Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DAUN kelor merupakan tanaman yang banyak tumbuh Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Kelor ini juga terkenal dengan kaya akan kandungan nutrisi dan vitamin, sehingga kini banyak yang mengolahnya menjadi beberapa produk makanan dan minuman. Produk dari berbahan dasar kelor ternyata sangat menjanjikan di pasar internasional.
Seperti yang dilakukan CV. Surga Timur Indonesia yang memproduksi bubuk daun kelor untuk dijadikan bahan minuman. Tembusnya produk bubuk daun kelor tembus ke pasar dunia tidak terlepas dari peran pendampingan yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Ende, yang memfasilitasi sertifikasi ekspor produk tumbuhan, yaitu bubuk daun kelor (moringa powder).
Kepala Karantina Pertanian Ende, Kostan Manalu, Selasa (28/9) mengaku komoditas pertanian tersebut kali pertama ekspor dari Labuan Bajo, Flores, Nusa Tenggara Timur ke pasar dunia, yaitu Hong Kong dan Singapura.
"Sebelum terbit phytosanitary certificate (PC-red), Karantina Pertanian Ende melalui Wilayah Kerja Labuan Bajo sudah melakukan tindakan karantina, yaitu pemeriksaan fisik maupun administrasi. Hal ini untuk memastikan komoditas pertanian dikirim ke negara tujuan," papar dia.
Kostan menambahkan, selama ini pihaknya terus melakukan pendampingan kepada CV. Surga Timur Indonesia sebelum mengekspor daun kelor. Adapun bentuk pendampingan yaitu memastikan persyaratan dan informasi ke negara tujuan.
"Pulau Flores merupakan salah satu daerah penghasil kelor terbanyak di Indonesia. Daun kelor banyak dikonsumsi masyarakat Flores sebagai sayur. Bahkan daun ini banyak menjadi bahan untuk obat tradisional Indonesia. Jadi daun kelor ini bisa diolah jadi produk berkualitas sehingga bisa diekspor," tandas dia.
Disampaikan juga pihak Karantina Pertanian Ende terus berkomitmen mendukung program Kementerian Pertanian melalui Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks). Berada di wilayah Pulau Flores dan Lembata yang memiliki potensi komoditas ekspor dari sektor perkebunan, Karantina Pertanian Ende optimistis untuk dapat meningkatkan ekspor komoditas pertanian dengan selalu bersinergi dengan pemangku kepentingan.
Sebelumnya, ungkap dia, Karantina Pertanian Semarang dan Medan pernah memfasilitasi ekspor kelor ini ke Singapura dan Australia. Berdasarkan aplikasi i-Mace, sertifikasi daun kelor juga pernah dilakukan dengan tujuan negara yaitu Jepang, Selandia Baru, Jerman, dan lainnya. Volume nasional ekspor kelor sepanjang 2021 ini mencapai 11,88 ton ke berbagai negara.
"Kami berharap agar kedepannya ekspor ini tidak hanya dari tanaman kelor saja, tetapi geliat komoditas pertanian lainnya yang mulai dan terus bertumbuh. Termasuk munculnya ekspor dari komoditas lain seperti kopi, kakao, biji mete, sarang burung walet, porang, dan lainnya. Peluang pasar sangat terbuka luas, informasinya dapat kita ketahui dari aplikasi i-Mace (Indonesian Map of Agricultural Commodities Exports-red)," tutur Kostan. (OL-15)
BMKG tetapkan status SIAGA hujan ekstrem di NTT dan hujan sangat lebat di Jawa pada 19 Januari 2026 akibat Siklon Nokaen dan dua bibit siklon.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenot'ek, mengatakan, saat ini Bibit Siklon Tropis 97S yang berada di wilayah utara Benua Australia
ANCAMAN longsor dan fenomena tanah bergerak terus menghantui warga Kampung Waso, Desa Golo Rentung, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
PEMERINTAH Kota Kupang kembali menorehkan prestasi gemilang dalam penyelenggaraan pelayanan publik.
CUACA ekstrem berupa hujan disertai angin kencang terus melanda Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dalam beberapa hari terakhir.
Pelayanan kesehatan yang aman dan bermutu di provinsi kepulauan
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan barang Indonesia mengalami surplus sebesar US$38,54 miliar atau setara Rp645,7 triliun di sepanjang Januari-November 2025.
Industri penunjang minyak dan gas (migas) dalam negeri semakin menunjukkan peran strategisnya.
Holding UMKM Expo 2025 bertema "Ekosistem Bisnis UMKM Kuat, Siap Menjadi Jagoan Ekspor” menjadi wadah yang sangat baik untuk perkembangan UMKM.
Nilai ekspor non-migas Jawa Barat pada periode Januari hingga Oktober 2025 telah menyentuh angka USD 32,01 miliar.
Delapan perusahaan asal Jawa Timur ambil bagian dalam kegiatan Pelepasan Ekspor Serentak yang dipimpin Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri.
Indonesia merupakan pasar yang sangat penting bagi produk Malaysia karena kedekatan budaya, selera, dan preferensi konsumen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved