Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo menerima laporan dari nelayan di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, terkait sulitnya memperoleh bahan bakar minyak (BBM) jenis solar untuk operasional kapal.
Laporan tersebut diterima Kepala Negara saat meninjau Dermaga Kapal Nelayan Bale Purbo pada Rabu (20/4) ini. Jokowi, sapaan akrabnya, datang untuk melihat langsung aktivitas dan hasil tangkapan nelayan. Sekaligus, berdialog untuk mendengarkan aspirasi perwakilan kelompok nelayan.
Baca juga: Ada Kecurangan Truk Pengguna Solar, Menteri ESDM: Harus Ditindak Tegas
"Tadi saya menemui para nelayan untuk melihat lebih detail mengenai hasil hariannya berapa. Kemudian, ada kesulitan apa. Ternyata di sini kesulitan dalam mendapatkan solar," ujar Jokowi selepas berdiskusi dengan para nelayan.
Presiden pun langsung menginstruksikan Menteri BUMN Erick Thohir, yang juga hadir dalam peninjauan tersebut, untuk segera mencari solusi terhadap persoalan itu.
"Saya minta segera diselesaikan oleh Pak Menteri Erick, Pak Menteri KKP, untuk dibuatkan SPBU kecil khusus untuk nelayan. Nanti SPBU itu bisa milik BUMD," imbuh Jokowi.
Baca juga: Resmikan Defend ID, Presiden: Saya Tunggu Sejak Lama
Kalangan nelayan juga menyampaikan persoalan lain, yakni status lahan yang dimiliki masyarakat di kampung sekitar pantai. Hal itu menjadi persoalan, karena tanah yang dimiliki warga setempat tidak bisa disertifikatkan.
Menanggapi masalah itu, Presiden langsung menelepon Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil. "Tadi saya telepon langsung ke Menteri BPN, bisa. Ini bisa kita selesaikan," tukas Kepala Negara.(OL-11)
Untuk itu Imron meminta Pertamina agar terus meningkatkan kinerja, melalui lifting yang terus meningkat diharapkan bisa mendukung upaya ketahanan energi nasional.
Di Provinsi Aceh, dari total 156 SPBU, sebanyak 151 SPBU atau sekitar 97% telah kembali beroperasi.
Anggapan bahwa mengisi bensin di siang hari mendapatkan volume lebih sedikit ketimbang di malam hari memang memiliki landasan ilmiah, namun dampaknya tidaklah signifikan.
Pada periode libur panjang dan musim perayaan, masyarakat cenderung beralih menggunakan BBM berkualitas demi menjaga performa kendaraan selama perjalanan jarak jauh.
Dari Stasiun Labuan di Kota Medan, setiap harinya dialirkan setidaknya 1.020 kilo liter BBM jenis Pertamax, Pertalite, dan Bio Solar menuju Siantar.
Pentingnya uji tera alat ukur BBM di SPBU sebagai bagian dari upaya menjaga kepercayaan konsumen
Kementerian ESDM menargetkan uji coba program mandatori campuran bahan bakar nabati (BBN) biodiesel berbasis minyak sawit sebesar 50% (B50) pada BBM jenis solar dapat terealisasi pada 2026.
Mendukung penanganan bencana pada masa tanggap darurat, BPH Migas memberikan keringanan pembelian solar dan pertalite di Aceh, dengan pembebasan barcode.
PEMERINTAH berencana untuk mengurangi ekspor minyak sawit mentah, atau Crude Palm Oil (CPO) sebesar 5,3 juta ton pada tahun depan untuk mandatori biodiesel B50 di 2026
PEMERINTAH dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mematangkan penggunaan campuran biodiesel pada Bahan Bakar Minyak (BBM) solar sebesar 50% atau B50.
DISPARITAS harga antara minyak kelapa sawit dengan solar yang menjadi bahan baku biodiesel mendorong terjadinya kenaikan dana produksi BPDPKS harus mengubah alokasi dana pembiayaan
Teknologi heat pump dan solar ini memungkinkan penggunaan energi yang efisien dan ramah lingkungan, yang mampu mengurangi konsumsi listrik secara signifikan hingga 80%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved