Senin 29 November 2021, 16:11 WIB

Dipicu Hujan Deras, Perpustakaan SD Ambruk di Sukabumi

Benny Bastiandy | Nusantara
Dipicu Hujan Deras, Perpustakaan SD Ambruk di Sukabumi

Medcom.id.
Ilustrasi.

 

BANGUNAN ruang perpustakaan di SDN 3 Cijengkol di Kampung Kuta Tegal RT 02 RW 03, Desa Cijengkol, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, ambruk, Minggu (28/11) petang. Kondisi tersebut dipicu curah hujan tinggi akhir-akhir ini ditambah dengan usia bangunan yang sudah uzur.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Caringin, Ahmad, menuturkan ambruknya atap ruang perpustakaan terjadi saat sekolah sedang libur. Tidak ada korban luka maupun jiwa.

"Kejadiannya Minggu sore. Diduga bangunan sudah lapuk ditambah dengan curah hujan tinggi," kata Ahmad, Senin (29/11).

Akibat kejadian itu, lanjut Ahmad, terdapat dua ruang kelas yang kondisinya terancam. Untuk penanganannya, P2BK sudah berkoordinasi dengan pihak desa setempat serta elemen pemerintahan lain. "Harus segera ditangani karena ada dua ruang kelas yang kondisinya terancam," ungkapnya.

Ahmad belum bisa menaksir nilai kerugian akibat bangunan ambruk tersebut. Saat ini masih dilakukan asesmen di lapangan. "Taksiran nilai kerugian masih dalam proses penghitungan," kata Ahmad.

Ahmad mengimbau kembali masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan bencana. Pasalnya, potensi curah hujan tinggi diprediksi masih terjadi hingga beberapa waktu ke depan.

Di Kabupaten Cianjur, jembatan penghubung Desa Sukamahi Kecamatan Cijati dengan Desa Neglasari Kecamatan Kadupandak mengalami ambruk, Sabtu (27/11), sekitar pukul 23.30 WIB. Kondisi tersebut dipicu abrasi pada bagian fondasi akibat terkikis aliran Sungai Cibuni.

"Jembatan rawayan (gantung) itu merupakan akses penghubung jalan alternatif dua desa di dua kecamatan," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cianjur, Ade Bonbon Sutrisman, Senin (29/11).

Jembatan diketahui dibangun sekitar 14 tahun silam atau pada 2007. Seringnya debit air meninggi di aliran Sungai Cibuni setiap kali curah hujan tinggi mengakibatkan tanah penopang fondasinya mengalami abrasi. "Puncaknya pada Sabtu saat curah hujan tinggi yang berlangsung cukup lama. Jembatan ambruk karena fondasinya roboh," jelas Ade.

Baca juga: Sepekan Banjir di Pekalongan Bikin Ribuan Pembatik Menganggur

Saat ini jembatan tak bisa dilalui. Kejadian itu sudah dikoordinasikan dengan dinas teknis di Pemkab Cianjur untuk penanganan selanjutnya. "Kami mengupayakan menangani segera jembatan yang ambruk agar bisa digunakan masyarakat beraktivitas," pungkasnya. (OL-14)

Baca Juga

MI/Tosiani

Kasus DBD di Kota Bandung Meningkat

👤Naviandri 🕔Minggu 23 Januari 2022, 12:30 WIB
PEMKOT Bandung, Jawa Barat meminta masyarakat untuk waspada Demam Berdarah Dengue (DBD), dengan menjaga kebersihan lingkungan rumah dan...
MI/Haryanto

Ganjar Perintahkan Operasi Pasar Minyak Goreng di Pasar Tradisional

👤 Akhmad Safuan 🕔Minggu 23 Januari 2022, 11:13 WIB
Masih tingginya harga minyak goreng di pasar tradisional, lanjut Ganjar Pranowo, karena para pedagang masih menghabiskan stok yang...
MI/Moat Angga

Mahasiswi Akper Lela Maumere, Kuliah Sambil Jualan Pisgor

👤Gabriel Langga 🕔Minggu 23 Januari 2022, 10:55 WIB
UNTUK meraih cita-cita butuh perjuangan, keringat dan airmata, hal itu ditunjukkan mahasiswi Akademi Keperawatan (Akper) Santa Elisabeth...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya