Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG pejalan kaki warga Sariharjo, Ngaglik, Sleman, Santosa, 45 tahun, ditemukan peninggal dunia di sebuah kebun tak berpenghuni di pinggir Jalan Pajajaran, Pogung, Sleman. Awalnya polisi menduga, Santosa menjadi korban tabrak lari biasa. Meski demikian polisi Polresta Sleman menerjunkan tim Satlantas dan Satreskrimum untuk melakukan penyelidikan mendalam.
Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Yuswanto Ardi, Sabtu (16/11) di kantornya menjelaskan, hasil penyelidikan dan pemeriksaan CCTV yang ada di sekitar lokasi ditemukannya mayat Santosa, diketahui benar bahwa Santosa menjadi korban tabrak lari.
"Hasil penyelidikan kami, pelaku menggunakan mobil SUV nomor polisi BG 1659 YF. Dan kemudian kami melakukan pelacakan keberadaan mobil tersebut, siapa yang memakai saat itu dan penyelidikan lainnya," katanya.
Hasil penyelidikan, ujarnya, polisi menangkap seorang mahasiswa asal Morowali, berinisial MAT, 20 tahun. Kapolresta menjelaskan, MAT adalah pengemudi mobil nomor polisi BG 1569 YF tersebut dan kemudian menabrak korban. "MAT kami jemput di sebuah asrama di bilangan Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta," jelasnya.
Menurut Yuswanto Ardi, saat kejadian, korban Santosa berjalan di jalur lambat dari arah barat ke timur. Dari arah belakang tiba-tiba mobil yang dikendarai AT menabrak Santosa. MAT yang saat itu bersama rekan perempuannya, tidak kemudian menghentikan mobilnya, tetapi terus melaju ke arah timur.
Kasat Lantas Polresta Sleman AKP Fikri Kurniawn menambahkan, dari pengakuan tersangka, sepanjang jalan dari Jombor hingga TKP yang jaraknya sekitar 2 kilometer, teman perempuan MAT, melakukan blow job atau oral seks terhadap MAT yang sedang mengemudi.
"Sepanjang Jombor hingga lokasi kejadian pelaku melalukan oral seks didalam mobil sehingga mengganggu konsentrasi. Kurangnya konsentrasi itulah yang mengakibatkan tersangka menabrak korban," ungkap Fikri. Kamis lalu warga dan pengendara yang melintas di Jalan Pajajaran, Kalurahan Sinduadi, Kapanewon Mlati, Sleman dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki tanpa identitas pada Kamis pagi.
Saat ditemukan sekira pukul 10:00 Wib korban mengalami luka dibagian kaki serta kepala. Belakangan diketahui korban merupakan warga Santoso alias STN (45) warga Sariharjo, Ngaglik, Sleman. (H-2)
Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdullah, meminta KPK agar membuka alasan penghentian perkara tersebut secara transparan dan rinci kepada publik.
MASSA dari Penyelamat Negara Demi Kemakmuran Rakyat (PENDEKAR) meminta Kejaksaan Agung mengusut mafia tambang di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.
SDN 1 Porara di Desa Morosi kini memiliki 16 ruang kelas, 22 guru, serta 500 murid, dengan 107 siswa baru tercatat pada tahun ajaran 2025.
EKONOM dari The Reform Initiative, Wildan Syafitri, menyoroti ketimpangan gaji atau upah tenaga kerja asing (TKA) dan pekerja lokal di wilayah industri hilirisasi mineral.
Ada permintaan uang sebesar Rp50 juta dari Kapolsek untuk menghentikan penyelidikan kasus dugaan penganiayaan terhadap siswa D oleh Supriyani.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved