Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA minyak goreng di pasar tradisional di Kota Tasikmalaya, belum mengalami penurunan satu harga Rp14 ribu/liter. Di sana harga minyak goreng kemasan masih dijual Rp 20 per liter dan minyak goreng curah Rp 19.500 per kilogram.
Salah seorang pedang di Pasar Cikurubuk, Kota Tasikmalaya, Mumung, 45, mengakui, masih menjual minyak goreng dengan harga pasar. Para pedagang di pasar tradisional belum bisa menjual minyak goreng kemasan harga Rp14 ribu per liter. Karena, harga dari distributor juga tinggi.
"Pedagang pasar tradisional belum bisa menjual minyak goreng dengan harga yang dipatok pemerintah Rp14 ribu/liter. Karena kami membeli di distributor juga masih tinggi. Stok kami juga masih banyak," kata Mumung, Kamis (27/1/2022).
Ia mengatakan, beberapa waktu yang lalu stok minyak kemasan yang ada di para pedagang sempat ditarik oleh distributor. Namun, belum semua stok minyak goreng kemasan ditarik dan kemungkinan jika mau satu harga paling semingggu lagi baru bisa. Karena, stok pedagang masih banyak dan jika diturunkan pasti rugi besar.
"Para pedagang pasar tradisional tidak berani untuk menurunkan satu harga, karena masih memiliki stok banyak. Di distributor juga harganya masih tetap tinggi belum ada penurunan, kalau harga di distributor turun otomatis kami juga turun," ujarnya.
Sementara itu, seorang pembeli, Nining, 55, warga Singaparna mengaku sudah beberapa hari menunggu minyak goreng dengan harga Rp14 ribu/liter di pasar modern alfamart dan indomart. Sayangnya di kedua minimarket tersebut selalu kosong.
"Saya sudah beberapa kali ke Alfamart atau Indomart yang ada di Kota Tasikmalaya tanya minyak goreng selalu habis atau belum datang stoknya. Sedangkan, harga di pasar tradisional masih tinggi. Kok harga minyak goreng bisa begini ya? Pemerintah ada nggak sih," herannya. (OL-13)
Baca Juga: Harga Masih Tinggi, Sejumlah Daerah di Jateng Ajukan Operasi ...
JELANG Ramadan, harga kebutuhan bahan pokok di sejumlah pasar tradisional di wilayah Tasikmalaya merangkak naik.
Petugas gabungan jugaharus selalu mewaspadai banjir luapan Sungai Citanduy dan Sungai Cikidang di Sukaresik
Pemerintah salurkan PIP 2026 sebesar Rp450 ribu per tahun untuk 888 ribu murid TK guna perkuat Wajib Belajar 13 Tahun dan pemerataan pendidikan.
Sebuah tebing setinggi 15 meter dilaporkan ambrol dan menutup total akses jalan alternatif yang menghubungkan Kabupaten Tasikmalaya menuju Kabupaten Pangandaran.
Kebutuhan bahan pokok merangkak mulai naik cabai merah dijual Rp88 ribu perkg, cabai rawit Rp72 ribu, cabai keriting Rp66 ribu, cabai japlak Rp87 ribu
GUNA mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kereta api (KA) lintas selatan direncanakan berhenti di Stasiun Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya.
Upaya pemerintah menetapkan HET, yang tujuannya baik, malah berbalik dan merusak ekuilibrium pasar
BADAN Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indonesia (BPKN RI) meminta kementerian atau lembaga terkait untuk menjaga harga stabilitas bahan pokok atau sembako menjelang bulan Ramadan.
ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti masalah kelangkaan minyak goreng di pasaran usai kebijakan penetapan harga eceran tertinggi (HET) diberlakukan.
Ketidakadilan berawal dari adanya kebijakan atas minyak goreng yang hanya untuk dijual di ritel modern, sementara di pasar rakyat tidak jelas kebijakannya.
Direktur Eksekutif GIMNI, Sahat Sinaga, meminta pemerintah dapat mengawasi dengan ketat program minyak goreng bersubsidi yang akan dilaksanakan dalam enam bulan ke depan.
Untuk pendistribusian minyak goreng dilakukan melalui skema B2B atau Business to Business ke produsen dan pelaku usaha lokal di sejumlah titik lokasi di wilayah Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved