Senin 07 Maret 2022, 16:46 WIB

Banjir Cirebon Surut, Warga Masih Waspada Banjir Susulan

Ferdian Ananda Majni | Nusantara
Banjir Cirebon Surut, Warga Masih Waspada Banjir Susulan

ANTARA FOTO/Dedhez Anggara
Warga melintasi banjir yang merendam di desa Wanakaya, Kecamatan Gunungjati, Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (8/2/2020)

 

WILAYAH terdampak banjir di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat, telah surut pada hari ini, Senin (7/3). Banjir tersebut terjadi pada Sabtu sore (5/3), sekitar pukul 16.30 WIB. Meskipun genangan telah surut, warga diharapkan tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.

Hal tersebut tidak terlepas dari prakiraan cuaca hujan esok hari, Selasa (8/3), berpeluang hujan ringan di wilayah kecamatan yang terdampak banjir di tiga kecamatan.

"Tiga kecamatan terdampak yaitu Kecamatan Waled, Plered dan Klangenan. BPBD Kabupaten Cirebon melaporkan tidak ada korban jiwa akibat banjir tersebut," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya Senin (7/3).

Berdasarkan data pada Senin pagi (7/1), jumlah warga mengungsi di balai desa berjumlah 75 jiwa. Sedangkan populasi terdampak di tiga kecamatan berjumlah 3.364 KK atau 9.707 jiwa.

Baca juga: Luas Sawah di Rejang Lebong Berkurang Terus, Tersisa 5.553 Ha

Sementara itu, catatan kerugian material meliputi sejumlah bangunan terendam antara lain 2.433 unit, tempat ibadah 9, kantor pemerintah 2 dan fasilitas Pendidikan 8. Selain bangunan, banjir juga mengakibatkan jalan poros kabupaten 520 meter rusak dan tanggul jebol 2 titik.

"BPBD Kabupaten Cirebon dan unsur terkait tetap bersiaga dalam mengantisipasi dampak banjir susulan," sebutnya.

Wilayah terdampak di tiga kecamatan antara lain Desa Mekarsari, Paing, Pon, Kliwon, Wage, Gunung Sari, dan Ciuyah di Kecamatan Waled, Desa Gamel dan Sarabau di Kecamatan Plered, serta Desa Kreyo di Kecamatan Klangenan. Total wilayah terdampak berjumlah 10 desa.

"Banjir di tiga wilayah tersebut terjadi setelah hujan lebat mengguyur sehingga debit air Sungai Ciberes dan Cikenanga meluap di sore harinya," ujarnya.

Berdasarkan kajian inaRISK, wilayah Cirebon memiliki 40 kecamatan dengan potensi bahaya banjir dengan kategori sedang hingga tinggi. Tiga kecamatan terdampak termasuk dalam 40 wilayah dengan potensi bahaya tersebut. (Fer/OL-09)

Baca Juga

DOK MI

Puluhan Pengikut Khilafatul Muslimin Deklarasi Setia NKRI

👤Faishol Taselan 🕔Jumat 01 Juli 2022, 17:25 WIB
WARGA Surabaya, Jawa Timur  yang pernah bergabung dengan Khilafatul Muslimin Surabaya Raya menggelar deklarasi Kebangsaan dan...
ANTARA

Stok Hewan Kurban di Sumsel Mencukupi

👤Dwi Apriani 🕔Jumat 01 Juli 2022, 17:08 WIB
PEMPROV Sumatera Selatan memastikan stok hewan kurban baik sapi maupun kambing untuk Idul Adha mencukupi. Wabah penyakit mulut dan kuku...
dok.ist

Rapimnas APTI Dukung Pemimpin Pro Petani Tembakau Jadi Presiden

👤Haryanto 🕔Jumat 01 Juli 2022, 17:07 WIB
APTI menggelar rapat pimpinan Nasional di Semarang 27-28 Juni 2022. Satu diantara hasil Rapimnas, APTI menyatakan mendukung pemimpin pro...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya