Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
TIGA nelayan dikabarkan hilang saat mencari di Laut Seraya Besar Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, NTT, pada Kamis (24/3). Mereka telah berhasil ditemukan di wilayah laut Desa Pota Kecamatan Sambirampas Kabupaten Manggarai Timur.
Ketiga nelayan asal Desa Seraya Marannu Kecamatan Komodo ditemukan oleh para warga. Korban saat itu mengapung dan mengambang di tengah laut dekat Desa Pota. Ketiga nelayan tersebut kemudian dibantu warga setempat dievakuasi menuju ke darat dan diberi pertolongan oleh warga setempat.
Komandan Lanal Labuan Bajo Letkol Laut Roni kepada Media Indonesia, Sabtu (26/3) mengatakan hal itu. Warga setempat lalu memberi makanan dan minuman kepada korban. "Pertolongan itu diberikan oleh masyarakat setempat. Orang di sana baik-baik dan suka menolong orang," ucap Letkol Roni.
Sebelumnya, kata Letkol Roni, anak buahnya dikerahkan ikut bersama tim SAR gabungan dari Polairud Basarnas turun ke laut mencari ketiga korban. Untungnya mereka sudah selamat ditemukan oleh warga setempat di wilayah Manggarai Timur.
"Yang kami bersyukur ketika nelayan tersebut selamat dalam kondisi baik sehat adanya," katanya. Identitas korban itu ialah Adi Rahman, 41, Islam, nelayan, Desa Seraya Marannu; Ramli Saputra, 36, Islam, nelayan, Sesa Seraya Marannu; Muhjir, 31, Islam, nelayan, Desa Seraya Marannu.
Ketiga orang tersebut akan kembali ke kampung asal. Rencananya besok mereka sudah tiba di wilayah Pulau Seraya Besar. (OL-14)
BMKG tetapkan status SIAGA hujan ekstrem di NTT dan hujan sangat lebat di Jawa pada 19 Januari 2026 akibat Siklon Nokaen dan dua bibit siklon.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenot'ek, mengatakan, saat ini Bibit Siklon Tropis 97S yang berada di wilayah utara Benua Australia
ANCAMAN longsor dan fenomena tanah bergerak terus menghantui warga Kampung Waso, Desa Golo Rentung, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
PEMERINTAH Kota Kupang kembali menorehkan prestasi gemilang dalam penyelenggaraan pelayanan publik.
CUACA ekstrem berupa hujan disertai angin kencang terus melanda Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dalam beberapa hari terakhir.
Pelayanan kesehatan yang aman dan bermutu di provinsi kepulauan
Pemkot Semarang mengalokasikan anggaran sekitar Rp87 juta dari pengalihan beberapa kegiatan di Dinas Perikanan untuk mendukung program tersebut.
Angin kencang yang bertiup saat ini kecepatan naik dua kali lipat dibandingkan kondisi normal. Jika memaksakan diri untuk melaut bisa mengancam keselamatan mereka.
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, menegaskan bahwa kemandirian pangan nasional tidak akan tercapai maksimal tanpa melibatkan potensi maritim secara progresif.
Nelayan setempat sudah tidak melaut sejak dua minggu terakhir akibat cuaca buruk.
Ribuan kapal dan perahu nelayan di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah masih bertahan sandar di sejumlah pelabuhan perikanan dan muara sungai akibat gelombang tinggi dan badai.
Nelayan yang ingin melaut diimbau untuk waspada dan selalu mencari informasi terkait cuaca.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved