Selasa 29 Maret 2022, 11:30 WIB

13 Orangutan Dilepasliarkan Bertahap di TN Tanjung Puting

Atalya Puspa | Humaniora
13 Orangutan Dilepasliarkan Bertahap di TN Tanjung Puting

dok.ant
Orangutan

 


BALAI Taman Nasional (TN) Tanjung Puting bekerjasama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah, bersama dengan Orangutan Foundation International (OFI) melepasliarkan secara bertahap 13 individu orangutan hasil rehabilitasi ke habitatnya di kawasan TN Tanjung Puting.

Kepala Balai TN Tanjung Puting, Murlan Dameria Pane menyampaikan bahwa, pelepasliaran tahap pertama telah dilaksanakan pada hari Sabtu (26/3) dengan melepasliarkan 5 individu orangutan di wilayah Sungai Buluh Kecil, TN Tanjung Puting.

Kelima orangutan tersebut adalah Maxi (Jantan,12 tahun), Sembuluh (Jantan, 18.5 tahun), Zattara (Jantan, 19 tahun), Enon (Betina, 24.5 tahun) dan Ernie (Jantan, 6.5 tahun) yang merupakan anak dari Enon.

Murlan menerangkan lebih lanjut bahwa, asal-usul orangutan yang dilepasliarkan berasal dari penyerahan masyarakat dan hasil penyelamatan Tim Balai KSDA Kalimantan Tengah yang dititip-rawatkan di Orangutan Care Center and Quarantine OFI di Pangkalan Bun untuk direhabilitasi.

"Orangutan dinilai layak untuk dilepasliarkan, apabila sudah mampu mencari dan memilih jenis pakan di alam, mampu membuat sarang, tidak ada cacat fisik yang menyebabkan ia sulit untuk beraktivitas, dan telah dinyatakan sehat melalui uji kesehatan serta tes PCR dengan hasil negatif,” ujar Murlan dalam keterangan resmi, Selasa (29/3).

Selanjutnya, sebanyak 8 (delapan) orangutan lainnya, yaitu Ahad (Jantan 26,5 tahun), Lear (Jantan,16 tahun), Rich (Jantan,18 tahun), Ola (Betina,27,5 tahun), Olaf (Jantan,6,5 tahun), Mitchell (Jantan, 18.5 tahun), Ling Ling (Betina,26.5 tahun) dan Rossy (Jantan, 17.5 tahun) akan menyusul dilepasliarkan dalam waktu dekat di wilayah Sungai Buluh Kecil dan wilayah Natai Lengkuas, TN Tanjung Puting.

"Pelepasliaran orangutan ini merupakan pelepasliaran pertama di TN Tanjung Puting dimasa pandemi, setelah 2 tahun tidak ada pelepasliaran akibat pandemi Covid-19," ungkap Murlan.

Pelepasliaran dilaksanakan dengan prinsip kehati-hatian melalui pendekatan One Health dan mengacu kepada Surat Edaran Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem nomor SE.8/KSDAE/KKH.2/5/2020 tentang Petunjuk Teknis Pelepasliaran Satwa Liar Di Masa Pandemi Covid-19 serta menerapkan protokol kesehatan.

Murlan mengharapkan dengan dilepasliarkannya tiga belas individu orangutan, akan mendorong meningkatnya populasi orangutan liar yang dapat bertahan hidup dan berkembangbiak di habitatnya. Dirinya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat yang telah berperan aktif bersama Pemerintah menyelamatkan satwa dilindungi kebanggaan Indonesia ini.

Murlan menghimbau kepada masyarakat yang masih memelihara satwa dilindungi agar secara sukarela menyerahkan kepada Negara melalui Balai KSDA Kalimantan Tengah (call center: 0811 521 8500).

"Orangutan bukan hewan peliharaan, biarkan mereka hidup di habitatnya, menjalankan fungsi ekologinya sebagai petani hutan dengan menyebarkan biji tumbuhan di hutan demi kelestarian hutan itu sendiri,” pungkas Murlan. (OL-13)

Baca Juga

Dok. McDonald’s Indonesia

Tingkatkan Literasi, McDonald’s Indonesia Berikan Beasiswa Pelatihan untuk 1.200 Guru SD

👤Indrastuti 🕔Minggu 26 Juni 2022, 09:15 WIB
Pelatihan akan diselenggarakan pada 27 Juni-1 Juli 2022 secara online, dengan dua tema yaitu kelas Pedagogik Sains dan kelas Asesmen...
ANTARA/AMPELSA

Pendidikan dalam Keluarga Faktor Utama Pencegahan Anak pada Narkotika

👤 M. Iqbal Al Machmudi 🕔Minggu 26 Juni 2022, 08:50 WIB
Fungsi pendidikan dalam keluarga tidak bisa berjalan dengan baik jika komunikasi antara anak dan orang tua macet atau...
ANTARA/NOVRIAN ARBI

KKHI Laporkan Enam Calhaj Meninggal di Daker Mekkah

👤Humaniora 🕔Minggu 26 Juni 2022, 08:10 WIB
Sebagian besar calon haji yang meninggal diakibatkan penyakit...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya