Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
SAAT ini belum ditemukan lagi adanya kasus wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak di Provinsi Sumatra Selatan. Namun, Sumsel masih berisiko adanya temuan tersebut. Karena itu peternak dan pedagang hewan ternak diminta waspada dan teliti dengan adanya wabah itu.
Sebelumnya, beberapa kabupaten/kota di Sumatra Selatan melaporkan sudah ada sapi yang terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK) seperti di Lubuklinggau, Musi Rawas, OKI, dan Palembang. Namun, berdasarkan informasi yang ada kini sudah tidak ada lagi yang terpapar PMK.
"Memang sebelumnya ada ternak di beberapa kabupaten/kota yang terpapar PMK. Tapi kini sudah zero," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumsel, Ruzuan.
Ia menyebutkan di Lubuklinggau dan OKI sudah tidak ada lagi yang terpapar PMK. Di Musi Rawas ada lima sudah dipotong dan dua sudah sembuh. Begitu juga di Palembang ada tiga, tapi berdasarkan laporan yang tiga terkonfirmasi sudah dipotong.
"Walaupun demikian, kita tetap harus menjaga agar hewan ternak yang sudah ada di Sumsel aman. Terlebih kami sudah diinstruksikan gubernur, jangan sampai PMK mewabah dan harus diantisipasi sejak dini," ungkapnya.
Menurutnya, berbagai upaya dilakukan untuk mengantisipasinya seperti dengan monitoring dan berbagai pengetatan yang ada. Hal ini dinilai cukup bisa mengendalikan kondisi saat ini. Lalu kepada para pedagang kalau memasukkan barang, dokumennya harus lengkap.
"Sumsel ini masih berpotensi terpapar PMK, karena daerah perlintasan seperti dari Jambi maupun Lampung. Mungkin tidak terbawa oleh hewan, tapi bisa saja dari kendaraannya dan lain-lain," katanya
Ruzuan mengatakan, bagi peternak, kandang ternak harus punya alat untuk kebersihannya. Ternak yang sudah ada di pedagang agar dijaga supaya sehat dengan berbagai cara seperti kebersihan lingkungan, di desinfektan dan lain-lain.
"Kita mengajak semua pihak untuk menjaga, sehingga pada saat lebaran haji atau Idul Adha kita mendapatkan hewan kurban yang bagus. Tidak hanya pemerintah tapi semuanya," jelasnya. (OL-15)
Vaksinasi PMK bertujuan untuk memberikan penguat anti-PMK atau vaksin guna mencegah ternak dari penularan PMK.
Komisi IV DPR RI mendorong penguatan sarana dan prasarana laboratorium berstandar internasional, pemenuhan alat identifikasi penyakit PMK.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Bengkulu, menerima sebanyak 19.500 dosis alokasi vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dari pemerintah pusat pada Januari 2026.
AFFA menggelar aksi damai di depan Plataran Hutan Kota, menyerukan agar perusahaan hotel mewah Plataran Group segera berkomitmen terhadap kebijakan telur bebas sangkar.
HINGGA bulan Mei 2025, Wabah Virus mematikan African Swine Fever (ASF), telah menewaskan 1569 ekor hewan ternak babi milik warga Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pemprov Jatim menyiapkan 2.598 orang petugas pemeriksa kesehatan hewan ternak kurban baik pemeriksaan sebelum pemotongan dan pemeriksaan sesudah.
Gejolak harga bahan baku pakan kerap menjadi tantangan utama bagi keberlangsungan usaha peternakan di Indonesia.
Kolin merupakan nutrisi esensial yang berperan langsung dalam pengaturan suasana hati, daya pikir, dan emosi.
PEMERINTAH dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan harga sapi hidup di tingkat peternak tetap terkendali menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) memperkuat pengembangan lahan pertanian di dataran tinggi indonesia yang memiliki potensi mencapai 5,51 juta hektar.
Kementan menegaskan fokus utamanya saat ini yaitu membenahi sektor hulu atau perbibitan (breeding) sebagai langkah strategis untuk menekan ketergantungan impor daging.
Ia juga menekankan pentingnya Pusvetma memperluas kemitraan dengan akademisi dan perguruan tinggi untuk mempercepat inovasi riset dan produksi vaksin hewan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved