Sabtu 06 November 2021, 22:20 WIB

UNS Sediakan Bantuan Hukum Bagi Dua Tersangka Penganiaya Mahasiswa

Widjajadi | Nusantara
UNS Sediakan Bantuan Hukum Bagi Dua Tersangka Penganiaya Mahasiswa

MI/WIDJAJADI
Kapolresta Surakarta Kombes Ade Safri Simanjuntak memberikan keterangan perkembangan kasus tewasnya Gilang Endi.

 


NFM dan FPJ, dua tersangka kasus penganiayaan atas diri Gilang Endi Saputra, 21 mahasiswa peserta pendidikan dan latihan dasar (Diklatsar) Resimen Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, ditahan secara terpisah.

"Kedua panitia diklatsar ditetapkan sebagai tersangka pada 5 November. Mereka ditangkap dan diperiksa. Sejumlah barang bukti milik mereka juga sudah disita," ujar Kapolresta Surakarta Komisaris Besar Ade Safri Simanjuntak, Sabtu ( 6/11).

Selama proses pemeriksaan, dua tersangka selalu didampingi tim pengacara dari Badan Konsultasi dan Bantuan Hukum (BKBH) UNS. Seusai diperiksa, dua tersangka langsung ditahan secara terpisah. NFM ditahan di ruang tahanan Polsek Laweyan dan FJP ditahan di Polsek Banjarsari.

Ade tidak merinci, mengapa kedua tersangka dilakukan penahanan terpisah. "semua dilakukan demi kepentingan penyidikan untuk penuntasan kasus penganiayaan."

Kematian Gilang Ade Saputra pada Diklatsar Pra Gladi Patria XXXVI Korps Mahasiswa Siaga Batalyon 905 Jagal Abilawa itu telah memantik protes dan kecaman mahasiswa di seluruh elemen unit kegiatan mahasiwa (UKM) UNS.

Protes keras semua UKM itu ditanggapi secara cepat oleh Rektor UNS Prof Jamal Wiwoho dengan membentuk tim evaluasi korps mahasiswa siaga (Menwa) UNS. Tim merekomendasikan pembekuan organisasi kemahasiswa tersebut.

"Menwa sudah saya bekukan. Tidak ada lagi kegiatan di sana, dan semua kegiatan sudah dilarang. Sekretariat Menwa kita kunci. Selebihnya kita mendorong dilakukannya penyidikan atas kasus yang menyebabkan meninggalnya Gilang Endi Saputra," tegas Jamal.

Namun meski mendukung penuntasan proses hukum oleh penyidik Polresta Surakarta, Jamal juga menugasi BKBH UNS untuk memberikan pendampingan hukum untuk dua panitia diklatsar yang menjadi tersangka.

"Kami mendukung proses hukum ini, dan berharap penyidikan dilakukan secara profesional, transparan dan akuntabel. BKBH UNS telah saya perintahkan untuk melakukan pendampingan hukum atas diri dua tersangka," imbuh dia. (N-2)

Baca Juga

dok.ist

Emak-Emak di Sumut Nilai Ganjar Nasionalis Religius

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 25 Mei 2022, 05:40 WIB
KOORDINATOR Mak Ganjar Sumut Nour Wahyuni menilai Ganjar adalah sosok yang nasionalis, religius, dan...
Dok. Ini Viie Hospitality

Aksari Villa Tawarkan Liburan Romantis di Seminyak

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 24 Mei 2022, 23:55 WIB
Mengusung Perfect Romantic Stay dengan tawaran villa satu kamar yang sudah dilengkapi kolam renag privat dan...
Dok. Pribadi

Pansus DPRD Dogiyai Bawa Aspirasi Rakyat Papua ke Jakarta, Salah Satunya Menolak Pemekaran Provinsi

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Selasa 24 Mei 2022, 23:30 WIB
"Selama ini banyak aksi demo di masyarakat tentu kami tampung dan muaranya pada tiga hal pokok itu. Masyarakat tolak kebijakan Otsus...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya