Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH kapal kayu KM Tirta Mulya GT 142, yang membawa muatan 14.000 sak semen dengan berat 700 ton, tenggelam di perairan Batu Ampar, Kota Batam, Kepri.
Plh. Kepala Basarnas Tanjungpinang sekaligus Kepala Seksi Ops dan Siaga Miswadi mengatakan, penyebab kapal itu tenggelam diduga karena mengalami kebocoran.
"Kapal tersebut tenggelam di Perairan Batu Ampar, Kota Batam pada Koordinat 01° 09,725' U - 103°59,198' T, pada Minggu pagi, belum diketahui penyebab pastinya. Diduga karena ada kebocoran," ujar Miswadi, Senin (20/9).
Dari laporan yang masuk, Miswadi menduga, KM Tirta Mulya GT mengalami kebocoran. Hal ini adanya laporan dari anak buah kapal (ABK) yang melakukan upaya penanggulangan kebocoran kapal, dengan memasang pompa air.
"Hal ini mengakibatkan dua orang ikut tenggelam hingga saat ini belum ditemukan, apalagi kapal kayu tersebut sudah tua itu " katanya.
Hingga saat ini Tim Basarnas dibantu Ditpolairud dan masyarakat masih terus berupaya melakukan pencarian terhadap dua orang kru kapal tersebut. Hingga berita ini diturunkan, kedua ABK yang ikut tenggelam bersama kapal belum ditemukan. (OL-13)
Baca Juga: Layanan Indihome Lelet, TelkomGroup Minta Maaf
ARUS mudik Lebaran 2026 di Kota Batam mulai menunjukkan peningkatan signifikan. Pelabuhan domestik di sejumlah titik terpantau dipadati pemudik yang hendak pulang ke kampung halaman.
Keberadaan berbagai skema kawasan seperti PSN, KEK, dan SEZ di Batam berpotensi menimbulkan kompleksitas birokrasi jika tidak dikelola sederhana dan terintegrasi.
Kegiatan pemotongan kapal yang dilakukan di area shipyard tersebut berjalan sesuai prosedur dan telah mengantongi perizinan yang diperlukan.
Polisi bongkar sindikat PMI ilegal di Batam. Pelaku gunakan modus ship to ship ke Malaysia dengan keuntungan Rp3 juta per orang. Simak kronologinya.
Batam mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,76% secara tahunan (year-on-year) pada 2025. Angka itu menjadikannya sebagai yang tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Beras kemasan yang sebelumnya dijual sekitar Rp14.000 hingga Rp15.000 per kg kini mencapai Rp16.000 hingga Rp17.000 per kg.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved