Jumat 22 April 2022, 09:53 WIB

Upaya Jemput Bola Muhammad Rudi Membuahkan Hasil

mediaindonesia.com | Nusantara
Upaya Jemput Bola Muhammad Rudi Membuahkan Hasil

Ist/BP Batam
Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi berkomitmen memajukan investasi yang ada di kawasan Batam.

 

KEPALA Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi terus mendorong pertumbuhan investasi di kawasan Batam. 

Perwujudan komitmen tersebut, dibuktikan dengan Rudi melakukan kunjungan ke Dubai, Uni Emirat Arab, sebagai tindak lanjut realisasi Letter of Interest (LoI) dari Thumbay Group. 

Dalam kunjungan yang dilakukan Muhammad Rudi bersama jajaran BP Batam, bertujuan untuk membahas mengenai investasi yang akan dilakukan di bidang pendidikan dan kesehatan di wilayah Sekupang. Pertemuan keduanya juga menunjukkan hasil yang baik terkait penanaman modal di Batam.

Hal tersebut juga sesuai dengan komitmen Muhammad Rudi untuk mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sekupang Batam. 

"Kami sudah ketemu dengan Presiden Direktur Thumbay Group membicarakan secara detil tentang investasi pembangunan universitas medical Batam yang pertama di Indonesia. Mudah-mudahan, mohon doa semua," ujar Rudi saat kunjungannya ke Dubai beberapa waktu yang lalu.

Baca juga: Berbagi Kebahagiaan, Kepala BP Batam Serahkan 1.500 Paket Bingkisan Ramadan

Salah satu rencana investasi dari Thumbay Group dengan membangun rumah sakit bertaraf internasional, yang akan diawali terlebih dahulu dengan pembangunan Universitas Kedokteran bertaraf internasional di Sekupang. Upaya itu pun kini mulai membuahkan hasil.

Kepala Pusat Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (KPBPBB) dan KEK BP Batam, Irfan Syakir mengatakan, BP Batam telah menerima perencanaan desain pembangunan Universitas Kedokteran dari Thumbay Group pada bulan Februari lalu. 

"Kenapa bukan BP Batam yang mendesain, karena khusus desain unversitas kedokteran memiliki standar khusus yang harus memenuhi kriteria medis internasional,” ujar Irfan.

Ia melanjutkan, BP Batam saat ini sedang menyesuaikan desain site plan karena terdapat perbedaan dengan bentuk lahan yang tersedia.

Rencana pembangunan universitas kedokteran yang disampaikan Thumbay Group mencapai 3 hektare dengan nilai investasi sebesar Rp 7 triliun. 

Kedutaan Besar RI dan BKPM Abu Dhabi mendukung penuh rencana investasi Thumbay Group. Meski demikian, masih ada beberapa perizinan yang dibutuhkan sebagai syarat mendirikan universitas asing pertama di Indonesia.

Beberapa di antaranya adalah izin serta rekomendasi undangan kepada universitas dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi; kemudian Kementerian Kesehatan, serta Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, yang difasilitasi oleh Dewan Pengawas Koordinator Kementerian Perekonomian. 

BP Batam bersama Dewan Pengawas Koordinator Kementerian Perekonomian akan membahas lebih lanjut mengenai rencana investasi tersebut pada tanggal 18 April 2022

Thumbay merupakan jaringan konglomerasi yang memiliki jaringan ekosistem Bisnis mulai dari medis, media, teknologi informasi, properti, restoran dan lainnya. 

Indonesia dipilih oleh Thumbay Group sebagai negara pertama di ASEAN sebagai lokasi ekspansi untuk membangun universitas kesehatan bertaraf internasional. Dan Batam dipilih sebagai kota pertama di Indonesia untuk kesempatan tersebut. 

Pembangunan universitas kedokteran bertaraf internasional ini dapat dimanfaatkan sebagai ajang transfer teknologi dan informasi, serta diharapkan mampu menambah daya saing internasional, dan mendukung fasilitas KEK Kesehatan lainnya, yaitu Rumah Sakit BP Batam (RSBP Batam), Taman Rusa dan Taman Kolam Sekupang, serta Guest House Sekupang. 

Sementara itu, pada tanggal 13 Januari 2022 silam, Vice President Damac Group, Memethan Sisik juga telah berkunjung ke BP Batam untuk melihat langsung potensi investasi di bidang Teknologi Data Centre.

Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait mengatakan Damac tengah mencari lahan seluas 2,5-3 hektar untuk membangun Data Center dengan kapasitas 30 MW senilai USD 300 juta.

“Pembangunan Data Center akan memakan waktu kurang lebih 15 bulan. Apabila permintaan pasar nanti meningkat, maka kapasitas Data Center akan ditingkatkan menjadi 80 MW dengan nilai investasi 1 Miliar,” ujar Ariastuty. 

Ia melanjutkan, Batam memang menjadi salah satu referensi lokasi ekspansi usaha Damac Group, selain Jakarta.

“BP Batam terus mengawal rencana investasi agar beberapa calon investor ini segera merealisasikan usahanya di Batam. Sehingga pertumbuhan ekonomi tahun 2021 sebesar 4,75 persen dapat meningkat pada tahun 2022 ini,” pungkas Ariastuty. (RO/OL-09)

Baca Juga

ANTARA/Hendra Nurdiyansyah

Polda DIY Tetapkan Dua Tersangka Kasus Kerusuhan Babarsari

👤mediaindonesia,com 🕔Rabu 06 Juli 2022, 23:10 WIB
Di lokasi kejadian, di Jambusari pada Sabtu (2/7), kata Ade, dua tersangka itu melakukan kekerasan yang mengakibatkan tiga orang...
ANTARA/Basri Marzuki

Pedagang di Kota Palu Tolak Hewan Ternak dari Luar Sulawesi

👤M Taufan S Bustan 🕔Rabu 06 Juli 2022, 22:40 WIB
Ketersedian stok di Kota Palu diakui pedagang masih mencukupi untuk kebutuhan konsumsi dan kebutuhan kurban pada Idul Adha...
MI/Adi Kristiadi

Pengendara Moge Penabrak Anak Kembar hingga Tewas di Ciamis Divonis 4 Bulan

👤Adi Kristiadi 🕔Rabu 06 Juli 2022, 22:35 WIB
MAJELIS hakim Pengadilan Negeri (PN) Ciamis menjatuhkan vonis dua terdakwa pengendara motor gede (Harley Davidson) yang menabrak dua anak...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya