Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KM Sirimau yang sedang berlayar dari Pelabuhan Laut Lewoleba, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Selasa (17/5) kandas di pulau berpasir Meko. Kapal milik PT Pelni tersebut dikabarkan karam tepat di wilayah laut Desa Palilolin, Wilayah Tanjung, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata saat melewati perairan dangkal.
Saat kejadian, KM Sirimau membawa 784 penumpang dalam pelayaran menuju Pelabuhan Laut Laurensius Say, Maumere di Kabupaten Sikka. "Iya kapal itu karam di perairan Ile Ape, Tanjung, di sekitar desa Palilolon," ungkap Abdul.
Informasi kandasnya salah satu kapal penumpang milik PT Pelni ini dia terima dari awak kapal Sirimau. Dia juga mengaku kandasnya KM Sirimau ini disebabkan karena surutnya air laut di sekitar perairan Palilolon dan sekitarnya yang menjadi jalur lalu lintas semua kapal Pelni. "Karena air laut surut jauh makanya kandas," sebutnya.
Sebelumnya, kata dia, KM Sirimau sandar di Pelabuhan Laut Lewoleba pada pukul 13.00 Wita hari ini. Hingga berita ini diturunkan, upaya mengevakuasi KM Sirimau terus dilakukan. (OL-15)
Badan Geologi Kementerian ESDM menaikkan status aktivitas gunung tersebut dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) sejak Minggu (18/1) pukul 11.00 Wita.
Aktivitas erupsi ini terekam dengan amplitudo maksimum mencapai 36,2 mm dan durasi sekitar 1 menit 25 detik.
Lembata membutuhkan investasi yang ramah lingkungan, meskipun beberapa sektor strategis kerap mendapat penolakan dari sebagian masyarakat.
Berdasarkan pengamatan instrumental, aktivitas kegempaan masih didominasi oleh gempa hembusan dengan jumlah mencapai 1.340 kejadian.
DINAS Kesehatan Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, bersama Puskesmas Lewoleba melakukan tindakan pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kelurahan Lewoleba Barat, Selasa (18/11).
SENJA baru saja turun di Taman Kota Lewoleba, Ibu Kota Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Minggu (16/11), ketika satu per satu obor mulai menyala.
Sejak 2019, Faris terjun ke NTT untuk melakukan misi sosial dalam penanganan masalah kesehatan di daerah itu.
IA sampai pada ujung hidupnya. Tapi narasi kepergiannya tak berujung. Ia pergi dalam sunyi. Pamit dalam diam. Diam dan sunyi itu menjadi saksi terakhir ziarah hidupnya.
KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta lembaga terkait memberikan pendampingan psikososial untuk saudara dan keluarga anak korban bunuh diri di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi, korban sering meminta ibunya untuk melakukan pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya siswa tersebut.
Kehadiran tim psikologi Polda NTT merupakan respons cepat dan terukur untuk memastikan keluarga korban mendapatkan penguatan mental yang memadai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved