Rabu 22 Juni 2022, 13:24 WIB

10 Hari Warga Cium Bau Menyengat Ternyata dari Jasad Membusuk

Januari Hutabarat | Nusantara
10 Hari Warga Cium Bau Menyengat Ternyata dari Jasad Membusuk

MI/Januari Hutabarat.
Ruko milik Sudung Naibaho (kiri), warkop Tjang Hok (tengah), Indra Sauti Hutabarat (kanan) di Jalan DI Panjaitan Nomor 55.

 

SOSOK mayat laki-laki ditemukan terkapar dan membusuk di rumah milik sendiri tepatnya di Jalan DI Panjaitan Nomor 55 Kelurahan Hutatoruan X Kecamatan Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara Sumatra Utara, Selasa (21/6). Penemuan mayat berawal dari kecurigaan Tjang Hok, 34, tetangga korban dengan munculnya bau busuk yang menyengat hingga 10 hari berturut-turut tetapi tidak diketahui asal muasalnya.

Akibat rasa penasaran yang timbul tersebut, Tjang Hok memberitahukan kejadian itu kepada tetangganya, Indra Sauti Hutabarat, 40. Indra tinggal di sisi kiri warkop miliknya. Sedangkan ruko korban terletak di sisi kanan warkop.

Kedua saksi berusaha mencari asal muasal bau busuk tersebut dan dipastikan berasal dari rumah milik Sudung Naibaho, 67. Kedua saksi lantas menghubungi adik korban bernama Syahruddin Naibaho yang saat itu sedang berada di Balige Kabupaten Toba. 

Mendengar informasi tersebut, adik korban segera tiba di Tarutung dan melaporkan hal tersebut ke polres setempat.
Mendengar keterangan dari adik kandung korban, pihak Polres Tapanuli Utara turun ke TKP dan membongkar pintu ruko milik korban yang terkunci rapat.

Baca juga: Kejati Kalbar Selesaikan Perkara KDRT dengan Restorative Justice

Kapolres Tapanuli Utara Ajun Komisaris Besar Ronald Sipayung SH. SIK. MH melalui Kasi Humas Aiptu W Baringbing mengatakan jasad Sudung Naibaho ditemukan membusuk di rumah miliknya sendiri itu. Dari hasil interogasi dan keterangan saksi Tjang Hok yang merupakan tetangga korban menjelaskan bahwa selama dua minggu terakhir saksi tidak pernah melihat korban keluar dari rumahnya dan mengira kalau korban sedang bepergian keluar kota.

Dari hasil olah TKP, tidak ditemukan tanda-tanda luka di tubuh korban. Seluruh pintu dan jendela rumah milik korban terkunci rapi. Syahruddin Naibaho menjelaskan korban hidup sebatang kara sejak bercerai dengan istri serta tidak memiliki keturunan. Informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, korban memiliki kepribadian yang tertutup serta tidak mau berkomunikasi dengan tetangga bahkan keluarga. (OL-14)

Baca Juga

MI/Rudi Kurniawansyah

TRGD : Perda Petani Boleh Membakar Lahan Pintu Masuk Legalisasi Karhutla di Kalsel

👤Denny Susanto 🕔Kamis 09 Februari 2023, 08:55 WIB
WACANA Pemprov Kalsel membuat payung hukum, agar petani  diperbolehkan membakar lahan dalam proses pembukaan dan pembersihan lahan...
Dok PCINU

Wasekjen PBNU Ungkap Alasan Pentingnya Santri Kejar Mimpi ke Tiongkok

👤Henri Siagian 🕔Kamis 09 Februari 2023, 08:23 WIB
Kesepahaman tentang pengaruh budaya Tiongkok di Indonesia di sektor makanan, pakaian, arsitektur bisa dijadikan konten yang menarik dalam...
dok.ist

Relawan Mak Ganjar Jatim Beri Edukasi soal Pertanian Organik di Nganjuk

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 09 Februari 2023, 05:36 WIB
PERTANIAN organik kini makin dikenal masyarakat luas, apalagi sekarang ada tren hidup sehat. Masyarakat peduli terhadap makanan yang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya