Kamis 14 Oktober 2021, 13:45 WIB

Kasus Melandai, RSUD Prabumulih Nihil Pasien Covid-19

Dwi Apriani | Nusantara
Kasus Melandai, RSUD Prabumulih Nihil Pasien Covid-19

Antara
Rumah Sakit Umum Daerah Kota Prabumulih, Sumsel sepi dari pasien Covid-19 seiring melandainya pandemi Covid-19 di sana.

 

KASUS penambahan Covid-19 di Kota Prabumulih, Sumsel menunjukkan hal positif. Data pada Rabu (13/10), terdapat penambahan terdapat 2 kasus penambahan, sehingga total mencapai 2.300 kasus. Untuk kasus sembuh saat ini mencapai
2.105 dan meninggal dunia secara total mencapai 185 orang.

Dengan kondisi penambahan kasus yang sangat melandai ini, membuat kondisi di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Prabumulih pun sepi dengan pasien Covid. Bahkan selama tiga hari belakangan, ruang perawatan Covid-19 kosong pasien.

Kabid Pelayanan Medik RSUD Prabumulih, Yoanda Falia Cory mengatakan, pihaknya sejak tiga hari belakang sangat bersyukur karena tidak ada pasien Covid-19, akibat dari jumlah penambahan kasus yang melandai. "Alhamdulillah kita sudah tiga hari ini (kosong pasien covid, red). Baik itu dalam pemeriksaan maupun dalam kondisi gejala itu tidak ada," kata dia, Kamis (14/10).

Terakhir ada 1 pasien Covid yang ditangani, namun bukan berasal dari Prabumulih melainkan warga dari daerah tetangga. "Kondisinya juga antigennya negatif walaupun ada gejala dan menunggu hasil pemeriksaan. Biasanya kalau antigen negatif hasilnya juga negatif dan kecil kemungkinan untuk pasien covid," imbuhnya.

Sementara itu, Kabid Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan Prabumulih, Izhar menjelaskan tidak ada lagi pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD Prabumulih dan tiga rumah sakit swasta di Kota Prabumulih.

"Status kita sekarang sudah kuning dan tiga hri ini sudah nol kasus di RSUD semoga Prabumulih lebih aman lagi karena tidak ada lagi yang dirawat di rumah sakit sampai tanggal 12 Oktober tadi. Dari tiga rumah sakit swasta di Prabumulih itu juga ada yang kosong," imbuhnya.

Izhar berharap kepada masyarakat Prabumulih tetap menerapkan protokol kesehatan yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan mengurangi aktivitas yang tidak penting.

"Kami tetap mengimbau agar masyarakat tetap jaga prokes. Walau kasus Covid melandai bukan berarti pandemi berakhir. Dan prokes menjadi hal wajib dan mendasar yang harus diterapkan masyarakat," pungkasnya. (OL-13)

Baca Juga: Bupati Tidak Tau Atlet Ciamis Peraih Emas PON XX Pulang Naik Bus Umum

Baca Juga

DOK MI

Polda Sulteng Tegaskan Akan Usut Kasus Dugaan Asusila Oleh Oknum Kapolsek

👤Widhoroso 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 00:03 WIB
KEPOLISIAN Daerah (Polda) Sulawesi Tengah (Sulteng) menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan kasus dugaan asusila yang diduga oknum...
DOK MI

RSUD Kardinah Tegal Miliki Laboratorium PCR

👤Supardji Rasban 🕔Senin 18 Oktober 2021, 23:56 WIB
UNTUK mendukung percepatan hasil tracing Covid-19, Rumah Sakit Umum Daerah Kardinah (RSUD) Kardinah Kota Tegal, Jawa Tengah, kini memiliki...
ANTARA

Mahasiswa ITHB Ciptakan Aplikasi Penerjemah Bahasa Isyarat

👤Widhoroso 🕔Senin 18 Oktober 2021, 23:23 WIB
Di Indonesia, data 2019 menunjukkan sekitar 2 juta orang mengalami tuli dan diperkirakan setiap tahun, ada sebanyak 5 ribu bayi yang...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencegah Proyek Kereta (jadi) Mubazir

Pembengkakan biaya menjadi biang keladi perlu turun tangannya negara membiayai proyek dengan dana APBN.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya