Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA komoditas kebutuhan bahan pokok di sejumlah pasar tradisional di wilayah Kota, Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat kembali merangkak naik. Kenaikan bahan pokok terjadi pada daging ayam, cabai merah, daging sapi dan beberapa bahan lainnya.
Seorang pedagang sayuran, Abdul, 50, warga Bebedahan, mengatakan, komoditas bahan pokok jelang lebaran 1443 Hijriah telah terjadi kenaikan seperti daging ayam, cabai merah domba, bawang merah, daging sapi, telur dan jenis ikan tawar hingga ikan laut. Kenaikan ini, disebabkan karena di sejumlah daerah masih terjadinya hujan dan pengiriman bahan pokok terhambat.
"Kebutuhan bahan pokok di sejumlah pasar tradisional jelang ramadan sudah merangkak naik dan kenaikan yang paling tinggi selama ini berupa cabai merah domba dijual Rp90 ribu, cabai rawit Rp25 ribu, cabai merah besar Rp38 ribu. Sedangkan, untuk telur dijual Rp19 ribu naik Rp22 ribu perkg, bawang merah dari Rp33 ribu menjadi Rp36 ribu perkg, bawang putih Rp25 ribu dan sayuran naik dari perikat Rp2 ribu menjadi Rp2.500 per ikat," katanya, Sabtu (5/4/2022).
Ia mengatakan, kebutuhan bahan pokok yang ada di setiap pasar tradisional memang sejak beberapa pekan terakhir kondisinya itu sudah merangkak dan kenaikan terjadi disebabkan karena banyak permintaan dan tapi kebutuhan kurang memenuhi. Namun, beberapa pasokan ke berbagai daerah sudah semakin berkurang karena ada pengurangan seperti contohnya jenis cabai seperti rawit domba, cabai merah lokal dan ikan laut.
Sementara itu, pedagang ikan, Dadang, 49, mengatakan, harga kebutuhan pokok di jelang ramadan sudah mulai merangkak naik seperti ikan laut segar jarang ditemukan karena para nelayan terkadang ada yang melaut dan tidak melaut karena gelombang tinggi. Kenaikan itu menyebabkan tingginya harga penjualan ikan seperti teri nasi dijual Rp70 ribu, ikan Japuh Rp40 ribu per kg, ikan gurame Rp45 ribu naik Rp50 ribu, mas Rp33 ribu, lele Rp22 ribu, bawal Rp28 ribu, tawes Rp28 ribu, nila Rp35 ribu.
"Untuk sekarang memang warga mengalami kesulitan mendapatkan ikan laut segar karena sejak beberapa pekan terakhir sulit didapat. Namun, berbagai upaya sudah dilakukan dan mereka selama ini tergantung cuaca dan ada kabar para nelayan tidak melaut karena tinggi gelombang," paparnya. (OL-10)
Produksi kedelai dalam negeri hanya berkisar 300– 500 ribu ton per tahun, sementara kebutuhan nasional mencapai 2,8 juta hingga 3 juta ton.
Tinjauan langsung penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Penurunan harga beras terjadi
MENJELANG perayaan Imlek 2025, Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) mengambil langkah proaktif untuk memastikan ketersediaan bahan pokok.
Pemerintah melalui Bapanas membangun kios pangan di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya sinergis dalam stabilisasi pasokan dan harga pangan.
Harga pangan yang relatif stabil di level tinggi telah mengikis daya beli masyarakat. Kondisi itu akan semakin buruk jika ke depan ada kenaikan biaya lain.
Komoditas seperti jagung yang memiliki potensi besar dalam mendukung perekonomian nasional.
Pasar Kamp itu timbul dadakan atas inisiatif pedagang Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe yang berjualan di jalur itu untuk meringankan pedagang dari Bener Meriah serta Aceh Tengah.
Pemkot Batam menambah pasokan cabai dari Lombok, dan petani lokal diperkirakan memasuki masa panen pada Desember.
“Secara umum ketersediaan bahan pokok aman, termasuk menghadapi musim hujan. Sampai sekarang belum ada gangguan distribusi dari daerah pengirim maupun dari peternak lokal,”
MELAMBUNGNYA harga kebutuhan pokok di Pulau Bawean, membuat warga di sana menjerit. Meningkatnya harga terjadi karena kelangkaan yang terjadi akibat pasokan yang minim.
hal ini menjadi salah satu faktor momen perbaikan ekonomi setelah Idulfitri adalah harga pangan yang cenderung terkendali.
Pedagang mengaku, kenaikan harga ini karena memang harga beli para pedagang dari distributor sudah tinggi, sehingga pedagang hanya melakukan penyesuaian harga saja
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved