujuan untuk memberikan penguat anti-PMK atau vaksin guna mencegah ternak dari penularan PMK.
Kunjungan PDHI sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap upaya deteksi dini penyakit mulut dan kuku (PMK) yang tengah diwaspadai menjelang Iduladha.
Menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 H/2025 M, Kementerian Pertanian (Kementan) memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban.
Pemerintah daerah diminta aktif melaporkan hasil pemeriksaan hewan, baik sebelum (antemortem) maupun sesudah pemotongan (postmortem), melalui aplikasi iSIKHNAS.
JELANG Hari Raya Idul Adha, Pemkab Tuban, Jatim, meningkatkan pengawasan mobilitas ternak antarprovinsi.
Pemkab Bandung Barat membentuk Satgas Penanganan PMK yang terdiri dari unsur pemerintah, TNI, Polri, asosiasi peternakan, dan sektor swasta.
Vaksinasi PMK bertujuan untuk memberikan penguat anti-PMK atau vaksin guna mencegah ternak dari penularan PMK.
Komisi IV DPR RI mendorong penguatan sarana dan prasarana laboratorium berstandar internasional, pemenuhan alat identifikasi penyakit PMK.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Bengkulu, menerima sebanyak 19.500 dosis alokasi vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dari pemerintah pusat pada Januari 2026.
AFFA menggelar aksi damai di depan Plataran Hutan Kota, menyerukan agar perusahaan hotel mewah Plataran Group segera berkomitmen terhadap kebijakan telur bebas sangkar.
HINGGA bulan Mei 2025, Wabah Virus mematikan African Swine Fever (ASF), telah menewaskan 1569 ekor hewan ternak babi milik warga Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pemprov Jatim menyiapkan 2.598 orang petugas pemeriksa kesehatan hewan ternak kurban baik pemeriksaan sebelum pemotongan dan pemeriksaan sesudah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved