Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 59 warga Garut di Jawa Barat diduga dibaiat oleh Negara Islam Indonesia (NII). Saat ini, mereka tengah dibina Majelis Ulama Indonesia (MUI) Garut dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut.
Upaya itu dilakukan untuk memastikan warga tidak mengikuti aliran agama yang sesat. “Iya seperti itu. Dibina supaya benar-benar mendapat pendidikan agama yang benar,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Rusdi Hartono, Jumat (8/10).
Baca juga: Densus 88 Selidiki Puluhan Warga Garut Dibaiat Aliran Sesat NII
Polres Garut, Pemkab Garut dan MUI dikatakannya tengah bekerja sama untuk menangani kasus tersebut. Menurut Rusdi, upaya penyelidikan masih terus berjalan. Termasuk, melakukan pembinaan terhadap anak-anak dari 59 warga tersebut.
“Tidak kalah penting adalah pengawasan orang tua kepada anak-anak. Tidak boleh lengah dengan situasi sekarang. Harus diketahui betul, anaknya menuntut ilmu di mana. Apabila ada perilaku yang berubah, harus cepat tanggap,” imbuhnya.
Baca juga: Polisi Amankan Delapan Orang Diduga Penganut Aliran Sesat
Lebih lanjut, Rusdi menekankan bahwa penting bagi orang tua untuk mengawasi kegiatan yang dilakukan anak-anaknya. Sebelumnya, Polri menyelidiki dan mendalami informasi terkait NII yang melakukan pengukuhan atau baiat kepada 59 warga Garut.
"Apakah memang terjadi pembaiatan atau hanya ajaran, aliran agama tertentu pada masjid, ini sedang didalami. Apakah memang betul pembaiatan oleh NII, atau hanya ajaran dari aliran yang ada di agama," pungkas Rusdi pada Kamis (7/10) kemarin.(OL-11)

Penandatanganan dilakukan di Kantor Pusat MUI, Jakarta, Selasa (10/3), dan MUI diwakili oleh Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI, K.H. Marsudi Syuhud.
LPEU MUI meluncurkan Program Perumahan Merah Putih, sebuah skema hunian berbasis syariah yang ditujukan bagi pekerja sektor informal, khususnya pengemudi ojek online
MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan rasa duka yang mendalam atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
MUI menilai perbedaan awal Ramadan 1447 H wajar secara teologis. Negara berwenang menetapkan melalui Sidang Isbat agar umat Islam seragam.
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH M Cholil Nafis, menyebut awal Ramadan 1447 Hijriah kemungkinan besar akan mengalami perbedaan di kalangan umat Islam Indonesia.
Ketika masyarakat diberdayakan dengan pengetahuan, teknologi, dan dukungan kebijakan yang tepat, mereka dapat menjadi penggerak utama transformasi lingkungan.
Kebijakan tersebut juga merespons fenomena sejumlah kepala daerah yang merencanakan perjalanan ibadah umrah mendekati Idulfitri.
Pemerintah daerah terus berupaya mengimplementasikan pembelajaran mendalam, koding, dan AI meski dihadapkan pada tantangan sumber daya manusia dan infrastruktur.
Beredar video di media sosial yang memperlihatkan Mualem mengenakan pakaian tradisional Melayu serba putih, lengkap dengan sarung dan peci hitam.
Lonjakan volume sampah selama masa libur akhir tahun bukan sekadar fenomena musiman, melainkan menjadi ujian nyata bagi sistem tata kelola sampah di daerah.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Brian Yuliarto, mendorong setiap pimpinan perguruan tinggi untuk membantu pemerintah dalam menangani permasalahan di daerah.
Ia juga menjelaskan skor penilaian HAM dibagi dalam empat kategori yakni 41-60 rendah, 61-70 cukup, 71-80 tinggi, dan 81-100 sangat tinggi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved