Jumat 29 April 2022, 14:10 WIB

Sidak BPOM Temukan Makanan Mengandung Bahan Berbahaya di Palembang

Dwi Apriani | Nusantara
Sidak BPOM Temukan Makanan Mengandung Bahan Berbahaya di Palembang

MI/Dwi Apriani
Sidak pangan mengandung bahan berbahaya yang dilakukan BPOM bersama instansi terkait di Pasar KM 5 Palembang.

 

MENJELANG Hari Raya Idul Fitri, inspeksi mendadak (sidak) dilakukan instansi terkait untuk mengantisipasi meluasnya bahan pangan yang menggunakan barang berbahaya campuran.

Dinas Perdagangan bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Palembang dan Ditreskrimsus Polda Sumsel. Dua pasar yang didatangi, Lemabang dan Km 5.

"Sidak ini untuk mengecek adanya bahan berbahaya pada bahan pangan yang tersedia di pasaran. Apalagi menjelang Lebaran, konsumsi masyarakat akan sangat tinggi untuk memenuhi kebutuhannya," ujar Ahmad Rizali, Kepala Dinas Perdagangan Sumsel, kemarin.

Menurutnya, upaya yang dilakukan ini merupakan bentuk perlindungan kepada masyarakat dari bahan pangan berbahaya.

Dalam sidak itu, dari 20 item pemeriksaan yang dilakukan secara random di Pasar Km 5, ditemukan 3 item yang tak memenuhi syarat makanan yang layak konsumsi.

"Mengandung formalin pada mie basah," ujar Nora, Koordinator Substansi Pemeriksaan BPOM Palembang.

Pihaknya juga rutin melakukan pengujian sampel di sejumlah pasar. Sehingga, dalam sidak itu tidak dilakukan pada seluruh  pedagang, hanya ke pedagang yang belum pernah didatangi.

"Kita juga terus melakukan kegiatan pengawasan dengan pihak terkait untuk perlindungan masyarakat," tambahnya.

AKBP Hadi Saifudin, Kasubdit 1 Tipid Indagsi Ditreskrimsus Polda Sunsel menambahkan, temuan penggunaan bahan berbahaya pada bahan pangan itu akan ditindaklanjuti dengan penyelidikan.

"Ke pedagang besar nantinya, untuk PKL kita beri teguran agar tidak lagi menjual barang berbahaya itu," ujarnya.

Menurutnya, dari hasil sidak didapati informasi jika pemasok mie basah di Pasar Km 5 berasal dari Jakabaring.

"Penyelidikan ke pemasok bahan pangan berbahaya itu akan kita lakukan. Beberapa kasus sudah kita tindaklanjuti dan tangani, bahkan sudah ada yang P21 pedagang besarnya, serta sudah dilimpahkan ke JPU," pungkasnya. (OL-13)

Baca Juga: 1,1 Juta Kendaraan Telah Tinggalkan Jabotabek hingga H-4 Lebaran


 

 

Baca Juga

MI/Denny Susanto

Agrowisata Kopi di Kalimantan Selatan Mulai Dilirik

👤Denny Susanto 🕔Minggu 03 Juli 2022, 15:38 WIB
Kedai Biji Kopi Borneo Kalsel menjajaki pembangunan agro wisata berbasis tanaman kopi...
MI/HO

Wali Kota Batam: Pembangunan Infrastruktur Era Jokowi Permudah Akses Rakyat

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 03 Juli 2022, 14:05 WIB
Menurutnya, kehadiran infrastruktur tidak hanya mampu meningkatkan perekonomian...
Dok. Pribadi

Ribuan Ulama dan Santri di Surabaya Gelar Istighosah Doakan Ganjar Jadi Presiden 2024

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 03 Juli 2022, 13:02 WIB
Menurut Gus Muhdzon, kepemimpinan Ganjar bisa menciptakan kedamaian dan keberkahan bagi segenap masyarakat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya