Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH titik di Desa Cidadap, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dilanda pergerakan tanah hingga berpotensi longsor. Sedikitnya tiga rumah mengalami kerusakan dan belasan lain dalam kondisi terancam.
Kepala Desa Cidadap, Budiman, mengatakan warga yang terdampak bencana pergerakan tanah salah satunya di Kampung Cikekep RT 06/03. Pergerakan tanah dipicu hujan deras pada Minggu (26/9) pukul 23.00 WIB dengan interval waktu cukup lama.
"Sejak Minggu siang wilayah kami diguyur hujan. Nah pada pukul 11 malam terjadi pergerakan tanah," kata Budiman, Selasa (28/9).
Rumah yang terdampak mengalami kerusakan terutama pada dinding tembok yang mengalami retak cukup besar.
"Retakan pada dinding tembok makin membesar karena tanah terus bergeser. Kondisi tanah juga sudah turun (ambles)," sebut Budiman.
Selain permukiman, kata Budiman, terdapat juga lahan persawahan maupun bangunan masjid yang ikut terdampak. Budiman memperkirakan areal yang terdampak pergerakan tanah seluas lebih kurang 1 hektare.
"Kami mempersiapkan evakuasi warga karena khawatir akan kembali turun hujan yang berdampak tanah akan longsor. Kami mengungsikan sementara ke rumah saudara atau tetangga terdekat yang lebih aman," tegasnya.
Hasil cek lokasi, sebut Budiman, setidaknya terdapat 10 keluarga yang terdampak pergerakan tanah. Namun untuk memastikan, perlu dicek kembali bersama BPBD dan unsur lain karena tidak menutup kemungkinan masih ada rumah rusak yang belum terdata.
"Ada juga pabrik padi yang terdampak. Kemungkinan nilai kerugian cukup besar. Apalagi ada bangunan rumah yang masih baru. Nanti kami asesmen lagi. Tapi perkiraan lebih dari Rp100 juta," ungkapnya.
Baca juga: Saung Pembibitan Ikan di Tasikmalaya Ambruk, Dua Meninggal Dunia
Budiman mengaku sudah melaporkan pergerakan tanah ini ke BPBD Kabupaten Cianjur dan Dinas Sosial. Sebelum datang bantuan dari Pemkab Cianjur, pemerintah desa setempat membantu warga memenuhi kebutuhan logistik dengan menyalurkan sembako. "Kebutuhan mendesak warga yang diperlukan di antaranya sembako dan tenda besar yang bisa menampung sekitar 20 orang," pungkasnya. (OL-14)
BMKG peringatkan potensi hujan lebat, kilat, dan angin kencang di Jawa Barat pada 4-10 Maret 2026. Waspada bencana hidrometeorologi di wilayah Jabar.
GUBERNUR Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan tidak ada kenaikan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) untuk tahun 2026
SEBANYAK 60 Posko Piket Lebaran 2026 yang tersebar di sejumlah wilayah di Jawa Barat. Posko itu bisa dijadikan tempat beristirahat, minum atau menggunakan toilet selama mudik lebaran 2026.
Tim yang telah dibentuk sejak 11 November 2025 ini dijadwalkan bertugas hingga 13 Januari 2026
Asep menekankan bahwa pencapaian target PAD tidak bisa dilakukan oleh Bapenda sendirian.
Langkah strategis ini bertujuan meminimalkan konflik agraria serta mencegah eskalasi bencana lingkungan di wilayah Jawa Barat.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat sedikitnya 18 titik banjir dan satu rumah roboh di sejumlah wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat.
Hujan ringan hingga sedang mengguyur Jakarta sejak pagi akibat aktivitas tiga bibit siklon tropis yang memicu pembentukan awan hujan.
BMKG NTT meminta warga waspada terhadap tiga bibit siklon tropis (90S, 93S, 92P) yang memicu hujan ekstrem dan angin kencang di seluruh wilayah NTT.
BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi hujan disertai kilat dan angin kencang di Jabodetabek hari ini. Cek jadwal dan wilayah terdampak di sini.
Data yang dihimpun BPBD Kabupaten Badung hingga Selasa (24/2) pukul 09.00 Wita sejak Senin (23/2) pukul 18.00 Wita, menyebutkan ada 8 kejadian banjir di Kuta dan 1 di wilayah Kuta Selatan.
BMKG memprakirakan cuaca hujan dengan intensitas lebat disertai petir dan angin kencang di Batam pada siang hingga malam hari, Jumat (20/2).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved