Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KELUARGA keturunan pendiri (dzurriyah muassis) Nahdlatul Ulama (NU) Lampung menggelar doa bersama demi terselenggaranya Muktamar ke-34 NU dengan lancar.
KH Wahid Zamas mengatakan, muktamar merupakan musyawarah tertinggi dalam struktural organisasi Islam tertua di Indonesia itu menentukan tampuk kepemimpinan selanjutnya. Karena itu, ia berharap agenda yang akan dilaksanakan di Lampung itu harus berjalan untuk melahirkan kepemimpinan selanjutnya.
"Kami mendoakan agar pelaksanaan Muktamar NU berjalan lancar, damai, dan menghasilkan ketua umum yang istiqamah," ujar Pengasuh Pondok Pesantren Modern NU Tanggamus itu, Jumat (19/11).
Sementara itu, Ketua Yayasan Azzahriah Ahmad Harisudin Zamas berharap, tidak ada lagi penundaan pelaksanaan muktamar pada tahun ini. Bahkan, ia menginginkan jadwal agenda tersebut bisa dimajukan.
Ia juga mengusulkan agar penyelenggaraan muktamar dimajukan menjadi 17 Desember yang bermakna satu tujuan membesarkan NU dan sebagai simbol 'pitulungan' permohonan pertolongan kepada Allah SWT.
Baca juga: Terapkan PPKM Level 3 Saat Nataru, Objek Wisata Di Sumsel Diminta Sesuaikan Aturan
Sebab, lanjut dia, agenda itu telah tertunda sejak 2020 lalu. Terlebih, situasi pandemi covid-19 yang terjadi hampir dua tahun ini belum diketahui kapan akan berakhir.
"Harapannya seluruh peserta muktamar membawa kesejukan hati datang ke Lampung, dengan kegembiraaan menyambut pemimpin baru," ungkapnya.
Pihaknya juga berharap pelaksanaan muktamar di Lampung tidak meninggalkan catatan buruk di kemudian hari. Semua pihak harus berjalan bersama untuk terus menjaga dan membesarkan NU ke depan.
Diberitakan sebelumnya, pembukaan agenda yang akan dihadiri 3.000 orang itu akan dilakukan di Ponpes Darussaddah, Lampung Tengah. Sementara sidang pleno, batsul matsail, dan komisi diselanggarakan di UIN Raden Intan, Universitas Lampung, dan Universitas Malahayati.
Muktamar NU yang rencananya digelar pada 23-25 Desember 2021 di Provinsi Lampung ditunda.
Sekretaris Jenderal Pengurus Besar NU Helmy Faishal Zaini, mengatakan penundaaan Muktamar ke-34 di Lampung karena kebijakan pemerintah yang bakal memberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 di seluruh Indonesia pada 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022 mendatang. (RO/S-2)
Masalah dalam kasus korupsi ini adalah karena adanya pembagian kuota yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.
KPK menegaskan adanya aliran dana dugaan rasuah dalam penyelenggaraan dan pembagian kuota haji ke Ketua Bidang Ekonomi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Aizzudin (AIZ).
KETUA Nahdlatul Ulama (PBNU) Ulul Abshar Abdalla menyoroti pentingnya humor dalam kehidupan bermasyarakat. Ia turut menyayangkan soal laporan terhadap Komika Pandji Pragiwaksono
KETUA Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ulil Abshar Abdalla menegaskan yang melaporkan ke polisi soal Mens Rea Pandji Pragiwaksono di Polda Metro Jaya, bukan perwakilan PBNU
PENGASUH dari Pondok Pesantren Denanyar Jombang Abdussalam Shohib atau akrab disapa Gus Salam mengatakan kasus Mens Rea Pandji Pragiwaksono seharusnya tidak menjadi laporan pidana.
Gus Yahya menghadiri dan mengawal langsung rangkaian kegiatan Napak Tilas Jejak Restu Pendirian NU yang menempuh rute Bangkalan-Jombang
PKB undang tokoh kultural NU di Muktamar-6
PBNU berpandangan tanah yang telah dikelola oleh warga Pulau Rempang, Batam, selama bertahun-tahun, maka hukum pengambilalihan tanah itu oleh pemerintah adalah haram.
Pria yang akrab disapa Gus Yahya itu datang menemui Presiden Joko Widodo untuk melaporkan hasil Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama yang berlangsung di Lampung pada 22-24 Desember lalu.
"Gus Yahya adalah simbol kekuatan kader muda NU. Ini menjadi bukti bahwa regenerasi berjalan dengan baik," kata Rumadi.
“Hasil ini bagi pemerintah sangat menggembirakan, sangat menyenangkan karena bagi pemerintah NU selama ini dianggap dan dinyatakan sebagai mitra pemerintah yang paling setia."
TERPILIHNYA Gus Yahya menjadi Ketum PBNU, mengingatkan Gubernur Ganjar pada sosok KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved