Headline
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH diterjang angin ribut, giliran bencana banjir merendam 11 kelurahan di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah (Jateng), Selasa (7/6). Ketinggian air mencapai 50 sentimeter sehingga beberapa warga terpaksa mengungsi.
Pemantauan Media Indonesia hingga Selasa (7/6) sore, bencana banjir kembali merendam Kabupaten Kendal dengan ketinggian air 10-50 sentimeter. Banjir tersebut akibat meluapnya Sungai Kendal.
Kesebelas kelurahan terendam banjir yakni Trompo, Sijeruk, Kebondalem, Kalibuntu Wetan, Langenharjo, Pakauman, Pegulon, Patukangan, Ngilir, Balok, dan Bandengan. Banjir merendam ratusan rumah warga dan beberapa di antaranya tidak dapat ditempati.
"Keluarga saya terpaksa mengungsi di rumah saudara di Semarang, karena rumah tidak dapat ditempati akibat terendam banjir setinggi lutut orang dewasa," ujar Zaini, 59, warga Kelurahan Langenharjo, Kabupaten Kendal.
Banjir kali ini, ungkap Hartono, 50, warga Kebondalem, Kendal, terasa lebih besar dibandingkan biasanya, karena mencapai ketinggian hingga 50 sentimeter. Padahal banjir sebelumnya hanya merendam jalan dan halaman tetapi sekarang sudah masuk rumah warga.
Akibat bencana itu, ungkap Hartono, aktivitas warga menjadi terganggu sehingga diminta pemerintah daerah segera mencarikan solusi untuk mengatasi, karena banjir datang sepekan sekali. "Mungkin perlu segera dilakukan normalisasi sungai karena penyebab banjir dari luapan sungai itu," imbuhnya.
Baca juga: Harga Sapi Naik meskipun PMK di Bengkulu belum Ditemukan
Bupati Kendal Dico M Ganinduto ketika dikonfirmasikan mengatakan persoalan banjir menjadi fokus perhatian dan segera melakukan penanganan, baik itu disebabkan hujan, rob, maupun luapan sungai. Pemerintah Kabupaten Kendal menyiapkan anggaran untuk menangani masalah banjir tersebut, sehingga diharapkan dalam waktu dekat segera dapat dikerjakan.
"Cuaca ekstrem terjadi saat ini menimbulkan ancaman bencana. Saya meminta semua pihak dan warga waspada," tambahnya. (OL-14)
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Jawa Tengah akan lebih kering (di bawah normal). Cek jadwal awal kemarau dan puncak kekeringan di wilayah Anda.
Dishub Jateng membuka posko mudik terpadu yang memantau arus mudik dan balik Lebaran 2026 melalui CCTV 24 jam di titik rawan macet.
BSKDN Kemendagri mengajak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) untuk memperkuat inovasi daerah melalui penyusunan policy brief
Capaian ini sekaligus mencatatkan Jawa Tengah sebagai daerah dengan serapan tenaga kerja tertinggi kedua di Pulau Jawa,
Kesenjangan akses medis antara kota dan desa harus segera diakhiri melalui jemput bola pelayanan.
Strategi penanganan dilakukan melalui skema peningkatan hingga rehabilitasi rutin untuk menjaga konektivitas antarwilayah.
WARGA Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, masih dihantui banjir hingga Maret 2026, sejak banjir besar yang terjadi pada 25 November 2025 lalu.
Masih banyak warga menghadapi kesulitan akibat banjir yang melanda akhir tahun lalu
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan kondisi terkini genangan akibat hujan deras yang mengguyur ibu kota sejak Minggu (8/3).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat sedikitnya 18 titik banjir dan satu rumah roboh di sejumlah wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat.
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Bun Joi Phiau mengatakan banjir yang berulang hampir setiap tahun seharusnya sudah dapat diantisipasi dengan sistem pengendalian banjir
Peristiwa tersebut menjadi banjir kedua yang melanda wilayah itu sejak awal tahun 2026, dengan ketinggian air mencapai lebih dari empat meter.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved