Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM rangka HUT PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul, Tbk ke-70 tahun dan 8 tahun menjadi perusahaan publik, ditandai dengan syukuran rencana pembangunan riset center dan museum di kawasan Pabrik Sido Muncul, Ungaran, Jawa Tengah.
Acara syukuran ditandai dengan menekan tombol sirine dan membuka selubung maket oleh jajaran Direksi Sido Muncul. Menurut Direktur
Sido Muncul Irwan Hidayat tujuan pembangunan kawasan yang memiliki luas sekitar 4-5 ha ini untuk melestarikan budaya dan tradisi jamu
serta menjadi pusat informasi dan pembelajaran ilmiah/edukasi.
"Pertama, riset center ini nantinya akan mengenai jamu, obat herbal, dan tanaman rempah. Tujuannya, kami ingin menemukan obat-obat alam
(rempah) yang bisa bermanfaat bagi masyarakat," jelas Irwan Hidayat di area Pabrik Sido Muncul, Bergas, Klepu, Semarang, Sabtu (18/12).
Sido Muncul ingin mengembangkan dan membudidayakan tanaman obat sehingga dapat menghasilkan bibit rempah yang unggul, danmemiliki kandungan zat aktif tinggi.
"Kedua tujuan kami membangun museum, kami ingin generasi muda dapat mengerti tentang sejarah dan tradisi jamu, sehingga dapat melestarikan budaya jamu. Museum akan dikemas secara modern dengan dukungan teknologi kekinian," kata Irwan.
Acara yang diselenggarakan sesuai protokol kesehatan ketat ini turut dihadiri oleh Muhammad Arif Sambodo mewakili Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Bupati Semarang Ngesti Nugraha, Wali Kota Semarang yang diwakili oleh Asisten Pemerintah Bagian Perekonomian Widoyono, Wali Kota Salatiga diwakili oleh Wakil Wali Kota Salatiga Muhammad Haris, Kiai Haji Mustofa Bisri (Gus Mus), Komisaris Utama
Sido Muncul, Jonatha Sofjan Hidajat, Komisaris Sido Muncul Johan Hidayat, Komisaris Sido Muncul, Sigit Hartojo Hadi Santoso, Direktur
Utama Sido Muncul, David Hidayat, Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat, dan Sandra Linata Hidayat.
baca juga: Anak Perusahaan Sido Muncul Ekspor Minyak Atsiri Nilam ke Prancis
Irwan menyampaikan semulanya acara syukuran seharusnya diadakan pada 11 November lalu. Akan tetapi diundur karena masih dalam suasana
berkabung.
"Seharusnya acara ini diadakan bertepatan dengan HUT Sido Muncul ke-70 tahun pada 11 November. Tapi karena keluarga kami sedang berduka, maka kami lakukan pada 18 Desember ini," ujar Irwan.
"Harapan kami, dengan adanya riset center dan museum ini semakin banyak pengunjung yang datang ke tempat kami. Sebelum pandemi, total
pengunjung setiap bulannya (Kebanyakan mahasiswa) adalah 8.000 pengunjung. Kami harap setelah ini bisa mencapai 40.000 pengunjung
setiap bulannya," lanjut Irwan.
Pada syukuran kali ini, Sido Muncul turut memberikan bantuan sosial dengan total nilai Rp500 juta yang diserahkan melalui Gubernur
Jawa Tengah sebesar Rp200juta, Wali Kota Semarang Rp100juta, Bupati Semarang Rp100juta, dan Wali Kota Salatiga Rp100 juta. (N-1)
Ketua DPR RI Puan Maharani melakukan kunjungan ke pabrik PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul TBk di Bergas Kabupaten Semarang, Jumat (5/7) sore.
Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat berharap perusahaan dapat tumbuh dan berkembang dengan lebih baik lagi, agar dapat mempertahankan eksistensinya di masa mendatang.
PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul membagikan santunan senilai Rp2 juta dalam bentuk paket sembako kepada 1.000 dhuafa di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Bantuan berupa uang tunai sebesar Rp200 juta diserahkan secara simbolis oleh Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat kepada Direktur RS Islam Jakarta, Cempaka Putih, dr. Pradono Handojo.
Irwan Hidayat berharap produk ini dapat diterima masyarakat, apalagi saat ini telah banyak orang yang mempercayakan kesehatan mereka dengan menggunakan bahan herbal.
Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat mengatakan iklan ini bertujuan selain memperkenalkan pariwisata Indonesia juga untuk membangun market di Luar negeri.
KEBIJAKAN kenaikan harga tiket masuk Museum Nasional Indonesia mendapat kritikan tajam Sejarawan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR), Edy Budi Santoso.
Ketiga destinasi wisata sejarah tersebut adalah Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Wayang, serta Museum Tekstil.
Selama pengelola museum masih menerima dana dari APBN, masyarakat tidak seharusnya dibebani biaya tinggi untuk mengakses fasilitas negara.
Kenaikan tarif Museum Nasional dari sebelumnya yang sebesar Rp25.000 merupakan langkah krusial untuk memenuhi standar pemeliharaan internasional.
Sebagai lembaga yang dikelola pemerintah, Museum Nasional mengemban tanggung jawab moral untuk mempermudah akses pendidikan bagi warga negara.
Fosil legendaris Homo erectus atau yang dikenal luas sebagai Java Man kini telah resmi dipamerkan untuk publik di Museum Nasional Indonesia, Jakarta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved