Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten Langkat, SumatEra Utara, akan membentuk Balai Ekonomi Desa sebagai salah satu program dalam pengembangan kawasan wisata Bukit Lawang.
Bupati Langkat, Terbit Rencana Perangin-angin menerangkan, Balai Ekonomi Desa (Balkondes) akan dibentuk di desa-desa wisata yang akan menopang Bukit Lawang. "Desa wisata pertama yang akan memiliki Balkondes adalah Desa Sampe Raya," ujarnya, Senin (17/1).
Dia menjelaskan, salah satu strategi pengembangan Bukit Lawang adalah dengan membentuk Desa Wisata. Dan dari survei yang telah dilakukan, pada tahap awal Pemkab Langkat menetapkan empat desa di Kecamatan Bahorok sebagai Desa Wisata.
Keempatnya adalah Desa Timbang Jaya, Desa Sampe Raya, Desa Timbang Lawan dan Desa Perkebunan Bukitlawang. Sebagai desa wisata, keempatnya akan dilengkapi dengan berbagai sarana dan prasarana serta organisasi pendukung kepariwisataan, salah satunya adalah Balkondes.
Adapun Desa Sampe Raya akan menjadi Desa Wisata pertama yang memiliki Balkondes. Saat ini pemkab sedang menyiapkan lahan untuk kantor Balkondes di Desa Sampe Raya.
Salah satu fungsi Balkondes yakni memfasilitasi pendampingan yang diberikan pemerintah daerah kepada para pelaku UMKM di sekitar kawasan wisata tersebut. Sedangkan usaha-usaha ekonomi rutin Balkondes akan mengacu pada pemenuhan kebutuhan pengembangan kepariwisataan. "Balkondes di desa-desa wisata nantinya akan dikelola langsung warga
setempat," imbuh Bupati.
Kepala Bappeda Kabupaten Langkat Rina Marpaung mengungkapkan, sebagai kawasan wisata yang berada di Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), pengembangan Bukit Lawang akan berkonsep ekowisata. Konsep ini akan mengutamakan aspek konservasi alam, pembelajaran, partisipatif serta mendukung pemberdayaan sosial, budaya dan penggerak ekonomi masyarakat lokal.
Dalam pembentukan Desa Wisata, pemkab pun sudah menjalin kesepakatan secara tertulis dengan seluruh Kepala Desa. Pemkab Langkat juga akan menggandeng pihak-pihak swasta untuk menjadi ayah angkat dari desa-desa wisata tersebut.
Adapun keempat desa wisata itu sebenarnya sudah memiliki beberapa objek wisata yang selama ini menjadi magnet wisatawan. Di antaranya Sungai Landak, camping ground, irigasi, keramba ikan, agrowisata serta lokasi rehabilitasi dan feeding orangutan. Meski lokasi rehabilitasi dan feeding orangutan tersebut sudah tidak aktif lagi sejak 2015, tetapi lokasi itu masih sering dikunjungi wisatawan.
Selain itu Pemkab Langkat juga menyiapkan berbagai program promosi dan atraksi seperti Pekan Budaya, Event Junggle Trail Running, Tour to Bulungan, Rafting, Tubing, Festival Kuliner serta Festival Bukangta Tahunan. (OL-15)
Menhut Raja Juli Antoni menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga kelestarian satwa endemik Indonesia sekaligus memastikan keberlanjutan habitat alaminya
Sejak kecil keduanya sudah dibiarkan hidup dalam kandang dan terbiasa diberi makan oleh manusia.
GURU besar IPB University, Profesor Safika mengatakan kunci keberhasilan konservasi orang utan Sumatra adalah Mikrobioma. Mikrobioma adalah merupakan sekumpulan mikroorganisme di usus.
Ia mengatakan enam ekor orang utan itu harus berada di habitat mereka. Dalam menjaga populasi orang utan pihaknya akan memperketat pengawasan dalam pemanfaatan hutan.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meresmikan sekaligus meninjau Kawasan Rehabilitasi & Konservasi Orang Utan Nyaru Menteng.
MENTERI Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni melakukan peninjauan ke kawasan konservasi dan rehabilitasi orang utan di Nyaru Menteng, Kalimantan Tengah.
Kemeninves sampai Danantara diyakini bisa menjadi jalan keluar terbaik untuk mengelola lahan perkebunan sampai pertambangan ini.
Barita mengatakan upaya hukum ini diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap penyebab bencana di Sumatra.
Pembangunan huntara dilakukan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra. Rinciannya, sebanyak 16.282 unit huntara dibangun di Aceh, 947 unit di Sumatra Utara, dan 618 unit di Sumatra Barat.
Negara harus memastikan bahwa pencabutan perizinan berusaha di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Suhu udara rata-rata 11 hingga 32 derajat Celcius dengan kelembaban udara 56-99 persen dan angin bertiup dari Selatan hingga Barat dengan kecepatan 3 hingga 7 km per jam.
Merujuk dari terakhir pemerintah, bencana banjir dan longsor akhir November 2025 lalu menyebabkan 208.693 unit rumah di Aceh rusak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved