Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA DPR RI Puan Maharani melakukan pertemuan khusus dengan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, Selasa (1/3) malam di Surabaya. Pertemuan yang berlangsung selama hampir dua jam bertujuan untuk merajut silaturahim dengan Para kiai Nahdlatul Ulama (NU).
Puan diterima Ketua PWNU Jatim Marzuki Mustamar dan KH Ali Mashury serta kiai sepuh lainnya. Usai melakukan pertemuan, Puan kepada wartawan mengatakan bahawa pertemuan kali ini bertujuan untuk merajut kembali tali silaturahim dengan para Kiai NU.
Menurut Puan, selama ini jalinan silaturahim sudah terjalin cukup baik. Sebagai cucu proklamator Bung Karno pihaknya merajut kembali yang sudah pernah dilakukan oleh Bung Karno.
"Bung Karno kerap menjalin silaturahim dengan KH Hasym As’ary dilanjutkan Bu Mega dengan Gus Dur, maka kali ini saya harus melanjutkan tradisi ini dengan para kiai NU di Jatim," ujarnya.
Pertemuan ini, tegasnya, untuk saling meneguhkan kembali dan sinergi untuk membangun bangsa ke depan. "Bangsa ini tidak bisa dibangun kalau tidak saing gotong royong," tegasnya.
Bahkan Puan mengaku diberi nasehat oleh KH Ali Mashury bahwa silaturahim diperlukan karena inti dari silaturahim adalah gotong royong. Dan gotong royong adalah inti dari Pancasila.
Dikatakan, dalam situasi sekarang, pandemi Covid-19 belum berakhir maka sinergi antarlembaga antarorganisasi sangat diperlukan. "Tidak mungkin bangsa ini dibangun sendiri, namun perlu saling gotong royong," ujar KH Ali Mashury.
Puan menegaskan antara Nahdlatul Ulama dan PDI Perjuangan terus diperkuat silaturahimnya. "Kami jahit kembali secara bergotong royong unyuk membangun bangsa ini," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua PWNU Jatim, Marzuki Mustamar mengatakan para ulama dan kiai sepakat untuk tetap menjalin kerja sama dengan para nasionalis untuk membangun bangsa.
"Kami ingin terus menjaga bangsa dengan para kaum nasioalis. Maka kehadiran mbak Puan meneguhkan pentingnya saling Kerjasama kiai dengan nasionalis," kata Marzuki.
Sekretaris PWNU Jawa Timur Muhammad Hasan Ubaidillah menambahkan bahwa kunjungan Ketua DPR RI Puan Maharani ke PWNU Jatim, banyak yang dibahas. "Kami merasa terhormat karena hari ini akan dikunjungi oleh Ketua DPR RI, Ibu Puan Maharani memang kami tunggu-tunggu kedatangannya," katanya.
baca juga: Ketua DPR: TNI-Polri Dapat Jadi Katalisator Pemulihan Ekonomi dan Sosial
Ada banyak hal menurutnya didialogkan dengan Ketua DPR RI. Hal-hal terkait dengan Undang-undang Pesantren, moratorium ibadah haji dan umroh.
Hasan berharap kedatangan Puan ke kantor PWNU untuk silaturahmi itu dapat memberi makna strategis untuk kemaslahatan umat khususnya dan kemaslahatan Bangsa Indonesia umumnya.
"Terlebih, akhir-akhir ini banyak isu-isu nasional yang berkembang di mana-mana. Apakah itu terkait dengan persoalan perundang-undangan, atau isu-isu kesejahteraan sosial dan tentu yang lain-lain, di samping isu-isu politis yang luar biasa marak saat ini," kata Hasan. (N-1)
Rizki juga menjelaskan dalam narasinya terlapor menganggap bahwa NU dan Muhammadiyah terlibat dalam politik praktis.
Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-103 NU yang digelar di Lobi Gedung PBNU, Jakarta, Senin (5/1).
Yenny mengaku sempat ditelpon Luhut Panjaitan yang tidak setuju organisasi masyarakat (ormas) diberi tambang. Sejak awal pun, Luhut juga tidak mau tanda tangan, sebab mengelola tambang susah.
Faris menyatakan pesimisme terhadap upaya islah yang telah dilakukan.
Pj Ketum PBNU Zulfa Mustofa menegaskan normalisasi akan dijalankan melalui komunikasi yang intensif dan menyeluruh.
Pleno Syuriyah ini menghasilkan keputusan penting, yaitu penunjukan Zulfa Mustofa sebagai Pejabat (Pj) Ketua Umum PBNU.
Salah satu poin krusial yang disoroti adalah keberlanjutan proses reformasi di institusi Polri, Kejaksaan, hingga lembaga peradilan.
Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani menegaskan bahwa posisi partainya di luar pemerintahan justru menuntut tanggung jawab politik dan moral yang lebih besar dalam menjaga arah pembangunan
KETUA DPR RI Puan Maharani menyampaikan ucapan selamat merayakan Natal 2025 kepada seluruh umat Nasrani di Indonesia serta selamat menyambut Tahun Baru 2026.
KETUA DPR RI, Puan Maharani mengimbau Pemerintah Daerah (Pemda) agar tidak menggelar perayaan pergantian tahun 2026 secara berlebihan atau euforia.
Ketua DPR RI Puan Maharani mengajak perempuan Indonesia mengambil peran aktif dalam menjaga dan melestarikan lingkungan.
Seluruh rumah sakit, terutama yang berada di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), tidak boleh menolak warga mendapatkan layanan medis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved