Rabu 27 Oktober 2021, 07:40 WIB

Banyak Event Dunia di Bali, Jokowi Ingatkan Ancaman Covid-19 Masih Ada

Arnoldus Dhae | Nusantara
Banyak Event Dunia di Bali, Jokowi Ingatkan Ancaman Covid-19 Masih Ada

MI/Arnoldus Dhae
Kepala BNPB Ganip Warsito yang juga sebagai Ketua Satgas Nasional Penanggulangan Covid-19.

 

PEMPROV Bali sudah mendeklarasikan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) yang melibatkan seluruh unsur Pentahelix. Deklarasi digelar di Kabupaten Gianyar pada Selasa (26/10/2021) sore. Dihadiri langsung Kepala BNPB Ganip Warsito yang juga sebagai Ketua Satgas Nasional Penanggulangan Covid-19.

Dalam arahannya, Ganip menyampaikan pesan Presiden Jokowi agar Bali yang sebentar lagi akan kembali menjadi pusat perhatian dunia dalam waktu dekat. Pulau Seribu Pura ini akan menjadi tuan rumah beberapa ajang berskala internasional seperti event bulutangkis Masters Super 750 pada November 2021, Indonesia Open 2021 pada November 2021, BWF World Tour Finalis pada Desember 2021, konvensi tentang bahaya merkuri bertajuk 'COP-4 Minamata Convention' pada Maret 2022 hingga KTT G-20 pada Oktober 2022.

"Mengingat perhelatan internasional tersebut akan dilangsungkan pada saat pandemi, maka Presiden Joko Widodo meminta secara khusus kepada seluruh pihak agar mengantisipasi adanya potensi lonjakan gelombang COVID-19," ujarnya.

Ganip menegaskan beberapa strategi pencegahan dan penanganan COVID-19 telah disiapkan demi menyongsong beberapa event ke depan, sesuai prosedur dan protokol kesehatan yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Hal itu sekaligus akan membuktikan kepada dunia bahwa Indonesia mampu menghelat sejumlah event internasional yang aman dari COVID-19.

"Kita harus bisa membuktikan kepada dunia, bahwa Bangsa Indonesia sanggup untuk melaksanakan event tersebut dengan tetap memperhatikan prosedur dan protokol kesehatan sesuai standar dari WHO," ujar Ganip.

Strategi pencegahan dan penanganan COVID-19, diingatkan Ganip, menjadi dasar yang harus segera dimplementasikan. Sebab, pemerintah juga telah memutuskan untuk membuka kembali pariwisata di Pulau Dewata sejak 14 Oktober 2021. Tentunya keputusan tersebut diambil atas pertimbangan dan evaluasi dari hasil penanganan COVID-19 di Bali yang dianggap baik dan siap untuk menerima kembali wisatawan maupun penyelenggaraan event-event nasional hingga internasional berskala besar.

"Keputusan ini tentu saja memiliki implikasi bahwa pemerintah daerah bersama masyarakat dan pelaku usaha benar-benar harus menyiapkan diri sebaik mungkin, agar pembukaan kembali kegiatan ekonomi bisa berjalan berkelanjutan dengan didukung dengan penerapan disiplin protokol kesehatan yang tinggi," kata Ganip.

Ganip mengatakan, semua pihak patut bersyukur bahwa pengendalian COVID-19 di Indonesia berjalan lebih cepat dan lebih baik dibandingkan negara-negara tetangga, yang masih berjibaku dengan kenaikan kasus, akibat serangan varian-varian baru dari penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini.

"Strategi utama pengendalian Covid-19 dari Pandemi menuju Endemi, yaitu dengan disiplin 3M yang kuat, pelaksanaan 3T yang tinggi, dan cakupan serta percepatan vaksinasi yang luas, wajib menjadi perhatian bagi pemerintah provinsi dan kabupaten/kota," ujarnya.

BNPB sendiri, menurut Ganip akan menjadi pengampu satu perhelatan internasional di bidang penanggulangan bencana yakni Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR), yang akan dilaksanakan di Nusa Dua, Bali pada bulan Mei 2022 nanti.

Selain ancaman COVID-19, Ganip menjelaskan bahwa Bali merupakan wilayah yang memiliki potensi bencana non-alam. Sehingga, tantangan yang ada dan harus dihadapi tidak semata-mata terbatas pada bagaimana semua pihak bisa mengendalikan COVID-19, namun juga termasuk bencana non-alam.

"Kita juga mengetahui bahwa Bali juga sarat dengan potensi bencana alam yang kompleks, yang juga bisa berdampak sangat signifikan terhadap pariwisata dan kegiatan ekonomi lainnya," jelas Ganip.

Masih segar dalam ingatan, fenomena letusan Gunung Agung pada tahun 2017 yang lalu telah menimbulkan kerugian. Setidaknya ada 40 ribu orang harus dievakuasi. Bandara I Gusti Ngurah Rai, harus ditutup dengan membatalkan setidaknya 400 penerbangan yang juga berdampak pada sedikitnya 59 ribu calon penumpang. Tingginya potensi bencana alam di Bali, juga diingatkan kembali Ganip Warsito saat 3 warga di Kabupaten Bangli dan Karangasem menjadi korban dari gempa berkekuatan Magnitudo 4.8, yang menyebabkan longsor di Desa Trunyan, Karangasem, pada tanggal 16 Oktober 2021 lalu.

"Untuk itu, kewaspadaan dan kesiapsiagaan kita semua, harus dilakukan untuk semua jenis bencana, yang berpotensi terjadi di wilayah Bali," pesannya. (OL-13)

Baca Juga: Dolar Naik Tipis di Pasar Sebelum Pertemuan Bank Sentral AS

 

Baca Juga

Antara

Vaksinasi di Purbalingga Capai 62,97 persen

👤Ant 🕔Minggu 28 November 2021, 23:02 WIB
Adapun total vaksinasi bagi lansia 49.070 orang atau telah mencapai 49,62% dari...
MI/Apul Iskandar

Vaksinasi di Simalungun Terus Digencarkan Sebelum Nataru

👤Apul Iskandar 🕔Minggu 28 November 2021, 22:55 WIB
Pelaksanaan vaksinasi tersebut menargetkan capaian 1.000 dosis dengan sasaran lanjut usia, anak sekolah, dan pelajar serta masyarakat...
AFP

Kemenag dan Kemenhaj Arab Saudi Bahas Teknis Umrah

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Minggu 28 November 2021, 22:30 WIB
OTORITAS Arab Saudi telah mencabut larangan penerbangan dari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya