Jumat 14 Januari 2022, 13:20 WIB

Pemuda Desa Rawan Bencana di Kalsel Dibekali Pelatihan Kebencanaan

Denny Susanto | Nusantara
Pemuda Desa Rawan Bencana di Kalsel Dibekali Pelatihan Kebencanaan

MI/Denny Susanto
Relawan Posko Meratus menggelar pelatihan kebencanaan bagi generasi muda dari desa-desa rawan bencana di Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

 

ORGANISASI relawan Posko Meratus menggelar kegiatan pelatihan kebencanaan bagi generasi muda dari desa-desa rawan bencana di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan.

Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat Posko Meratus, Hantakan ini dikemas dalam bentuk diskusi lingkungan, sosialisasi kebencanaan dan pembekalan atau pelatihan bencana yang bekerjasama dengan Pena Hijau Indonesia, Walhi Kalsel, IJTI Kalsel dan Serikat Petani Indonesia (Biji Kopi).

Kasman Susanto, Ketua Posko Meratus, Jumat (14/1), mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan SDM masyarakat terutama generasi muda di desa dalam menghadapi bencana.

"Desa-desa di wilayah kami dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah merupakan daerah rawan bencana, sehingga peningkatan SDM di bidang kebencanaan sangat penting. Kegiatan ini juga menjadi renungan, menandai satu tahun bencana banjir bandang dan longsor yang menghancurkan wilayah Hantakan," ungkapnya.

Kegiatan yang mendapat dukungan dari PT Pertamina Regional Kalimantan ini, diisi dengan pembekalan atau pelatihan kebencanaan yang menghadirkan BPBD Provinsi Kalsel dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Asisten II Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Riduan mengatakan bencana banjir dan longsor yang berulang kali terjadi telah berimbas pada rusaknya infrastruktur dan terpuruknya ekonomi masyarakat dan daerah.

"Kita harus siap menghadapi bencana karena wilayah kita memang rawan bencana. Karena itu kami sangat mengapresiasi kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan SDM desa dan mitigasi bencana ini," tutur Riduan yang menjadi salah satu korban banjir besar awal 2021 lalu.

Camat Hantakan, Sahri mengatakan Kecamatan Hantakan menjadi salah satu daerah rawan dan terparah dilanda banjir dan longsor. Karena itu pihaknya terus mendorong peningkatan SDM desa untuk mitigasi bencana.

baca juga: Longsor Kembali Terjadi di Pegunungan Meratus
                   
Data BPBD Kalsel, menyebutkan sepanjang 2021 terjadi lebih dari 40 kali bencana banjir, ditambah bencana longsor, angin kencang dan rob atau gelombang pasang. Ada ratusan desa yang dilanda bencana dengan jumlah warga terdampak lebih dari 700 ribu jiwa, serta puluhan diantaranya meninggal dunia.

Bencana banjir besar yang terjadi berulang kali ini menimbulkan dampak kerusakan infrastruktur di daerah hingga terpuruknya ekonomi masyarakat.

Rangkaian kegiatan ini dibarengi kegiatan penyerahan radio komiunikasi untuk membantu penanganan bencana oleh Walhi Kalsel kepada perwakilan masyarakat desa dan ditutup dengan malam renungan dan selamatan HUT Posko Meratus. (N-1)

 

Baca Juga

MI/Apul Iskandar

Wali Kota Pematangsiantar Didesak Setop Pungut Pajak Melebihi NJOP

👤Apul Iskandar 🕔Selasa 18 Januari 2022, 23:58 WIB
Henry juga meminta serta mendesak Wali Kota Pematangsiantar untuk mengembalikan kepada wajib pajak, setoran pajak daerah yang terlanjur...
Antara

Pemkab Temanggung Terima 23.520 Dosis Vaksin Booster

👤Ant 🕔Selasa 18 Januari 2022, 23:55 WIB
Pelaksanaan vaksinasi booster mulai Senin (17/1), antara lain dilakukan di Puskesmas Parakan dan Kejari...
Antara

Vaksinasi 6-11 Tahun di Sukabumi Sasar Anak Jalanan

👤Ant 🕔Selasa 18 Januari 2022, 23:44 WIB
"Anak jalanan, pengamen dan anak putus sekolah merupakan salah satu kelompok rawan,"...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya