Senin 18 Oktober 2021, 06:25 WIB

Dunia Terbalik, Anak Korban KDRT Lapor Polisi di Sumut Malah Jadi Tersangka

Yoseph Pencawan | Nusantara
Dunia Terbalik, Anak Korban KDRT Lapor Polisi di Sumut Malah Jadi Tersangka

dok.mi
Ilustrasi; Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)

 

BELUM habis kegaduhan publik mengenai pedagang pasar Gambir Deliserdang,  korban penganiayaan empat preman yang ditetapkan sebagai tersangka, kasus serupa kembali mencuat di Sumatera Utara (Sumut).

Kali ini seorang anak yang menjadi korban KDRT di Pematangsiantar malah ditetapkan sebagai tersangka setelah lapor polisi. Lebih miris lagi, pihak
terlapor adalah ayah kandung korban sendiri yang juga seorang petugas
polisi di Polres Pematangsiantar.

"Si anak malah ditetapkan sebagai tersangka setelah ayahnya melaporkan
balik," ungkap Komalasari, Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia
(LPAI) Sumut, saat dikonfirmasi, Minggu (17/10).

Komalasari menuturkan, saat ini pihaknya masih melakukan pendampingan
terhadap seorang anak yang menjadi korban KDRT oleh ayah kandungnya sendiri.

Kasus ini berawal ketika MFA,16, bersama dengan ibunya, ingin mengajukan
laporan polisi (LP) atas tindakan KDRT yang dia alami dari sang ayah. Pada
2 Desember 2020, mereka pun mendatangi Polres Siantar untuk mengajukan LP.

Namun, mereka diarahkan menemui Wakapolres dan Kasi Propam. Dalam pertemuan, kedua pejabat utama Polres Siantar itu meminta mereka untuk tidak
melanjutkan pelaporan kasus ini.

Namun MFA dan ibunya tetap lanjut dan beralih mengajukan pelaporan ke Polda
Sumut. Dengan nomor laporan, LP/2332/XII/2020/SUMUT/SPKT tanggal 3 Desember 2020.

Penyidik Unit 1 Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Sumut kemudian
mengundang pelapor dan korban untuk mediasi pada 11 Januari 2021. Namun
upaya mediasi tidak terlaksana karena pelapor dan korban tidak bersedia
menjalaninya.

Mereka bersikap seperti itu karena kekerasan serupa yang kerap dilakukan
terlapor sudah bertahun-tahun dialami korban dan kakak-kakaknya.

Menurut Komalasari, setelah korban dan pelapor tidak bersedia menjalani
mediasi, mereka sering mendapat intimidasi dari terlapor. Pihak terlapor,
yakni Ipda PJSP, merupakan mantan suami dari ibu korban.

Setelah anak dan mantan istrinya bergeming tidak mau mencabut laporan, Ipda
PJSP lantas melaporkan balik, dengan tuduhan serupa. Melalui laporan
bernomor LP/27/I/2021/SU/STR tanggal 14 Januari 2021, Ipda PJSP juga
mengaku mengalami KDRT.

Pada 16 Februari 2021 penanganan berkas LP MFA dilimpahkan Polda Sumut ke
Polres Siantar. Namun bukannya diproses, pada 8 Oktober 2021, malah keluar
Surat Ketetapan Polres Pematangsiantar No.Pol :
Sprin-Dik/143/X/2021/Reskrim yang menetapkan MFA sebagai tersangka.

Anak perempuan yang masih duduk di kelas III SMA itu ditetapkan sebagai
tersangka atas LP yang diajukan Ipda PJSP. Oknum polisi ini menjabat
sebagai salah satu Kanit di Polres Siantar.

"Dari proses panjang kasus ini, kami menyimpulkan bahwa laporan balik dari
pelaku bertujuan menghentikan laporan korban terhadap pelaku," kata
Komalasari.

Dia menegaskan, pihaknya meminta Polri untuk mencabut penetapan status
tersangka tersebut dan memeroses dugaan kasus KDRT yang diajukan MFA. LPAI Sumut menilai ada diskriminasi hukum yang mengarah kepada upaya
kriminalisasi terhadap korban dalam perkara ini. (OL-13)

Baca Juga: Ramai Tagar #PercumaLaporPolisi, Polri: Kami tidak Layani Perang

Baca Juga

Antara

Vaksinasi di Purbalingga Capai 62,97 persen

👤Ant 🕔Minggu 28 November 2021, 23:02 WIB
Adapun total vaksinasi bagi lansia 49.070 orang atau telah mencapai 49,62% dari...
MI/Apul Iskandar

Vaksinasi di Simalungun Terus Digencarkan Sebelum Nataru

👤Apul Iskandar 🕔Minggu 28 November 2021, 22:55 WIB
Pelaksanaan vaksinasi tersebut menargetkan capaian 1.000 dosis dengan sasaran lanjut usia, anak sekolah, dan pelajar serta masyarakat...
AFP

Kemenag dan Kemenhaj Arab Saudi Bahas Teknis Umrah

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Minggu 28 November 2021, 22:30 WIB
OTORITAS Arab Saudi telah mencabut larangan penerbangan dari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya