Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PELAJAR di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, ramai-ramai mengikuti Bimbingan Pranikah Remaja Usia Sekolah (BRUS). Bimbingan masalah perkawinan dan tata cara berumah tangga itu fasilitas oleh pihak Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pidie.
Sepertinya para remaja itu semakin menyadari pentingnya bimbingan pranikah untuk masa depan berumah tangga. Apalagi setelah mengetahui tingginya angka perceraian di Indonesia dalam tiga tahun terahir.
Amatan Media Indonesia, Senin (23/5), sekitar 100 siswa-siswi Sekolah Menengah Keterampilan (SMK) Negeri 1 Sigli antusias mengikuti acara tersebut. Untuk lebih efektif dan kenyamanan peserta, bimbingan ini dibagi menjadi dua kelompok yaitu masing-masing 50 orang.
Baca juga : Petani Aceh Resah, Serangan Hama Wereng Cokelat di Pidie Meluas
Agar tidak tergangu jadwal belajar BRUS itu digelar di SMK setempat. Lalu koordinasi antara pihak sekolah dan Kantor Kemenang juga lebih mudah.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pidie Abdullah AR, kepada Media Indonesia, mengatakan program ini sangat penting untuk para remaja usia sekolah. Misalnya untuk menekan angka pernikahan dini bagi remaja di bawah umur atau mereka yang masih duduk di bangku belajar.
Apalagi sering pasangan yang belum siap fisik atau mental, berakibat buruk saat menghadapi berbagai kendala dalam berumah rangga. Akhirnya melahirkan generasi masa depan bangsa yang jauh dari nilai-nilai agama.
Baca juga : Ketua KPPS Di Aceh Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan Lalu Lintas
"Usia terlalu dini dan pengetahuan minim ditambah lagi krisis iman dan kesabaran, tentu awal dari tenggelamnya bahtera rumah tangga. Melalui bimbingan para nikah ini, ada materi Psikologi keluarga yang menjelaskan fungsi, manfaat, tujuan berumah tanngga" tutur Abdullah.
Kasi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Agama Kabupaten Pidie, Hasanudin, mengatakan, hingga pertengahan Mei 2022, sekitar 400 pelajar di Pidie telah mendapat bimbingan pranikah. Mereka antara lain adalah siswa siswi MAN, SMA dan SMK.
Sesuai penelusuran Media Indonesia, angka perceraian di Indonesia dalam tiga tahu terakhir sangat tinggi yaitu mencapai 447.743 kasus pada 2021. Jumlah itu meningkat 53,50% dibandingkan 2020 yang mencapai 291.677 kasus.
Baca juga : Diduga Kelelahan, Dua Petugas KPPS Pidie Aceh Meninggal Dunia
Gugatan cerai itu lebih banyak diajukan istri dibandingkan dari suami, yakni 337.343 kasus atau 75,34% cerai gugat oleh istri dan telah diputuskan oleh pengadilan.
Adapun sebanyak 110.440 kasus atau 24,66% perceraian karena talak, yakni perkara yang digugat oleh suami dan telah diputuskan pengadilan.
Sedangkan provinsi teratas perceraian pada 2021 adalah Jawa Barat 98.088 kasus, Provinsi Jawa Timur 88.235 kasus dan urutan ke tiga Jawa Tengah 75.509 kasus. (OL-1)
PETANI kakao di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, tidak lagi bersemangat pergi ke kebun. Sejak dua bulan terakhir, harga biji kakao turun.
Ini bukan sekadar imbauan tetapi motivasi bagi seluruh jajaraan, dan pihaknya pun ikut membantu mencari bibit unggul.
Ini merupakan tugu raksasa berbentuk biji melinjo (eneuk Mulieng) gerbang memasuki Kota Sigli, Ibukota Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh.
Masa tanggap darurat bencana banjir di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh diperpanjang mulai Senin (9/12) hingga Minggu (22/12) Desember 2024 (14 hari ke depan).
SEBANYAK 11 lokasi TPS rawan banjir di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh di pindah ke tempat lain yang lebih aman.
Di Kecamatan Delima, banjir akibat hujan deras dan luapan Sungai Krueng Teuku Chik Di Reubee dan Sungai Krueng Baro itu merendam puluhan desa.
Prestasi langka ini menegaskan keunggulan pelajar Indonesia di panggung robotika global.
GURU Besar Literasi Budaya Visual FSRD ITB, Prof Acep Iwan Saidi, merespons kebijakan pengelola Museum Nasional Indonesia (MNI) yang menaikkan harga tiket masuk bisa membebankan pengunjung.
ANGGOTA Komisi XIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Marinus Gea, menghadiri kegiatan Parlemen Pelajar PW IPM Banten 2025 di Universitas Muhammadiyah Tangerang.
Ia menekankan bahwa akar persoalan bukan pada keberadaan platform, melainkan kurang optimalnya mekanisme penyaringan konten berbahaya oleh perusahaan teknologi besar.
PELAKU teror di era masyarakat digital jangan dibayangkan orang-orang dengan keterikatan pada ideologi dan agama yang kebablasan.
SEBANYAK 152 pelajar dari 38 provinsi resmi menyelesaikan pelatihan perdana Gladian Sentra Paskibra untuk Indonesia (Garuda) Tahun 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved