Selasa 29 Maret 2022, 16:12 WIB

Penjual Kulit dan Tengkorak Harimau di Aceh Divonis 2 Tahun Penjara

Atalya Puspa | Nusantara
Penjual Kulit dan Tengkorak Harimau di Aceh Divonis 2 Tahun Penjara

Antara
Petugas menunjukkan barang bukti koleksi jenis awetan (offset) Harimau Sumatera di Palembang.

 

MAJELIS Hakim Pengadilan Negeri Simpang Tiga Redelong, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh memutus MAS (47) dan SH (30) dengan vonis penjara 2 tahun 6 bulan, serta 1 tahun 6 bulan.

Keduanya yang merupakan penjual kulit dan tengkorak harimau juga dijatuhi denda Rp100 juta subsider 3 bulan kurungan. Perkara ini hasil kerja Balai Gakkum KLHK Wilayah Sumatera yang menangkap MAS dan SH dalam operasi 25 Oktober 2021.

Pengadilan Negeri Simpang Tiga Redelong menyoroti barang bukti berupa 1 lembar kulit harimau dalam keadaan basah tanpa tulang, yang kulit kepalanya masih menempel di tengkorak. Barang bukti tersebut dirampas untuk negara dan diserahkan kepada BKSDA Provinsi Aceh.

Baca juga: 13 Orangutan Dilepasliarkan Bertahap di TN Tanjung Puting

"Bukti lain, yaitu 1 mobil merk Daihatsu Terios dan 1 STNK dikembalikan kepada Indah Nopita. Lalu, 2 buah HP dirampas untuk negara dan 1 timba cat dirampas untuk dimusnahkan," ujar Kepala Balai Gakkum LHK Wilayah Sumatra Subhan dalam keterangan resmi, Selasa (29/3).

Sebelumnya, Tim Balai Gakkum KLHK Wilayah Sumatra pada 25 Oktober 2021 memperoleh informasi dari masyarakat. Dalam hal ini, terkait warga Desa Asir Asir Asia, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, yang menawarkan satu lembar kulit harimau seharga Rp70 juta.

Adapun, tim yang menyamar sebagai pembeli menangkap MAS, J dan SH pukul 22.00 WIB di SPBU Jl. Raya Bireuen Takengon No 236, Desa Gegerung, Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah.

Baca juga: Bali Safari Park Sukses Tetaskan Telur Komodo

Setelah melalui proses pemeriksaan, penyidik Balai Gakkum menetapkan MAS dan SH sebagai tersangka. Lalu, menyerahkan berkas perkara ke Kejaksaan Tinggi Aceh pada 17 Desember 2021, agar dapat dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Simpang Tiga Redelong.

"Penyelesaikan perkara ini merupakan hasil kolaborasi antara Balai Gakkum KLHK Wilayah Sumatera, Kejaksaan Tinggi Aceh dan Pengadilan Negeri Simpang Tiga Redelong," kata Subhan.

"Kami berkomitmen untuk menindak tegas pelaku kejahatan terhadap tumbuhan dan satwa liar yang dilindungi undang-undang," pungkas dia.(OL-11)

Baca Juga

ANTARA

Maluku Perkuat Pangan Lokal Dengan Tanam Sukun

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 03 Februari 2023, 11:29 WIB
Untuk yang sukun yang ada di Negeri Latuhalat akan diusulkan varietasnya oleh Distan Maluku ke Kementerian Pertanian...
Ist

Mahasiswa Muna Barat Kembali Desak Mendagri Berhentikan Penjabat Bupati

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 03 Februari 2023, 10:38 WIB
Ikatan Mahasiswa Pemuda Muna Barat-Jakarta (IMPMB-Jakarta) kembali melakukan berdemonstrasi damai di depan kantor Kementerian Dalam Negeri...
Dok. BSKDN Kemendagri

Tingkatkan Ekosistem Inovasi, BSKDN Berharap Bantaeng Jadi Binar dari Selatan untuk Indonesia

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 03 Februari 2023, 10:34 WIB
Yusharto menuturkan Kemendagri terus mendorong daerah untuk melaporkan inovasinya ke pemerintah pusat melalui...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya