Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
VAKSINASI covid-19 bagi anak usia 6-11 tahun di Kota Sukabumi, Jawa Barat sudah berjalan hampir tiga pekan. Sejauh ini cakupan dosis pertama sudah mencapai kisaran 33,83%.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Lulis Delawati mengatakan persentase capaian vaksinasi anak usia 6-11 tahun setiap harinya terus berprogres. Hal itu tak terlepas upaya percepatan yang dilakukan dengan melakukan layanan vaksinasi secara jemput bola.
"Berdasarkan data pada dashboard KPCPEN (Komite Penanggulangan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional), hingga hari ini sudah mencapai 33,83% atau sebanyak 11.436 orang," kata Lulis dihubungi Media Indonesia, Jumat (14/1).
Sasaran vaksinasi anak usia 6-11 tahun di Kota Sukabumi sebanyak 33.805 orang. Mereka merupakan para pelajar tingkat sekolah dasar dan sederajat.
Vaksinasi anak usia di Kota Sukabumi dimulai sejak 22 Desember 2021. Pelaksanaannya dilakukan dengan mendatangi langsung setiap sekolah. "Sampai sekarang masih terus berlangsung," terangnya.
Untuk mencapai target 100%, dibutuhkan capaian vaksinasi sekitar 66,17% lagi. Lulis optimistis target bisa tercapai. "Target selesainya dijadwalkan pada 18 Januari 2022 untuk dosis pertama," jelasnya.
Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, pun rutin memonitoring pelaksanakan vaksinasi kalangan anak usia 6-11 yang sekarang berbarengan dengan pemberian vaksin ketiga (booster) bagi kalangan umum. Kedatangan Fahmi ke sekolah yang sedang melaksanakan vaksin sebagai bentuk memotivasi para pelajar. "Kami sedang mengejar target percepatan vaksinasi bagi anak usia 6-11 tahun," terang Fahmi.
Akselesari itu juga tak terlepas rencana pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) 100%. Rencananya, PTM penuh di Kota Sukabumi diagendakan mulai 17 Januari 2022.
"Tidak perlu takut diimuniasi (vaksin). Ini penting agar kita semuanya dan Kota Sukabumi kembali jadi sehat. Terutama di sektor pendidikan yang selama ini banyak ketinggalan karena terdampak pandemi covid-19," pungkasnya. (OL-15)
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Beras premium kelas I yang sebelumnya Rp14.400 per kg menjadi Rp15.200 per kg dan beras premium kelas II naik dari Rp 14 ribu kg menjadi Rp14.800 per kg
Menurut BMKG, gempa Sukabumi itu berada di 7.62 LS dan 106.41 BT, 71 kilometer dari barat daya Kabupaten Sukabumi, atau tepatnya ada di 26 kilometer laut.
POLRES Sukabumi menangani kasus kematian anak Nizam Syafei anak yang diduga meninggal karena kekerasan dari ibu tirinya. Ibu korban minta ayahnya ikut diproses hukum akibat kelalaian
Salah satu pemicu terjadinya kekerasan yang merenggut nyawa Nizam adalah kegagalan memproses hukum laporan-laporan kekerasan sebelumnya.
Layanan pengaduan ke akun media sosialnya baik Instagram maupin Tiktok akan ditampung dan ditindaklanjuti.
Pergerakan tanah di wilayah itu berdampak terhadap 10 kepala keluarga. Saat ini, mayoritas penyintas mengungsi di rumah kerabat, bahkan ada yang menyewa atau mengontrak rumah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved