Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR Sumatera Utara Edy Rahmayadi melakukan kunjungan kerja ke Kota Binjai dan Kabupaten Langkat, Selasa (30/12). Kunjungan ini terkait rendahnya serapan anggaran kedua daerah itu.
Seusai kunjungan, Gubernur Edy mengatakan, selain mempererat silaturahmi, kedatangannya ke Binjai dan Langkat juga untuk memberi perhatian pada masalah penyerapan anggaran. "Hingga 23 November 2021, serapan anggaran belanja dua daerah ini masih kurang memuaskan," ujarnya.
Adapun serapan anggaran Kabupaten Langkat masih sebesar 57,36%, sementara Kota Binjai 61,94%. Padahal karena sudah sampai bulan November, seharusnya serapan anggaran sudah mencapai 90%.
Dalam kunjungannya ke dua daerah itu Gubernur Edy menggelar pertemuan dengan jajaran pemkot dan pemkab serta para kepala desa. Dalam pertemuannya dengan jajaran pemda Edy meminta agar hal ini tidak terjadi lagi pada tahun anggaran 2022. Salah satu caranya adalah tidak menunda tender proyek fisik. Lelang tender sudah harus dilaksanakan pada awal Januari sehingga proyek bisa dikerjakan mulai April atau Mei.
Wali Kota Binjai Amir Hamzah menyampaikan, meski saat ini masih sebesar 64%, tetapi ia optimistis serapan anggaran dapat mencapai 90% pada Desember. Dia beralasan serapan anggaran Binjai masih rendah karena kegiatan OPD masih tahap penyelesaian.
Sebelumnya, Gubernur Edy mengungkapkan, persentase rata-rata penyerapan anggaran dari 33 pemerintah kabupaten dan kota di provinsinya sampai dengan November 2021 masih sebesar 62,12%.
Hal itu karena hingga kini masih ada beberapa daerah yang hanya memiliki serapan anggaran sekitar 50%. Bahkan hanya ada dua daerah yang sudah memiliki serapan anggaran hingga 70%.
Berdasarkan catatan MI, sampai dengan akhir September 2021, serapan anggaran daerah di Sumut yang paling lumayan dicatatkan Kabupaten Langkat, diikuti Serdangbedagai dan Tapanuli Tengah.
Sedangkan daerah paling rendah realisasi anggaran sampai dengan periode itu ditorehkan Kota Tanjungbalai. Bahkan pada kuartal I/2021, serapan anggaran Kota Tanjungbalai baru 24,97%, masih lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu yang sebesar 32,97%. (YP/OL-10)
Kemeninves sampai Danantara diyakini bisa menjadi jalan keluar terbaik untuk mengelola lahan perkebunan sampai pertambangan ini.
Barita mengatakan upaya hukum ini diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap penyebab bencana di Sumatra.
Pembangunan huntara dilakukan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra. Rinciannya, sebanyak 16.282 unit huntara dibangun di Aceh, 947 unit di Sumatra Utara, dan 618 unit di Sumatra Barat.
Negara harus memastikan bahwa pencabutan perizinan berusaha di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Suhu udara rata-rata 11 hingga 32 derajat Celcius dengan kelembaban udara 56-99 persen dan angin bertiup dari Selatan hingga Barat dengan kecepatan 3 hingga 7 km per jam.
Merujuk dari terakhir pemerintah, bencana banjir dan longsor akhir November 2025 lalu menyebabkan 208.693 unit rumah di Aceh rusak.
Hingga 30 September 2025, realisasi belanja Kementerian/Lembaga (K/L) baru 62,8% dari target. Bahkan, ada tiga K/L besar yang serapannya masih di bawah 50%
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) menjanjikan penyerapan anggaran kementeriannya bisa mencapai 96% pada akhir tahun.
Serapan anggaran untuk belanja daerah oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di semester pertama 2025 baru sekitar 37%.
Peringatan keras ini disampaikan saat membuka kegiatan Laporan Realisasi Belanja Daerah dan Realisasi PAD Triwulan II Tahun 2025 di Kantor Balai Kota Makassar, Rabu (13/8).
SERAPAN anggaran akhir tahun 2023 yang mencapai 100,2% dari alokasi Perpres 75/2023 dinilai tidak menjamin mampu meningkatkan kualitas anggaran. Indikatornya adalah pertumbuhan ekonomi
PEMERINTAH membantah menahan aktivitas belanja untuk mendapatkan angka defisit anggaran yang kecil. Pasalnya realisasi belanja negara justru melampaui alokasi dana APBN
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved