Rabu 01 Desember 2021, 09:25 WIB

Preman Ngamuk Tak Bisa Temui Pujaan Hati Akhirnya Tewas Dikeroyok

Adi Kristiadi | Nusantara
Preman Ngamuk Tak Bisa Temui Pujaan Hati Akhirnya Tewas Dikeroyok

dok.mi
Ilustrasi

 

SEORANG preman berinisial US, warga Barengkok, Desa Panyiaran, Kabupaten Tasikmalaya, tewas dikeroyok di Kampung Bantarpari Desa Sindangjaya, Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. US sebelumnya menganiaya seorang pemuda dan hansip setempat pada Selasa (30/11).

Kapolres Tasikmalaya, AKBP Rimsyahtono mengatkan, peristiwa ini bermula saat US bertandang ke Desa Sindangjaya mencari rumah seorang janda yang ditaksirnya. Namun, US tidak mengetahui persis dimana rumah janda idamannya itu. US bertanya ke warga dengan suara keras sehingga membuat gaduh, bahkan dia memukul pemuda setempat dan hansip di desa tersebut. Dia juga mengancam akan membakar kampung itu kalau warga tidak mau menunjukkan dimana janda pujaan hatinya itu.

"Dari informasi, kejadian itu berawal saat US, diduga sedang dalam pengaruh miras mendatangi kampung Bantarpari dan mencari rumah Sunarti, seorang janda yang disukainya. Namun, tidak mengetahui secara persis lokasi rumahnya. Diapun bertanya kepada seorang pemuda bernama Topa dan langsung diantar sampai ke rumahnya," kata Kapolres Tasikmalaya AKBP Rimsyahtono, Rabu (1/12/2021).

Sesampainya di rumah Sunarti, kata Kapolres, yang bersangkutan tidak ada. US langsung mengira pujaan hatinya disembunyikan oleh warga hingga kemudian mengamuk dan juga marah sambil mengancam akan membakar rumah janda tersebut. Anggota Linmas sempat berusaha menenangkan tapi US tidak bisa ditenangkan yang ada malah nantang warga setempat.

"Warga yang berkumpul di lokasi terpancing emosinya sehingga kemudian mengeroyoknya menggunakan tangan kosong. Petugas yang menerima informasi langsung bergerak dan mendapati US sudah terkapar lalu membawanya ke RSUD dr Soekardjo. Namun, US meninggal diperjalanan," ungkap Kapolres.

Dalam peristiwa ini, jelas Kapolres, pihaknya menangkap dan memeriksa 35 warga yang mengeroyok US. Mereka terdiri dari usia muda dan tua diduga ikut melakukan pengeroyokan. Semua warga statusnya sekarang masih sebagai saksi, mereka diperiksa penyidik terkait keterlibatan atas kejadian itu yang berujung meninggalnya seseorang.

"Kami masih melakukan pemeriksaan kepada 35 orang dan mereka statusnya masih saksi, tetapi nanti dari hasil pemeriksaan diketahui siapa yang melakukan pemukulan dan yang menjadi penggerak atas kejadian tersebut," pungkasnya. (OL-13)

Baca Juga: PDIP Diminta Beri Sanksi pada Junimart Girsang

 

Baca Juga

ANTARA

Soal Komentar Haruna, Shin Tae-yong Tidak Ambil Pusing

👤Widhoroso 🕔Sabtu 22 Januari 2022, 19:20 WIB
KOMENTAR pedas yang diucapkan angggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Haruna Soemitro  tidak diambil pusing oleh pelatih timnas...
ANTARA

Harga Minyak Goreng di Klaten Masih Tinggi

👤Djoko Sardjono 🕔Sabtu 22 Januari 2022, 19:07 WIB
HARGA minyak goreng di pedagang Pasar Darurat Klaten, Jawa Tengah, masih...
DOK MI

Sulsel dan Mandalika Kerja Sama Promisi Pariwisata

👤Lina Herlina 🕔Sabtu 22 Januari 2022, 18:46 WIB
BADAN Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Pemprov Sulsel menyepakati kerja sama dengan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) untuk...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya