Selasa 12 Oktober 2021, 12:53 WIB

Luhut Sebut 18 Negara Boleh Kunjungi Bali, Singapura Belum

Insi Nantika Jelita | Nusantara
Luhut Sebut 18 Negara Boleh Kunjungi Bali, Singapura Belum

ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo
Dua anak turis menikmati suasana saat mengunjungi di Pantai Sindhu, Sanur, Denpasar, Bali.

 

PEMBUKAAN penerbangan Internasional ke Bali dilakukan pada pekan ini. Ada 18 negara yang diizinkan pemerintah mengunjungi Pulau Dewata itu, namun Singapura masih dikecualikan karena ada lonjakan kasus covid-19 di negara itu.

Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, dalam konferensi pers, Senin (11/10), menerangkan salah satu persyaratan penerimaan turis asing di Bali, yaitu bila pengunjung berasal dari negara dengan kasus konfirmasi level 1 dan 2 dengan positivity rate di bawah 5%.

"Mengenai negara-negara yang masuk ke Indonesia ada 18 negara, nanti diumumkan. Tapi, Singapura belum termasuk karena mungkin belum memenuhi persyaratan atau standar level 1 dan 2 sesuai dengan WHO," ujarnya.

Baca juga: Tebar Door Prize Angka Vaksinasi Covid-19 di NTB Melonjak

Syarat lainnya soal pembukaan Bali adalah para pelancong dari luar negeri harus menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil maksimal 3x24 jam sebelum jam keberangkatan. 

Kemudian, bukti vaksinasi lengkap dengan dosis ke-2 dilakukan setidaknya 14 hari sebelum keberangkatan dan ditulis dalam bahasa Inggris dan selain bahasa negara asal.

Lalu, memiliki asuransi kesehatan dengan nilai pertanggungan minimal US$100 ribu dan mencakup pembiayaan penanganan covid-19, bukti konfirmasi pembayaran akomodasi selama di Indonesia dari penyedia akomodasi atau pihak ketiga.

"Sedangkan dalam On-Arrival Requirement ditentukan beberapa hal, yaitu mengisi E-HAC (electronic-Health Alert Card) via aplikasi Peduli Lindungi. Kita betul-betul ingin buat aplikasi PeduliLindungi go internasional," tegas Luhut.

Untuk masa karantina sendiri, ditetapkan menjadi lima hari. Baik untuk Warga Negara Indonesia (WNI) maupun Warga Negara Asing (WNA) perjalanan internasional.

Luhut mengatakan, jika hasilnya negatif, pelaku perjalanan dapat melakukan karantina di tempat karantina yang sudah direservasi selama 5 hari.

"Lalu melakukan PCR pada hari ke 4 malam. Jika hasil negatif, pada hari ke 5 sudah bisa keluar dari karantina," pungkasnya. (OL-1)

Baca Juga

DOK MI

Pemkab Cianjur Ingatkan Potensi Gelombang Ketiga Covid-19

👤Benny Bastiandy/Budi Kansil 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 17:59 WIB
PEMERINTAH Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengingatkan masyarakat terhadap prediksi potensi terjadinya gelombang ketiga...
ANTARA/Iggoy el Fitra

Pemkab Banyumas Siapkan Areal Perkebunan Kakao

👤Lilik Darmawan 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 17:27 WIB
PEMKAB Banyumas, Jawa Tengah (Jateng) menyiapkan kawasan di Ajibarang dan Gumelar untuk dijadikan lahan perkebunan...
Dok. Istimewa

Gubernur Wahidin Dukung Right Issue Bank Banten

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 17:19 WIB
Bank Banten ingin mendapat suntikan dana melalui proses rights issue atau penawaran umum terbatas (PUT)...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Menolakkan Ancaman Kemiskinan Ekstrem

Pemerintah perlu memastikan seluruh program penanggulangan kemiskinan ekstrem diterima rumah tangga miskin ekstrem yang ada di wilayah prioritas.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya