Kamis 13 Januari 2022, 15:05 WIB

Cegah Radikalisme, Jabar-BNPT Kembangkan Kolaborasi Pentaheliks

mediaindonesia.com | Nusantara
Cegah Radikalisme, Jabar-BNPT Kembangkan Kolaborasi Pentaheliks

Ist
Gubernur Jabar Ridwan Kamil menggelar silaturahim kebangsaan dengan Kepala BNPT Boy Rafli Amar di Gedung Sate, Bandung, Rabu (12/1).

 

PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat (Jabar) mengembangkan kolaborasi pentaheliks dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk menangani potensi radikalisme dan terorisme. Hal itu dilakukan sebagai antisipasi semakin masifnya narasi perbedaan terkait keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), juga yang bertentangan dengan ideologi Pancasila.

"Kami akan menggabungkan inisiatif dari Provinsi Jabar dengan BNPT, sehingga terdapat permodelan, ibaratnya kami ini sudah dan sedang melaksanakan vaksinasi antivirus radikalisme dan terorisme," kata Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat menerima kunjungan silaturahim dan dialog kebangsaan BNPT dalam upaya pencegahan paham radikalisme dan terorisme wilayah Jabar di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (12/1).

Kehadiran Kepala BNPT Boy Rafli Amar ke Provinsi Jabar, menurut Kang Emil--sapaan Ridwan Kamil, memberikan angin segar dalam menangkal isu-isu radikalisme dan terorisme di tanah Pasundan.

"Pak Boy memberikan informasi terkini terhadap situasi keindonesiaan yang berhubungan dengan potensi radikalisme dan terorisme, juga program deradikalisasi dan penanganan terorisme," ujar Kang Emil.

Dalam pertemuan itu, Gubernur juga menjelaskan mengenai populasi penduduk Jabar yang menyentuh hampir 50 juta jiwa. Hal itu menjadi kerawanan sasaran alur informasi penyebaran paham radikalisme dan terorisme.

"Jawa Barat dengan penduduk 50 juta jiwa sering kali menjadi objek dari ideologi-ideologi yang mungkin bertentangan dengan Pancasila," ujarnya.

Oleh karena itu, Pemprov Jabar telah menyiapkan berbagai strategi untuk menanggulangi paham tersebut agar tidak terpapar kepada anak-anak muda.

"Kita mempunyai Kemah Kebangsaan, anak-anak muda berkumpul mendiskusikan semangat kepancasilaan. Saya sudah melantik 1.100 Duta Pancasila, juga Duta Bela Negara," kata Kang Emil.

Pemprov Jabar juga memiliki Program Ajengan Masuk Sekolah untuk memberikan narasi menangkal segala potensi ceramah bermuatan narasi yang hendak menggeser kepancasilaan ke arah radikalisasi.


Baca juga: BNPT Apresiasi Pemkab Garut Respons Cepat Munculnya Paham NII


Tak hanya itu, Kang Emil menyebut ada Program Sekolah Perempuan Capai Impian dan Cita-cita (Sekoper Cinta) untuk memberikan edukasi kepada perempuan di Jabar.

"Seperti Program Sekoper Cinta, salah satu kurikulumnya adalah deteksi radikalisme. Program-program ini insya Allah akan membawa Jawa Barat 2022 gaspol melawan radikalisme," katanya.

Kepala BNPT Boy Rafli Amar mengatakan kedatangannya ke Jabar untuk bersilaturahim kebangsaan dengan kepala daerah terkait penanganan isu radikalisme dan terorisme.

"Hari ini kita bisa silaturahim kebangsaan dengan Bapak Gubernur Jawa Barat. Intinya, kita ingin meningkatkan ikhtiar merawat kebinekaan untuk mencegah intoleransi, radikalisme, dan terorisme. Kita tentu tidak ingin adanya ideologi yang berbasis kekerasan," kata Boy Rafli.

Menurutnya, ideologi terorisme merupakan suatu paham yang menganut kekerasan sebagai tindakan benar. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat tetap teguh pada nilai luhur bangsa, khususnya Pancasila.

"Ideologi terorisme itu adalah ideologi yang berbasis kekerasan, yang akhirnya memapar masyarakat kita. Diharapkan masyarakat tetap teguh menjaga nilai luhur bangsa kita," katanya.

Boy Rafli menegaskan, bahwa ideologi negara Pancasila perlu terus dijaga dengan kolaborasi antar pemerintah pusat dengan daerah. Dengan demikian potensi yang bertentangan dengan ideologi negara dapat terkikis.

"Kita telah memiliki ideologi negara Pancasila yang tentunya perlu kolaborasi dan ikhtiar bersama agar segala potensi berkembangnya ideologi yang bertentangan dengan ideologi negara bisa dieliminasi," ujarnya.

Boy Rafli menuturkan, diskusi yang dilakukan dengan Gubernur Jawa Barat dan jajarannya ini juga terkait dengan program kontraradikalisasi karena salah satu lokasi kawasan terpadu Nusantara yang diusun ada di wilayah Jabar, terutama di wilayah Kabupaten Garut.

"Kita juga mengembangkan narasi-narasi dalam rangka kontrapropaganda jaringan teroris yang menyampaikan pesan ke Indonesia," kata Boy. (RO/S-2)

 

 

Baca Juga

ANTARA

Harga Minyak Goreng di Pasar Tradisional Palangka Raya Masih Tinggi

👤Surya Sriyanti 🕔Jumat 21 Januari 2022, 15:45 WIB
PASCAditetapkannya aturan harga minyak goreng dari pemerintah yakni Rp14 ribu per liter, ternyata belum sepenuhnya mengubah harga di...
AFP

Warga Bandung Terpapat Omikron, Pemkot Ambil Langkah Antisipasi

👤Naviandri 🕔Jumat 21 Januari 2022, 15:39 WIB
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bandung, Jawa Barat melakukan berbagai lengkah menyusul ditemukannya enam warga Kota Bandung positif Covid-19...
DOK MI

Pemerintahan Kabupaten Langkat Berjalan Normal Pascapenangkapan Bupati

👤Yoseph Pencawan 🕔Jumat 21 Januari 2022, 15:25 WIB
WAKIL Bupati Langkat, Sumatera Utara, Syah Afandin memastikan roda pemerintahan dan pelayanan publik Pemkab Langkat tetap berjalan normal...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya