Selasa 11 Januari 2022, 20:02 WIB

Kasus DBD di Sikka Terus Meningkat

Gabriel Langga | Nusantara
Kasus DBD di Sikka Terus Meningkat

DOK MI
Ilustrasi

 

MEMASUKI 2022, tren kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami peningkatan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Sikka, hingga 10 Januari 2022, ada 30 kasus DBD yang dilaporkan.

Kecamatan Alok Timur menempati posisi pertama dengan jumlah 11 kasus. Selanjutnya, Kecamatan Alok 5 kasus, dan Kecamatan Alok Barat dan Kangae berjumlah 3 kasus. Kemudian, Kecamatan Waigete dengan jumlah 2 kasus DBD.

Sedangkan Kecamatan Nita, Kewapante, Mego, Nele, Waiblama, Hewokloang, masing-masing 1 kasus DBD. Pasien DBD ini dirawat pada tiga RS yang ada di Kabupaten Sikka yakni RSUD dr. TC Hillers Maumere, RS Santa Elisabeth Lela, dan RS Santo Gabriel Kewapante.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus mengakui saat ini kasus DBD di Kabupaten Sikka terus mengalami peningkatan. Ia pun menilai peningkatan kasus DBD ini dipicu oleh peran dari lintas sektor yang belum maksimal

"Kasus DBD meningkat pada Januari. Ini sebenarnya peran lintas sektornya yang belum maksimal. Kalau tugas Dinas Kesehatan dan puskesmas sudah melaksanakannya karena dari ABJ (Angka Bebas Jentik) hampir diatas 95 persen. Ini artinya bahwa kesehatan mengerjakan pekerjaannya. Yang jadi soalnya sekarang ini adalah di luar rumahnya atau di lingkungannya. Karena jentik DBD itu bukan hanya dalam rumah tetapi lingkungan sekitar juga. Maka ini, peran RT, RW, kepala desa, lurah, harus bekerja sama. Jangan semua dibebankan ke Dinas Kesehatan," tegas Petrus Herlemus, Selasa (11/1).

Dikatakan, Kabupaten Sikka merupakan wilayah endemik DBD. Kejadian luar biasa (KLB) DBD pada 2020 seharusnya menjadi pembelajaran berharga. Meski demikian, kata dia, Kabupaten Sikka mampu keluar dari masalah itu.

"Pekerjaan besar adalah kita memperhatikan lingkungan di sekitar kita terlebih dahulu. Kemudian kesadaran bersama untuk lintas sektor sehingga wilayah dan lingkungan itu menjadi tanggung jawab bersama," tegas dia.

Petrus mengimbau, masyarakat untuk peduli melakukan pencegahan pada kasus DBD ini "Jangan saat kasus DBD meluas baru kita kaget. Karena itu peran RT, RW ini yang paling penting. kalau nakes sudah maksimal," tandas Petrus. (OL-15)

 

Baca Juga

ANTARA/Harviyan Perdana Putra

Dirlantas Jateng: Seluruh Pelanggar Lalin Termonitor ETLE

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Senin 17 Januari 2022, 07:06 WIB
Ditlantas Polda Jawa Tengah menindak 34 ribu pelanggar lalin dalam 15 hari awal di...
 ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas

Banyak Bibit Ayam Mati dan Sakit, Harga Telur di Tanjungpinang Naik

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 17 Januari 2022, 06:30 WIB
Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Tanjungpinang, Kepri, membeberkan penyebab kenaikan harga telur ayam ras di daerah itu...
AFP

Vaksinasi Lansia di Medan Capai 60,26 Persen

👤Ant 🕔Minggu 16 Januari 2022, 23:58 WIB
Pemkot Medan,  akan fokus melaksanakan vaksinasi anak usia 6-11 tahun direncanakan berlangsung secara...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya