Jumat 26 November 2021, 15:43 WIB

Perusahaan VDNI dan OSS Catatkan Ekspor Feronikel Signifikan

mediaindonesia.com | Nusantara
Perusahaan VDNI dan OSS Catatkan Ekspor Feronikel Signifikan

Ist
Pengolahan nikel (smelter) milik PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) di Konawe, Sulawesi Tenggara.

 

PERUSAHAAN pengolahan nikel (smelter) yang berada di Kawasan Industri Virtue Dragon Nickel Industrial Park (VDNIP), Konawe, Sulawesi Tenggara, PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan Obsidian Stainless Steel (OSS) mencatat jumlah dan nilai ekspor feronikel yang signifikan sampai kuartal 3 tahun 2021.

Sampai bulan September 2021, VDNI mencatat ekspor NPI mencapai 618.117 metric ton (MT) yang bernilai US$1,21 miliar atau Rp17 triliun.

Sementara OSS mencatat ekspor NPI dan stainless steel sebesar 880.643 MT yang bernilai US$1,73 miliar atau setara Rp24,5 triliun.

“Kontribusi ini sangat signifikan dan memuaskan mengingat kondisi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini. Ke depan kami berharap bisa terus meningkatkan produktivitas untuk memberi kontribusi lebih terutama untuk masyarakat di sekitar sini,” ujar Presiden Direktur PT VDNIP, Tony Zhou Yuan dalam keterangannya, Jumat (26/11/2021).

Capaian tersebut, lanjut Tony, merupakan kontribusi dari smelter berteknologi Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) yang digunakan oleh PT VDNI dan OSS untuk memproses nikel dan Argon Oxygen Decarburization (AOD) furnace untuk memproses ke produk akhir, yaitu stainless steel.

Teknologi ini merupakan teknologi yang hemat energi dan ramah lingkungan di dunia saat ini.

“Dengan teknologi yang ramah lingkungan ini menjadikan hasil produksi di VDNI-OSS bukan hanya bermanfaat secara ekonomi, namun juga untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan,” lanjut Tony.

Dalam proses pengolahan nikel menggunakan RKEF, produk yang dihasilkan adalah feronikel. Feronikel adalah logam paduan antara besi dan nikel, di mana kandungan nikel bervariasi dari 25%-45%.

Feronikel digunakan sebagai bahan pemadu dalam pembuatan baja. Nikel dan logam kromium merupakan unsur logam pemadu yang terdapat di dalam baja tahan karat.

Dengan mengolah bijih nikel menjadi FeNi, harganya dapat meningkatkan nilai komoditi. Selain itu, pengelolaan sumber daya nikel sampai ke proses pengolahan harus memperhatikan berbagai faktor.

Beberapa di antaranya yaitu mulai dari pasokan bijih nikel, pasokan energi yang harus bisa dijamin, dan kemudahan-kemudahan utama lainnya yang diperlukan oleh investor maupun calon investor yang akan membangun smelter, juga perlu adanya perhitungan kebutuhan energi untuk sampai ke produk FeNi.

Tony menambahkan, sejak awal pihaknya telah banyak menginvestasikan banyak energi, keuangan, dan sumber daya material dalam penelitian dan pengembangan green energy. Hal ini menjadi komitmen perusahaan yang akan terus dipegang ke depannya.

“Perusahaan kami juga terus meningkatkan investasi dan mencapai lebih banyak produksi green energy dan perlindungan lingkungan, sehingga dapat menghemat energi dan mengurangi konsumsi serta memberikan output berkualitas tinggi dan efisien,” pungkasnya. (RO/OL-09)

Baca Juga

Dok. Sahabat Ganjar

Penyandang Disabilitas Didorong Kembangkan Karya

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 06 Desember 2021, 01:36 WIB
Bantuan tersebut berupa tongkat untuk penyandang tuna netra dan kursi roda untuk membantu...
MI/ Bary Fathahilah

Pasien Sembuh Covid-19 di Gunung Kidul Bertambah Delapan Orang

👤Ant 🕔Minggu 05 Desember 2021, 23:58 WIB
Kasus aktif covid-19 di Gunung Kidul tinggal 39...
MI/Susanto

Vaksinasi di Medan Capai 78,55 Persen

👤Ant 🕔Minggu 05 Desember 2021, 23:42 WIB
Capaian vaksinasi tersebut, sudah melebihi target sebesar 70% yang ditetapkan oleh pemerintah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya