Kamis 18 November 2021, 14:46 WIB

Lebih dari Satu Juta Mangrove Ditanam di Pantai Utara Jateng

mediaindonesia.com | Nusantara
Lebih dari Satu Juta Mangrove Ditanam di Pantai Utara Jateng

Ist
Konferensi pers 'Satu Juta Mangrove Untuk Kehidupan' pada Kamis (18/11).

 

BAKTI Lingkungan Djarum Foundation telah memulai inisiasi penanaman mangrove sejak tahun 2008 di Mangkang Mangunharjo, Semarang, melalui program Djarum Trees for Life (DTFL), sampai saat ini penanaman mangrove terus dilakukan secara konsisten.

Program ini mengemban visi besar untuk menjaga kelestarian lingkungan dan sekaligus pemberdayaan masyarakat. Di tahun 2021, upaya penanaman dan pemeliharaan mangrove di wilayah pantai utara Jawa Tengah berhasil mencapai satu tonggak baru, dengan penanaman lebih dari satu juta mangrove.

Pencapaian ini sekaligus sebagai bentuk komitmen program DTFL dalam mendukung program-program Pemerintah. Mangrove dipilih sebagai bagian dari program DTFL mengingat perannya yang signifikan sebagai penyeimbang keanekaragaman hayati, dan utamanya sebagai bentuk mitigasi bencana alam.

Hal ini pula yang mendasari pilihan Desa Mangkang, Mangunharjo, Jawa Tengah, sebagai salah satu titik lokasi piihan yang memiliki tingkat kerawanan terhadap abrasi cukup tinggi, sehingga dulunya sering dilanda banjir rob.

“Preservasi mangrove perannya sangat penting dalam menjaga ekosistem alam. Kami sudah melihat sendiri bagaimana daerah Mangkang menjadi relatif lebih aman dari ancaman banjir rob selama beberapa tahun terakhir," ujar FX Supanji, Vice President Director Djarum Foundation, saat hadir pada kegiatan temu media untuk mengumumkan capaian penanaman dan pemeliharaan satu juta mangrove pada Kamis (18/11).

"Dan yang paling penting pembangunan ekonomi masyarakat pun bertumbuh, baik itu karena ekosistem perairan yang ikut pulih sehingga membantu usaha para nelayan, maupun sentra-sentra kerajinan yang muncul sebagai industri turunan dari rehabilitasi mangrove,” kata FX Supanji.

Dengan kolaborasi erat bersama masyarakat di sekitar pesisir, program DTFL telah mengembalikan ekosistem pantai sepanjang 2.700 meter di Mangunharjo.

Selain itu, optimalisasi program rehabilitasi hutan mangrove juga dilakukan dengan menggandeng peneliti, penggiat lingkungan, akademisi dan elemen masyarakat lainnya yang memiliki minat pada bidang keilmuan pembibitan dan penanaman mangrove. Hal ini diperlukan karena penanaman mangrove khususnya di daerah pesisir memiliki tantangan tersendiri.

Oleh sebab itu, Djarum Foundation melalui Pusat Pembibitan Tanaman (PPT) melibatkan peran peneliti dan akademisi untuk memastikan bahwa bibit mangrove yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik sehingga dapat meningkatkan rasio hidup mangrove pada proses penanaman.

Dampak ekonomi yang dirasakan oleh penduduk Desa Mangkang juga cukup signifikan. Selain pulihnya tambak yang semula seringkali rusak oleh abrasi air laut, kini masyarakat nelayan di Desa Mangkang menghidupkan kembali ekonomi desanya dengan budidaya kerang hijau dan keramba ikan.

Selain itu, warga juga menggeluti usaha kerajinan batik dengan menggunakan bahan pewarna alami dari pigmen mangrove, serta memproduksi sirup berbahan dasar buah mangrove. Produk-produk ini tidak hanya dipasarkan di wilayah Jawa Tengah, tetapi juga merambah wilayah lainnya.

“Warga sangat antusias dengan upaya pemulihan mangrove ini. Kami tidak hanya belajar mencintai alam dan menghormati bumi, kami juga menerima ilmu-ilmu baru dari para peneliti dan akademisi yang diajak berkolaborasi oleh Djarum Foundation yang memperkaya wawasan kami terhadap olahan-olahan berasal dari mangrove," kata ujar Sururi, salah satu petani mangrove binaan Djarum Foundation.

"Saya bahkan sudah menurunkan ilmu bertani mangrove ini ke anak saya, dengan harapan generasi berikutnya akan terus menjaga kelestarian mangrove di wilayah ini,” tambah Sururi.

Meski merupakan milestone yang monumental bagi program DTFL, perjalanan penanaman mangrove ini tidak akan berhenti sampai di sini.

Penanaman terus berlanjut di Desa Mangkang untuk mencapai target 3.400 meter garis pantai. Pada 23 Oktober 2021 yang lalu 5.000 bibit baru telah ditambahkan.

Di tahun depan, Djarum Foundation juga akan menyasar Kabupaten Rembang sebagai salah satu dari sembilan Kabupaten/Kota di wilayah Jawa Tengah dengan total 5.400 hektare hutan mangrove untuk dipulihkan kembali fungsinya. (RO/OL-09)

 

Baca Juga

Ist

Berbagi Ribuan Al-Qur'an di Wilayah Terpencil Sulawesi Selatan

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 19 Mei 2022, 21:32 WIB
Di TPQ Nurul Yaqin, Desa Lampenai, Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, ketika menerima bantuan Al-Qur'an,...
DOK MI

Pesta Miras Oplosn di Sleman Renggut Tiga Nyawa

👤Widhoroso 🕔Kamis 19 Mei 2022, 21:08 WIB
TIGA orang meninggal dunia setelah mengonsumsi minuman keras oplosan di Dusun Karongan, Kelurahan Jogotirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten...
DOK RMU.

RMU Kelola Katingan Mentaya Project untuk Turunkan Emisi Karbon

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 19 Mei 2022, 20:40 WIB
KMP merupakan kegiatan konservasi terbesar di dunia ditinjau dari segi penurunan emisi karbonnya sebesar 7,5 juta ton CO2 per tahun selama...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya